Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 63 (Memakan korban)


__ADS_3

Ghajini mulai merasa kesal sebab rencananya kini hancur berantakan, ia mulai menyuruh bawahannya untuk menghabisi ketiganya tersebut. Ketika para bwahan tersebut mengeluarkan senjata, Ricko,Denis dan Gibran langsung menyerang tanpa menggunakan senjata, Ricko mulai mengincar Ghajini tersebut,tetapi Ghajini disekelilingnya dilindungi oleh para mavia. Alarm markas mavia berbunyi yang menandakan bahaya datang, Ghajini menatap ke awan langit dan ia melihat pasukan militer mengelilingi pulau terpencil tersebut. Ia mulai merasa sangat kesal dan emosi, ia langsung mengarahkan senjatanya kepada Ricko yang tengah berkelahi dari amukan harimau, Ricko pun tidak menyadarinya.


Denis yang masih fokus melawan para mavia tidak melihat bahwa kini Ricko dalam bahaya, sedangkan Gibran ia melihat senjata yang mengarah kepada Ricko, ia langsung berlari untuk menyelamatkan nyawa Ricko. Seketika pelatuk senjata ditarik β€œDorrr,,,,” Suara tembakan terdengar keras sehingga membuat Ricko berbalik badan. Ricko sangat kaget, ia melihat Gibran sudah terbaring di tanah dan tidak sadarkan diri. Pada saat itu Ghajini mengambil kesempatan untuk menembak Ricko sehingga membuat Ricko mendapatkan 2 peluru yang menempel di paha kiri.


Om Yogi akhirnya tiba di atas tanah, para pasukannya segera munkin melontarkan berbagai peluru terhadap anggota mavia disana, Denis langsung berlari menuju Gibran, sedangkan Ricko ia berjalan sambil menyeret kaki kirinya. Ghajini langsung pergi melarikan diri menuju belakang gedung tetapi ia terperangkap sebab diseluruh arah sudah dikelilingi pasukan militer.


"Gibran,,, bangun gib, bagunnn!!!!!!" Teriak Ricko sambil menggoyang goyangkan bahu Gibran.


"Ya Allah,,, semoga Gibran nga kenapa-napa." Ucap Denis.

__ADS_1


Om Yogi yang melihat keberadaan ketiganya segera menyuruhnya menaiki helikopter medis menuju rumah sakit dengan fasilitas terbaik. Awalnya Ricko menolak ikut karena ia harus menghabisi para harimau yang mengamcam nyawa seluruh orang yg dia sayangi. Tetapi om Yogi menenangkan pikiran Ricko agar mengikuti perintahnya. Tetap saja Ricko menolak dan akhirnya ia mengambil senjata yang berceceran di tanah, ia langsung menembak seperti sedang membunuh rombongan semut.


"Bawa dia pergi ke rumah sakit, biarkan Ricko menyusul." Ucap om Yogi.


"Siap, jenderal besar." Ucap Denis hormat.


Dengan penglihatan tajam, mata Ricko langsung tertuju pada Ghajini yang berdiri di atap gedung berlantai 3 tersebut. Ia langsung menembaki bahu Ghajini sehingga membuat Ghajini jatuh kebelakang. Ricko langsung berjalan menuju atap gedung di temani oleh pasukan militer yang menggandengnya, ia menangkap Ghajini yang tengah tidak sadarkan diri.


πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Dirumah sakit Nisa yang sedang tertidur tiba-tiba saja terbangun sebab mendengar kericuhan yang terjadi di luar ruangannya, ia hendak keluar sejenak untuk melihat keadaan disana, tetapi ia di hadang oleh letnan jendral sebab Ricko yang memintanya sebab ia takut Nisa akan khawatir melihat kondisinya yang sudah terkena tembakan.


Keributan terjadi saat istri dari salah satu prajurit yang tengah hamil besar telah tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit sehingga membuatnya menangis histeris.


Ricko berjalan pincang langsung menuju IGD tempat Gibran sedang menjalani operasi, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Gibran, ia merasa dirinya berhutang nyawa pada Gibran.


"Rick, kmu harus di obati dulu." Ucap om Yogi.


"Om Yogi dan Denis ngak kenapa-napa kan?" Ucap Ricko.

__ADS_1


"Sudah jangan khawatirkan kita, ini cuma lecet kecil 2 hari sudah sembuh. Kamu harus keluarin peluru agar tidak infeksi." Ucap om Yogi.


__ADS_2