
Sesampainya di lokasi kejadian, Gibran dan Ricko langsung mencari sesuatu yang munkin akan membawa nya menuju kebenaran. Namun hasil nya nihil, mereka sama sekali tidak menemukan apa pun disana.
Gibran :" Lo sudah cek rekaman CCTV di hotel ngak? "
Ricko :" Waktu itu gue ngak sempett. "
Gibran mengangguk paham, dia segera melajukan mobilnya bersama Ricko menuju hotel tempat dimana Ricko di jebak.
Sesampainya di sana Ricko meminta langsung pada staf di sana untuk bertemu pemilik hotel. Kebetulan Gibran mengenal pemilik hotel di sana, Staf di sana mencoba mencegah dengan berkata " Pemilik hotel disini sedang keluar kota pak. "
Kenyataannya saat mereka keluar menuju parkiran, Gibran melihat pemilik hotel sedang turun dari mobil.
Gibran :" Rick, ada yang ganjal disini. "
Ricko :" Maksudmu? " Ucapnya menatap bingung Gibran.
Gibran :" Lihat disana, itu adalah pemilik hotel ini. " Ricko menoleh ke arah yang di tunjukan Gibran, mereka bergegas menemui pemilih hotel.
Gibran :" Pak Jemi. "
Pemilik hotel disana menoleh dan ekspresi wajahnya mulai ketakutan, pasalnya Gibran adalah seorang yang kaya raya, dia bisa saja menggunakan kekayaannya untuk menuntut seseorang yang menurutnya bersalah.
Jemi :" Pak,, pak,, pak Gibran ada apa datang kesini? " Ucapnya yang masih belum menyadari kedatangan Ricko di sana.
" Haduhh kacau ini kalau dia nanyak macem-macem bisa habis di tangan Stella atau Gibran aku ini, untungnya Ricko ngak datang sama dia. " Batin Jemi.
Gibran :" Saya ingin memeriksa rekaman CCTV pada malam hari tanggal 3 Juli bertepatan hari kamis. "
Jemi :" Maaf pak, tapi saya ada urusan penting, saya pergi dulu. "
Saat Jemi hendak memasuki kembali mobilnya, Gibran secepat munkin menghadang pintu mobil.
Gibran :" Saya hanya ingin melihat, kenapa bapak menghindari saya? "
Karena ketakutan, Jemi langsung memberi kode kepada anak buahnya di sana untuk menyerang Gibran. Tetapi Ricko lebih dulu mengeluarkan pistolnya.
Ricko :" Berani kau menyentuh Gibran bisa saja ku tuntut 1 tumbuh 1.000, cepat kalian taruh senjata kalian di bawah."
__ADS_1
Anak buah jemi segera meletakkan senjatanya di tanah, Ricko langsung berkeliling mengumpulkan sambil menyeret pistol tersebut dengan kakinya.
Ricko :" Sebaiknya jawab saja pertanyaanya daripada kalian harus tanggung akibatnya. " Ucapnya sambil menyodorkan senjata.
Jemi :" Oke akan ku jawab, rekaman CCTV sudah di hapus, sekarang clips ada di tangan Stella. Dia menyuapku untuk menutup mulut."
Mendengar pernyataan pemilik hotel, Ricko langsung menelpon kepolisian untuk datang menahan Jemi atas penuduhan pembelaan kejahatan. Polisi datang dan segera membawa Jemi beserta anak buahnya.
Ricko lagi-lagi kehabisan ide sebab rekaman CCTV di hotel sudah di hapus, sedangkan Gibran memiliki pemikiran yang tiba-tiba terlintas di otaknya.
Gibran :" Rick, ikut aku ke perusahaanku."
Ricko :" Ngapain?"
Gibran :" Ada sesuatu yang mau aku tunjukan."
Ricko dan Gibran bergegas menuju perusahaan Gibran dimana jarak antara hotel dan perusahaannya membutuhkan waktu sekitaran 3 Jam.
