
Selepas mandi, Nisa merasa sangat lapar ia segera pergi menuju meja makan dan melihat beberapa masakan di sana yang sudah tersaji.
" Waaah makanannya banyak sekali. " Ucap Nisa sambil menjilat bibirnya. namun saat ia hendak mengambil makanan, ia di hadang oleh ibunya.
"Ehh enak betul kamu, pulang sekolah langsung main makan ajah! nyuci baju sana dan satu lagi habis nyuci baju kau tidak boleh makan! karena ini hukuman buatmu yang sudah sangat nakal! selama ini mama diam karena sabar, tapi tidak sekarang! "
" Tapi mah, aku sangat lapar. " Ucap Nisa sambil memegang perutnya.
" Emang mama peduli hah?! " Ucap bu Hana singkat dan pergi meninggalkan Nisa.
Nisa yang tidak tau harus berrbuat apa akhirnya melakukan perintah mamanya, walaupun ia sekarang merasa sangat lapar. Setelah menyuci baju ia langsung pergi tidur, dan melupakan rasa laparnya.
" Hari ini sedang puasa, wajar saja aku lapar." Batin Nisa membohongi dirinya sendiri untuk melupakan rasa laparnya.
Saat sore hari tiba, (pak Johan) ayah Nisa pulang dari Kerja dan meliht istrinya mengomel² tentang Nisa.
"Anak gak tau di untung emang begitu, sudah buat reputasi keluarganya jelek, susah di ajak lebih baik, nyesal aku lahirin kamu di duniaaa Nisaaaa!!! "
" Ada apa ini kenapa marah-marah, ngak malu apa dilihat tetangga?" Ucap pak Johan yang sedang melepas sepatu kerjanya.
"Biar ajah dilihat, ini semua gara² kamu mas manjain terus anakmu itu! Nisa itu udah masuk ruang Bk, dapat sp lagi dari sekolahnya. " Ucap bu Hana yang sedang merasakan emosi yang memuncak.
" Sudah lah ada saatnya dia berubah! " Ucap pak Johan.
Keesokan paginya saat di sekolah Nisa tidak membuat ulah karena kapok dengan akibatnya yang sudah ia rasakan.
" Anak² ini ada surat dari pemerintah, mengenai belajar dirumah selama 3 bulan kedepan, di karenakan adanya wabah virus Covid 19." Ucap Pak Suprik Walikelas Nisa.
Setelah semua surat terbagi, Nisa pun berfikir untuk merubah sikapnya melalui kesempatan tersebut.
__ADS_1
"Ini kesempatanku untuk merubah sikapku dan menunjukan kesemua orang kalau aku bisa! "Batin Nisa.
Bel pulangan sekolah berbunyi dan Nisa segera pulang kerumahnya. Di setiap perjalanan ia berfikir segala upaya yang dapat mengubahnya menjadi lebih baik.
" Assalamualaikum maa. " Ucap Nisa.
" Waalaikumsalam. " Jawab bu Hana yang masih merasa sangat marah.
" Ini ada surat dari,,, " Belum selesa berbicara bu Hana langsung memotong ucapan Nisa.
" Iyah udah tau sana gih pergi mandi. " Ucap bu Hana sedikit mengusir Nisa.
💐💐💐
Nisa berbaring di atas kasur sambil menyalakan AC nya dan mengaktifkan handphonenya. Ia menonton youtube dan melihat lukisan seperti pemain Balet, dll.
Tidak basa basi dia langsung latihan dasar dan terus menerus belajar hingga ia akhirnya menjadi seorang pelukis yang handal, lukisan yang ia buat laris terjual.
" Nisaaa kamu ini mengurung terus di kamar, sudah 3 hari kamu ngak ada keluar kamar, bantu mama cepat. "
"Yoi maa aku datang. " Dengan terburu-buru takut akan mamanya marah lagi karena tidak menurut ia segera berlari keluar kamar.
Setelah membantu bu Hana mebersihkan rumah, ia lanjut berkarya belajar membuat lukisan horor, kerajaan, wajah seseorang, dan flora fauna.
Tidak terasa sudah 2 bulan, cat yang ia beli sebanyk 7 pack itu habis.
" Papa Bisa temanin aku ke minimarket ngak? ada yang mau ku beli." Ucap Nisa.
" Iyah, sebentar yah." Ucap pak Johan sambil mengambil kunci motor.
__ADS_1
Di minimarket Nisa membeli 1 kardus bermacam jenis cat, kuas lukis dan kertas kanvas hingga membuat ayahnya terkejut.
"Ya Allah banyaknya, kamu buat apa ini semua? kamu ngak makan kan? "
"Aku membuat sesuatu paa, mana munkin aku makan hahaha" Ucap Nisa Terkekeh.
Total seluruh belajaan Nisa adalah 88.000
pak Johan segera membayar dan pergi bersama Nisa. Saat hendak naik motor tiba² Nisa berbisik di telinga pak Johan.
" Pah jangan kasi tau mama kalau aku beli sebanyak ini, nanti aku bisa kena marah. "
" Oke aman. " Ucap pak Johan tersenyum dan meraba Puncak kepala putrinya.
Keesokan harinya (Fikry) kakak Nisa datang dari Samarinda. Bu Hana sangat senang melihat anak kesayangannya itu pulang.
Jujur sebenarnya Nisa adalah anak paling nakal di keluarganya, dan mempunyai sifat yang sangat beda jauh dari kakaknya.
" Kamu pulang anakku, dimana istri dan anakmu?" Ucap bu Hana menyambut kedatangan putranya di depan pintu.
" Iyah ma aku bosan di samarinda, istri dan anakku tinggal dirumah ibunya untuk 1 bulan karena ibu mertuaku sering sakit sakitan, kudengar dengar Nisa buat ulah lagi yah? "
" Iyah itu anak buat masalah terus. "
dan lagi² Nisa yang sedang duduk di pinggir kolam renang mendengar dan menatap penuh kesabaran. " Seandainya dulu mama ngak hamil mama ngak akan melahirkan anak seperti dia, yang tugasnya selalu merepotkan saja! " Ucap bu Hana menatap sinis Nisa.
" Maa aku tau aku salah tapi tolong mah, aku ini titipan Allah, kalau mama ngak mau merawatku titip ajah aku dipanti asuhan! jangan menghina aku terus , aku lelah di hina ngak di sekolah, rumah, aku juga punya perasaan yang sama seperti kalian, jika di sakiti aku akan nangiss!" Ucap Nisa meninggalkan bu Hana dan Fikry lalu lari menuju kamarnya.
" Huuu dasar cengeng. "Ejek Fikry.
__ADS_1