Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 70 (Kiss baby)


__ADS_3

Hari mulai petang, matahari pun mulai tenggelam. Ricko dan Nisa bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara, sebelum menuju bandara mereka singgah ke rumah bu Hana untuk memberikan kunci cadangan rumahnya untuk menjaga keamanan rumahnya ia juga menyewa seorang security yang sudah sangat terlatih.


Setelah dari rumah bu Hana, Ricko langsung melajukan mobilnya ke bandara tanpa singgah ke tempat lain lagi. Disaat keduanya sampai di lobi bandara, mereka bertemu Gibran, Rita dan Dennis. Karena tidak di beritahu jadi mereka memasang wajah yang sangat kesal, Ketiganya seolah-olah tidak kenal dengan Nisa dan Ricko.


" Kalian kok bisa sampai disini? " Ucap Ricko.


" Ada temanku diam-diam bulan madu, besoknya dapat sial. " Ucap Gibran mengabaikan ucapan Ricko.


" Biasanya kalau mereka sial itu tandanya kena azab. " Ucap Denis.


" Ululu,,, jadi si tembemku juga ngambek nihh. " Ucap Nisa sambil memeluk Rita.

__ADS_1


Saat di peluk, Rita langsung melepaskan tangan Nisa, ia sangat kesal 2x lipat di banding Denis dan Gibran. Pasalnya Ricko dan Nisa akan bulan madu selama 3 minggu dan masing masing 1 minggu dalam satu negara. Nisa terus meminta maaf kepada Rita, karena jadwal keberangkatan pesawat Nisa sebentar lagi, Rita akhirnya membuka mulutnya untuk mengucapkan kata perpisahan dan ia juga telah memaafkan Nisa.


Nisa dan Ricko pun meninggalkan ketiganya di lobi bandara, mereka saling memberi lambaian tangan antara satu sama lain. Rita juga sempat mengeluarkan beberapa tetes air mata dan ia langsung di ejek oleh suaminya sendiri sebab perilakunya sedikit lebay. Ricko berjalan menuju dalam pewasat sambil menggandeng tangan Nisa, mereka berdua terlihat seperti pasangan yang memang di takdirkan untuk bersama. Keduanya mendapati kursi kelas pertama dengan fasilitas mewah, mereka berdua sangat menikmati penerbangan pesawat tersebut. Waktu yang mereka habiskan bersama akan dimulai lebih panjang.


💐💐💐


Setelah menunggu berjam-jam akhirnya mereka sampai di Los Angeles dengan aman dan selamat, Ricko mulai mencari taksi untuk dinaikinya bersama Nisa menuju rumah pribadi istrinya. Sesampai disana mereka mulai membersihkan seluruh bagian rumah tersebut hingga tak sedikit debu yang menempel, seusai bersih-bersih mereka langsung mandi bersama dan beristirahat sejenak.


Pada malam hari Nisa merasa lapar, sebab ia memiliki riwayat maag yang dimana saat lapar tidak boleh di tahan dan harus makan akhirnya mereka pergi mencari makanan cepat saji di tengah kota. Setelah mencari makan mereka langsung singgah ke mall untuk membeli kebutuhan selama seminggu di sana.


" Kamu mau juga yank? " Ucap Ricko.

__ADS_1


" Mas, istrimu ini masih waras. " Ucap Nisa.


" Loh, siapa tau kamu kepingin kan. " Ucap Ricko terkekeh sambil menoel pipi Nisa.


" Udah lah yank, kalau kamu mau tinggal bilang aja, aku ini kan suamimu. " Imbuhnya.


Pipi Nisa pun memerah, ia menggulung bibirnya untuk menahan rasa malunya, Ricko hanya tertawa melihat ekspresi wajah istrinya yang kini mencoba menahan rasa malunya tersebut. Tanpa basa-basi Ricko langsung mengecup bibir Nisa dengan lembut, Spontan Nisa terkejut dan membelokkan matanya.


" Mas ih, nanti ada yang lihat. " Ucap Nisa mendorong jauh perlahan-lahan tubuh Ricko.


" Ngak ada yang kenal kita disini. " Ucap Ricko terkekeh.

__ADS_1


" Takdir ngak ada yang tau mas. " Ucap Nisa.


" Takdir sudah kembali karena lihat kita kissss baby. " Ucap Ricko masih dengan tawanya.


__ADS_2