
Ricko akhirnya di bawa menuju UGD didampingi oleh Denis, ia selalu menatap goresan yang ada di tangan Denis. Denis menyadarinya dan memberitahu bahwa ia tidak merasakan sakit sedikitpun. Tanpa Ricko ketahui, Denis mengalami luka tusukan pisau tajam pada punggung belakangnya, namun rasa itu ia tahan sekuat-kuatnya. Tetapi setelah mengantar Ricko, tak lama ia jatuh pingsan setelah menahan rasa sakit yang bertubi-tubi menusuk dirinya, ia langsung di bawa menuju IGD dan di operasi.
Lisa dan Rita yang mendengar kabar bahwa orang yg mereka cintai terluka segera munkin berangkat menuju rumah sakit. Sedangkan Ricko setelah menjalani pengobatan, ia pergi menuju ruangan Nisa sambil mendorong tiang infus, sebelumnya ia dilarang om Yogi sebab harus beristirahat total. Tetapi ia berkata bahwa ia tidak tahan bila jauh dari istrinya lebih lama lagi.
Sesampai diruangan Nisa, dari jauh Ricko melihat istrinya tengah membuka album pernikahan mereka. Ricko pun berjalan mendekatinya, Nisa yang menyadari kedatangan Ricko segera mengalihkan tatapannya ke arah Ricko. Wajah Nisa mulai berkaca-kaca menahan air mata, ia menatap Ricko tanpa berkedip. Ricko langsung berjalan cepat dan langsung memeluk istrinya.
"Bohong." Ucap Nisa saat ia berada dipelukan Ricko.
"Maaf, yank." Ucap Ricko sambil menangis. "Maafin aku sudah bohong." Imbuhnya.
"Kenapa harus bohong." Ucap Nisa.
"Aku ngak mau buat kamu khawatir, aku ngak mau kmu tambah menderita lagi."
__ADS_1
"Kenapa? lupa dengan janji saat kita menikah? kita berjanji untuk tidak membiarkan menderita satu sama lain."
"Ka,,kaa,, kamu sudah ingat kita pernah menikah?" Ucap Ricko.
"Sekarang aku sudah ingat semua, aku juga ingat siapa Stella."
Ricko semakin memeluk erat Nisa, ia mengeluarkan tangisan bahagia atas kembalinya ingatan Nisa. Begitu pula dengan Nisa, ia memeluk Ricko dengan sangat erat. Tak lama setelah itu, om Yogi datang keruangan Nisa, ia mengatakan kepada Ricko bahwa Gibran sedang koma. Nisa yang mendengar ikut khawatir, ia meminta izin pada Ricko agar menunggu di depan IGD bersamanya. Sebelumnya ia tidak memeberi izin Nisa, tetapi Nisa terus saja memaksa agar ia ikut sehingga membuat hati Ricko mengasihani ratu imutnya.
Sambil menunggu hasil perkembangan Gibran, Ricko yang telah mendengar Denis terluka segera menuju ruang ICU dimana Denis dipindahkan. Nisa dan Ricko melihat Rita yang tengah menangis sambil memeluk tangan Denis. Nisa mencoba menenangkan Rita namun usahanya gagal, Rita terus saja menangis tanpa henti. Nisa mengerti keadaan Rita pasti sangat berat untuk di tanggung.3 jam kemudian, Gibran masih belum ada perkembangan, Ricko mulai memeluk agar menenangkan hati adiknya yang terus saja menangis.
Setengah jam kemudian, para dokter yang menangani calon suami Lisa tersebut menyatakan Gibran telah tiada, ia meninggal pukul 04:48 subuh. Lisa sangat terpukul mendengar pernyataan dari dokter tersebut, begitu juga Ricko, Nisa dan lain-lainnya.
"Ini semua salahku." Ucap Ricko menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Ini bukan salah kakak, ini sala wanita yang aku anggap sebagai kakak iparku! kalau saja ia tidak berurusan dengan mavia pastinya Gibran tidak akan mati meninggalkan diriku sendiri!!"
"Ngak, ini semua salah kakak." Ucap Ricko.
"Berhenti menyalahkan dirimu kak, pelaku sebenarnyaa ada di hadapanku!" Ucap Lisa sambil menunjuk wajah Nisa dengan emosi yang bercampur duka.
"Maafin aku, aku ngak tahu kalau ini terjadi." Ucap Nisa.
"Cukup! kau adalah pembawa sial dalam hidupku, kau telah menghancurkan semua rencana yang aku bangun bersama Gibran." Ucap Lisa.
"HENTIKAN SEMUA!!! sekarang bukan saatnya menyalahkan satu sama lain." Ucap om Yogi yang baru saja tiba dari ruangan Denis.
Nisa sangat tertekan, ia baru tahu ternyata semua orang yang terluka di depan matanya bahkan ada yang sampai meninggal adalah demi mencari pelaku yang menyebabkan dirinya amnesia.
__ADS_1