Gibran :" Nih kunci, lo yang bawa mobilnya, gantian gue capek. " Ucapnya melemparkan kunci mobil kepada Ricko.
Ricko :" Ngpain ke perusahaan elo? " Ucapnya mulai menancapkan gas.
Ricko :" KENAPA LO BARU BILANG SEKARANG!! " Ucapnya dengan nada tinggi.
Gibran :" Gue baru inget nj***rr, otak gue ini mulai lemot habisnya kurang kasi sayang. "
Ricko langsung menginjak gas menambah kecepatan mobil dan mengebut tanpa lihat sekitarnya. Gibran yang duduk di sebelahnya mulai memegang kuat-kuat penyangga di atasnya.
Gibran :" Rick, gue tau lo dulu mantan pembalap, tapi sekarang lo tentara,, gue ngak mau mati sama loee, gue masih mau nikah mau ena-ena punya anak dan tua bersama istri gue RICKOOOOO!! " Ucapnya sedikit ketakutan.
Seusai berkendara Ricko baru tersadar saat melihat jam di tangannya kalau dia menempuh waktu hanya 1 jam 35 menit dan sampai di perusahaan Gibran.
Ricko :" Akhirnya kita sampai juga, dimana ruang keamanan Gib? "
Gibran menunjuk ke arah kanan dan ia mulai berlari kesana di susul oleh Ricko dari belakang. Sesampainya di sana Ricko tidak melihat ruang keamanan melainkan toilet.
Ricko :" Gib, mana Ruangan nya? "
__ADS_1
Gibran :" SABAR BANG*AT GUE MUAL GARA-GARA LOE. " Ucapnya kesal kemudian berlari masuk kedalam toilet.
" Lebih baik gue naik becak di banding harus ikut sama Ricko." Batin Gibran.
💐💐💐
Suasana di rumah Nisa kini terlihat sunyi, Sebab kejadian itu Nisa jarang makan dan bahkan dia mengurung diri di dalam kamar.
Bu Hana :" Nak,, makan nasi dulu dari kemaren kmu makan sayuran teruss. "
Nisa tidak menjawab sepatah kata pun, dia masih menatap dan memeluk kenangannya.
Nisa :" Taruh di meja makan ajah mah, ntar Nisa ke bawah. "
Bu Hana :" Bener yah,, sampai mama kembali dari supermarket mama lihat nasi nya ngak habis awas lohh. "
Bu Hana segera menuju lantai bawah dan menaruh sepiring nasi di atas meja makan kemudian dia pergi ke supermarket.
Nisa yang tadi membuang hp nya segera turun ke lantai bawah menuju kolam renang, dia melihat handphone nya berada di dasar kolam lalu menghembuskan nafas kasarnya.
Dia menatap lama dasar kolam, selepas ia melepas kesedihannya dia kembali ke kamar untuk bersiap-siap membeli handphone baru.
Sampai ia lewat di meja makan, dia melihat sepiring nasi yang ibu nya berpesan agar dia memakannya.
Nisa memakan nasi sebanyak 2 sendok kemudian minum dan pergi meninggalkan rumah.
Adit :" Non,, mau kemana? " Ucap Adit yang masih muda, dia berusia 1 tahun lebih muda dari Nisa. Adit adalah supir keluarga Nisa.
Nisa :" Loh? Adit kmu ngak anterin mama? "
Adit :" Katanya ibu nya non mau naik mobil sendiri. "
Nisa mengangguk paham kemudian dia menjawab pertanyaan Adit sebelumnya.
"Gue mau nyari udara segar,, nanti kalau di tanyain sama mama bilang ajah, Takasubes. "
Adit :" Tapi ap,, "
__ADS_1
Belum sempat Adit bertanya, Nisa sudah masuk ke dalam mobilnya. Setelah keluar gerbang Nisa langsung menginjak gas dengan kecepatan tinggi. Adit yang melihat Nisa langsung berlari keluar gerbang.
Adit :" NON,, PELAN-PELAN. " Ucapnya meneriaki Nisa dari pintu depan gerbang.