Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 62 (Akhir dari pertentangan)


__ADS_3

Didalam ruangan, Nisa yang baru saja terbangun dari tidurnya dikejutkan oleh pasukan berseragam militer dengan lencana berbaur bintang 5 dan 3 sebanyak 7 orang. Beberapa lama kemudian seorang perawat datang dan ia menyuruh Nisa agar memeriksa ingatannya tersebut. Nisa mulai berjalan keluar di temani bu Hana menuju lab pemeriksaan otak, lagi-lagi ia di kejutkan oleh 9 orang berseragam militer menjaga di depan pintunya dari sisi kiri maupun kanan dan ia juga di kawali oleh 1 orang untuk mengantarnya kemana pun ia pergi.


Setelah beberapa lama akhirnya Nisa kembali kedalam ruangannya, Nisa menatap heran dengan pasukan berseragam tersebut disekelilingnya. Bu Hana akhirnya memutuskan untuk menjelaskan hal tersebut di utus oleh om Yogi. Sebab Nisa masih tidak mengingat om Yogi itu siapa akhirnya ia memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi dan lebih baik ia memakan buah-buahan.


Beberapa lama kemudian Frendy Yeki yang baru saja mendarat diatas atap ruma sakit mulai memakai masker serta membawa senjata. Ia tidak tahu bahwa sekarang Nisa telah di jaga ketat oleh pasukan militer.


Sesampainya ia di depan ruangan Nisa, ia dikejutkan berhadapan dengan pakaian tentara. Tak habis cara untuk memasuki ruangan Nisa, ia mengganti pakaiannya menjadi seorang perawat, ia juga membawa sebuah botol kecil berisi cairan sekali suntik akan mematikan orang. Dirinya mulai memasuki ruangan Nisa berada, ia mulai gugup ditambah lagi saat melihat lencana yang terpajang di seluruh baju panglima TNI tersebut. Saat ia hendak menyuntikkan cairan tersebut kedalam infus Nisa, langkahnya terhenti.


"Berhenti! Cairan apa yang kau berikan!" Ucap salah satu seseorang berseragam tersebut.

__ADS_1


"Ini adalah cairan untuk pemulihan ingatan." Ucap Frendy Yeki.


TNI tersebut mulai menarik botol tersebut dari tangan Frendy, dan ia menciumnya.


"Kau berbohong, ini adalah cairan bunga Monkshood yang paling mematikan." Ucap TNI tersebut.


Frendy Yeki pun mulai merasa ketakutan, ia langsung mengeluarkan pistol miliknya, tetapi secepat-cepatnya harimau berlari akan terkalahkan oleh cheetah. Dirinya mulai terbungkam saat 7 pistol mengarah padanya, ia akhirnya ditangkap oleh pasukan militer. Sedangkan rekan tim mavia lainnya yang memantau dirinya dari jarak jauh tertekan dengan apa yang ia lihat, dirinya pun melarikan diri ke atap rumah sakit.


Ghajini memerintahkan kepada bawahannya agar Ricko dan lainnya diperiksa apakah membawa senjata atau semacamnya, Ricko hanya tertawa diikuti oleh Gibran dan Denis.

__ADS_1


Sebelum para mavia tersebut maju, Ricko dan keduanya mengeluarkan senjata yang mereka bawa mengarah Ghajini. Tiba-tiba saja Ricko mengaku kalah, ia mulai menyuruh Gibran dan Denis menaruh senjata tersebut di tanah.


"Aku sangat merindukan perkelahian antara harimau dan singa." Ucap Ricko.


"Kau ingin mencobanya? Singa yang lemah." Sindir Ghajini.


"Kita buktikan saja, siapa yang singa dan siapa yang harimau." Ucap Ricko.


Saat suasana sedang tegang, salah satu anggota mavia tersebut mengabari keadaan yang terjadi di rumah sakit. Sebelumnya Ghajini terlihat bahagia sebab ia menyangka Frendy berhasil menghabisi nyawa Nisa, tetapi setelah mendengar penjelasan yang disampaikan bawahannya, ia mulai marah besar.

__ADS_1


"Apa kau bilang? pasukan militer mengawasi ruangan Nisa?! Frendy Yeki ditangkap pasukan militer?!" Ucap Ghajini.


Ricko dan keduanya sama-sama terkejut mendengar ucapan Ghajini, Ricko mulai mengingat-ingat kembali lagi dengan teliti mengapa ada pasukan militer yang mengawasi ruangan istrinya. Dan ia tersadar bahwa surat kesepakatan masih terselip di tempat sampah, ia mulai menebak bahwa penjagaan itu adalah utusan dari om Yogi.


__ADS_2