
Rita :"Lohh ada apa yg terjadiii?" seketika ia terkejut dan membantu Nisa duduk dikursi.
Gibran :"tadi ada seseorang yang mau berbuat jahad padanya, aku minta tolong yah anak kutuu jagain Nisaaa!!" ucapnya dengan tersenyum.
Rita :"apaaaa!! Dokterrr ngkpp kann? tenang dok sebentar lagi kita sampai kok." ucapnya merasa sangat khawatir.
Nisa :"udah ngkpp kok, untung ajah tadi Gibran datang cepat, jadi aku selamat dari orang sialan, ntah siapa yang kirim dia untuk menyakitiku, yang aku tahu aku tidak punya musuh." menjelaskan semuanya dengan rasa mengerikan.
Gibran :"yaudah kmu istirahat ajah dulu yah, biar aku selesaikan masalah itu." ucapnya menenangkan Nisa
Nisa :"iyah, makasih banyak yah sudah tolongin aku makasihh bangeddd, ntar jas nya aku kembalikan yah kalau sudah sampai." ucapnya memegang jas yg melekat di badannya.
Gibran :"santai ajah, kalau perlu juga ndak usah dikembalikan, aku pergi dulu." ucapnya tersenyum lalu pergi ketempat duduknya.
BANDARA
Gibran :"Siapa yang meyuruhmu memata- matai Nisa, Jawab!!" ucapnya penuh emosi didalam ruang keamanan.
Yeki :"Emang aku dapat uang kah kalau aku jawab haha." ucapnya memancing emosi Gibran.
Gibran :"Keparaaat!!! jawab saja pertanyaan ku sebelum aku menghajarmu!!" ucapnya memukul meja.
Yeki :"buat apa kmu peduli padanya? apa jangan jangan kau menyukai Nisa." ucapnya mengerutkan Dahinya.
"Praaaaak.." Gibran meninju wajah yeki dan membuat yeki mengeluarkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
Gibran :"Asal kau tahu!! aku tidak akan membiarkan seseorang menyakiti Nisa, sedikit saja kau menyentuhnya kau akan tahu akibatnya!" ucapnya memegang dagu yeki. "aku akan membebaskanmu, dan memberimu uang asal kau beritahu siapa yang telah menyuruhmu! "
Yeki :"Baiklah, aku mau 50 Juta transfer ke rekeningku sekarang juga."
Gibran tidak pikir panjang, ia langsung menelpon asistennya.
Gibran :"mi, cepat kau tranfer uang 50 juta di rekening ini *****"
Fahmi :"oke aku akan mentransfer secepat munkin." ucapnya merasa heran.
Yeki tersenyum bahagia dan ia membocorkan kebusukan Stella.
Yeki :"Stella yang telah menyuruhku!!" ucapnya lantang.
Gibran :"Stella? bukan kah dia mantannya Ricko? buat apa dia mengejar Nisa, apa hubungannya!"
Gibran melepaskan Yeki, tidak hanya itu ia juga membelikan Yeki tiket kembali ke Indonesia karna ia tidak mau terjadi apa² dengan Nisa.
🌼🌼🌼
Rita :"Dok, sudah selesai belom ganti bajunyaa, lama banged ihh." ucapnya bersandar di pintu wc, menunggu Nisa ganti baju.
Nisa :"Udah kok." ucapnya membuka pintu dan kaget melihat Rita hampir terjatuh karena bersandar dipintu.
Rita :"Ya alam kubur, hampir aku jatuh." ucapnya langsung merespon saat hampir jatuh.
__ADS_1
Nisa :"Ayok, oh iyah lain kali panggil nya Nisa ajah yaah, soalnya aku anggap kmu kyak teman." ucapnya merangkul Rita.
Rita :" okedeh siaaaap."
🌼🌼🌼
"dreettt,,, dreeet" Gibran segera mengangkat telepon dari Ricko.
Gibran👦🏻 :"Halo Rick?"
Ricko🧑🏻 :"bagaimana,apa kalian sudah sampai? apa Nisa baik² saja?
Gibran👦🏻 :"Ada sedikit masalah, ternyata selama ini Nisa diikuti oleh mata²nya stella, tadi Nisa diintimidasi oleh mata²nya itu, tapi tenang ajah aku sudah urus semuanya, sekarang ia sudah didalam pesawat, ia munkin sdh dalam perjalanan ke Indonesia."
Ricko🧑🏻:"Apaa!! aku harus menemukan stella sebelum ia bertindak lebih lancang!
Gibran👦🏻 :"Iyah Rick, kmu hrus menemukan dia, tapi masalahnya kita tidak tahu dimana tempat tinggal ia sekarang."
Ricko🧑🏻 :"Tenang, aku punya kenalah seorang hacker, ia pasti bisa melacak dimana stella tinggal"
Gibran👦🏻 :"Baiklah, aku tutup telponnya, aku harus mengawasi Nisa." (Telepon diakhiri)
Gibran akhirnya menginap di hotel yang berdekatan dengan Rumah Nisa, ia mengikuti setiap gerak gerik Nisa agar tidak terjadi sesuatu yang lebih mengerikan.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Nisa :"Rit, kita kerumah sakit siang ini, karena pasien sudah sangat kritis kita harus bertindak cepat." ucapnya segera menyusun pakaian dilemari.
Rita :"oke, oh iyah nnti habis dri rumah sakit kita bisa ngak jalan ke taman Hollywood? aku kepingin kesana hehe boleh yah." ucapnya berhenti memainkan handphone dan bangkit dari kasur.