Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 68 (Gaun bulan madu)


__ADS_3

Setelah makan malam, Ricko mengajak Nisa untuk membeli gaun untuk dia pakai saat foto bulan madunya nanti. Sepanjang jalan ia menatap wajah istrinya yang sedang mengoles lipstik berwarna pink muda dari spion mobilnya. Nisa yang menyadari dirinya terus di perhatiin mulai mengalihkan perhatiannya pada Ricko dan menanyakan mengapa daritadi ia selalu di perhatikan.


" Aku cantikkan? " Ucap Nisa.


" Ngk juga sih, hahahaha. " Balas Ricko terkekeh.


" Ngpain liat-liat? " Ucap Nisa.


" Tadi ada cabe nyangkut di gigimu sayang ku. " Ucap Ricko.


Nisa segera munkin memeriksa giginya melalui kaca handphonenya, dan ia tidak melihat setitikpun cabe yg nyangkut di karang giginya. Ricko yang sedaritadi memerhatikan Nisa menahan tawa dan berpura-pura tidak melihatnya. Nisa pun memberitahu Ricko agar dirinya fokus saja pada jalanan bukan dirinya.

__ADS_1


💐💐💐


Sesampainya mereka di toko kecantikan, Ricko menyuruh Nisa agar memilih pakaian yang ia sukai, tetapi tidak ada satu pun yang Nisa sukai dan akhirnya Ricko memutuskan ke toko lain. Sesampai di toko lain, Ricko memilih gaun yang akan di kenakan Nisa. Gaun itu berwarna merah maroon yang sangat pas dengan warna kulit Nisa yang berwarna putih segar, gaun itu di kenakan seharga 2,7 miliar. Ricko juga memilih jas yang akan ia gunakan yaitu berwarna merah maroon dengan dasi berwarna hitam seharga 1,2 triliun.


Setelah membeli gaun, mereka lanjut ke toko photografer. Disana mereka menyewa beberapa orang photographer yang akan ikut bersama mereka untuk memotret keduanya saat bulan madu nantinya. Selepas keluar dari toko, Nisa tiba-tiba berhenti di jalan, ia menatap sebuah toko ice cream yg letaknya di seberang jalan.


" Mau ice cream? " Ucap Ricko.


" Sama tokonya juga ngk masalah. "Ucap Ricko terkekeh.


" Ntar kalau sama tokonya kasian pelanggannya, mereka kehilangan ice cream yg terenak di kota ini dong. " Ucap Nisa.

__ADS_1


" Jadi ini toko ice cream yg lgi viral itu? " Ucap Ricko.


Nisa mengangguk sebagai jawaban. Ricko berjalan sambil menggandeng tangan Nisa menyeberangi jalan raya yg sangat dipenuhi kendaraan berlalu lalang. Setelah berada di toko tersebut terlihat banyak orang yang sedang mengantri untuk mendapatkan ice cream. Ricko pun menyuruh Nisa agar ia menunggunya di kursi kosong didalam toko tersebut. Setelah mengantri sekitaran setengah jam, akhirnya ice cream red velvet pesanan Nisa tersaji diatas meja. Nisa mulai memakan ice cream itu sambil menikmati rasa red velvet yg sangat peka di lidah, Ricko terlihat senang saat istrinya memakan satu per satu cup yg ada di meja.


" Nih, amm cepet. Buka mulutnya ntar ice nya meleleh. " UcapNisa sambil menyodorkan sesendok ice cream.


" Terbalek syang, seharusnya aku yg suapin. " Ucap Ricko mengambil alih sendok tersebut dan menyuapi Nisa.


" Yaudah biar adil, aku pegang satu mas Ricko juga satu. Terus kita saling suap. " Ucap Nisa.


Ricko dan Nisa pun terlihat bahagia, mereka saling peduli satu sama lain. Waktu berlalu begitu cepat sehingga malam terlihat sangat gelap dan hanya bulan yg terlihat bersinar terang. Keduanya berjalan melawati keramaian kota menuju mobil yg mereka parkir di toko gaun pertama.

__ADS_1


Sesampainya mereka di dalam mobil, Ricko melihat wajah Nisa yang berbinar-binar seperti bidadari surga. Ia mulai menancapkan gas menuju kmebali kerumah. Sesampainya mereka di rumah bu Hana, suasana terlihat sepi sebab semua orang sudah pada tidur.


__ADS_2