Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 60 (Tekat untuk sang istri)


__ADS_3

Ricko mulai mencari tahu email ketua mavia tersebut dibantu oleh Gibran serta Denis, selama 4 hari akhirnya mereka mendapatkan email ketua mavia sekarang. Ricko mulai meminta agar anggotanya bernama Frendy Yeki bisa bertemu denganya, awalnya ketua mavia sempat marah sebab orang luar mengetahui nama asli anggotanya tersebut. Setelah berpikir berulang kali, akhirnya ketua mavia tersebut menyetujuinya asalkan mereka bertemu di tempat terpencil tanpa adanya pertolongan dari anggota militer dan uang tunai sebesar 1,98 miliar.


Keesokan harinya pun surat kesepakatan pertemuan mulai dikirim melalui orang yang di utus dri agen mavia tersebut, surat tersebut akhirnya sampai ke tangan Ricko tanpa aliran orang lain lagi. Lokasi pertemuan mulai disepakati secara damai, Ricko juga telah menyiapkan uang sesuai permintaan ketua mavia tersebut.


Nisa yang melihat Ricko berpakaian berbeda dari sebelumnya merasakan kesedihan yang mendalam, dirinya pun bingung kenapa ia merasa sedih hanya karena melihat Ricko berpakaian tak biasanya. Ia menanyakan Ricko akan pergi kemana, Ricko hanya menjawab bahwa dia akan pergi ke markas komando di tengah kota. Nisa meminta agar Ricko tetap disisinya sebelum tidur, Ricko pun menyetujuinya dan ia menunggu istrinya tidur terlebih dahulu sebelum ia pergi.


"Nanti kalau aku lama kembalinya jangan khawatir yahh." Ujar Ricko.


"Emang mau kemana? jangan pergi jauh-jauh." Ucap Nisa dengan mata berkaca-kaca menahan air mata yang sudah siap jatuh.


"Enggak kok, cuma pergi bentar nanti balik lagi. Tidur dah malem." Ucap Ricko menidurkan Nisa di pangkuan serta mengelus kepalanya.


"Janji, harus kembali yah." Ucap Nisa mulai mengekspresikan wajah yang mulai tenang.


Ricko mengangguk sebagai jawabannya, akhirnya setelah menunggu +-9 menit Nisa pun tertidur pulas. Sebelum pergi, ia mengecup bibir Nisa sebanyak 2x dan mengelus rambut istrinya. Ricko sengaja tidak memberitahu kemana ia akan pergi, sebab takut akan mengganggu ketenangan serta kesehatan Nisa.

__ADS_1


💐💐💐


Di lobi rumah sakit Ricko bertemu dengan om Yogi, ia menjadi pangling dengan keadaan yang tidak pas tersebut. Ditambah lagi om Yogi bertanya padanya ia akan pergi kemana. Untung saja pada saat bersamaan Gibran serta Denis secepat munkin memanggil Ricko. Om Yogi pun menyuruh Ricko agar bertemu temannya, tetapi sebelum meninggalkan rumah sakit, Ricko meminta tolong agar om Yogi menelpon bu Hana untuk menjaganya sementara.


Perasaan yang dirasakan om Yogi sama seperti Nisa rasakan, ia merasakan ada sesuatu yang Ricko sembunyikan darinya. Namun om Yogi mengabaikan perasaannya tersebut. Sesampainya om Yogi di dalam ruangan Nisa, ia melihat sebuah amplop terselip di mulut tong sampah, ia mengambil surat tersebut dan membacanya.


Om Yogi terlihat mulai risau setelah membaca surat tersebut yang berisi persetujuan serta lokasi yang diajukan oleh ketua mavia tersebut. Ia mulai memberi perintah kepada seluruh pasukan elite agar bersiap-siap selama setengah jam.


💐💐💐


"Hmm? kenapa nangis kapten?" Ucap Denis saat melihat wajah Ricko dari cermin mobil.


"Istri gue, dia kayak ngak mau lihat gue jauh dari dia lagi." Ujar Ricko.


"Emang dia bilang apaan?" Ucap Gibran.

__ADS_1


"Aku rela bohong sama istriku demi dapat itu pelaku, wahh rasanya aku suami yang bodoh yang ngak bisa ngejaian istriku sendiri. " Ucap Ricko mulai meneteskan air mata.


"Yah mau gimana lagi, lo yakin nih mau ketemu tuh bawahan lo dulu?" Ucap Gibran.


"Udah jangan nangis, anggap aja kita lagi petualangan, oh ya Gib lo sudah siapin helikopternya ngak?" Ucap Denis.


"Aman aja, tapi masalahnya kita ngak bawa senjata ini. Ntar kalau kita di sodorin pistol wahh ngak jadi nikah sama Lisa aku ini."


"Bukannya lo pintar bela diri?" Ucap Ricko sehabis menyeka air matanya.


"Lah, itu kan SMA sekarang gue sudah jadi C.E.O mainan gue,,," Ucap Gibran terhenti.


"Uang kan?" Sambung Denis.


Gibran tersenyum malu, ia mencoba menahan tawanya. Mereka akhirnya berhasil membuat Ricko tersenyum kembali.

__ADS_1


__ADS_2