
JANGAN LUPA DI VOTE YAH GAIYSSS 🕊️
" Aduh bodohnya aku ngapain beli high heels tinggi sekali sih, jadi gemetar ini jalan. " Batin Mia keluar dari mobil.
Saat Mia berjalan mengunakan sepatu yang baru ia beli, ia terpeleset, bertepatan saat itu juga Gibran yang tidak sengaja lewat ia melihat Mia hampir jatuh akhirnya ia menahan tubuh Mia.
" Wah malaikat pencabut nyawa tiba tiba datang nyelametin aku, gilak banged ini mah gantengnya ngak ketolongan. " Batin Mia.
" Cantik banged nih cwek, serasa nyelametin bidadari dari surga. " Batin Gibran.
Ricko :" Heem, Gibran kamu sudah datang. " ucapnya menyadarkan mereka berdua.
Gibran :" Ehh iyah Rick, aku nyari Denis sama Rita tapi belum datang. "
Ricko :" Ohh gituuu. "
Gibran :" Iyah gituuu...." Ucapnya sedikit gugup.
Ricko :" Oh Mia kenalin teman SMA ku, namanya Gibran. " Ucapnya mempersilahkan mereka berkenalan.
Gibran :" Oh Hai, Gibran. " Ucapnya menjulurkan tangan.
Mia :" Hai, Mia. " Ucapnya kembali menjulurkan tangan.
Ricko :" Kok tangan kalian berdua gemetar?" Ucapnya tersenyum. " Mia itu pipimu kayaknya ketebelan pakai blush on deh, merah banged. "
Mia dan Gibran saling menatap, mulai merasakan suhu tubuh yang mulai memanas, mereka langsung pergi begitu saja tanpa basa basi.
" Ada apa ini kenapa aku gugup depan itu cwek. " Batin Gibran sehabis meminum air didalam sebuah gelas.
Lisa :" Loh kok loe minum airnya. " ucapnya yang baru saja datang dan memegang pot bunga edellweis.
Gibran :" Maaf buru Buru soalnya. " Ucapnya menarik nafas secepat munkin seperti habis dikejar anjing.
__ADS_1
Lisa :" sebenarnya kalau airnya matang ngkpp, lah itu loe minum air kran. " Ucapnya terkekeh.
Gibran :" APA AIR KRAN!! " Ucapnya ngegas karna terkejut. " kenapa bisa ada air kran disini sih! "
Lisa :" Makanya lain kali kalau punya mata dipakai jangn dipajang doang , udah jelas kan disini bukan tempat minuman, loe ngak baca tulisannya (Menunjuk ke arah papan bertulis * Disini Wastafel * )
Gibran :" Ya Tuhan ada apa denganku. " Ucapnya mengusap wajahnya. " terus lo mau apain air itu tadinya. "
Lisa :" ini bunga kesayangan gue haus. " ucapnya menunjukan pot bunga.
Gibran :" Bunga apaan tunasnya ajah ngak ada apa lagi bunganya. " Ucapnya melangkah ke arah Lisa sedikit Demi sedikit sehingga tidak menyisahkan jarak.
Lisa :" yaiyalah, barusan ku tanam. " Ucapnya saling tatap menatap.
" Sialaaaan ada apa denganku, kenapa ngak nahan liat wajah ini cwek cantik banged. " Batin Gibran menatap wajah Lisa tidak kedip. sekali pun.
" Mimpi apa aku semalem, kenapa jantungku berdebar debar kayak kesamber petir sih. " Batin Lisa menatap wajah Gibran dan tidak sesekali kedip juga.
Disaat mereka lagi tatap tatapan, seorang anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran tidak sengaja menabrak Lisa dan membuat ia jatuh terbaring ditanah bersama Gibran, Lisa juga akhirnya jatuh dalam pelukan Gibran.
" Ya ampun kenapa badanku terasa semakin panas sih. " batin Gibran dimana tubuhnya sudah mengeluarkan beberapa tetes keringat.
Gibran :" Jodohku... kau sudah datang." Ucapnya tidak sadar.
Lisa :" Iyah aku sudah datang menemuimu. " Ucapnya tidak sadar juga.
Xx :" Kak maaf yah ngak sengaja tadinya. " Ucap seorang anak lelaki Yang tidak sengaja menabrak Dan menjatuhkan mereka berdua membuat mereka tersadar Dan bangun dari atas tanah.
Lisa :" I..I.. iya dek ngkpp. " Ucapnya merasa gugup. " Maaf aku harus pergi dulu. " saat Lisa pergi berlari ke luar taman, ia menjatuhkan sapu tangan bertulis *L*
Gibran :" Ehh tunggu, ini sapu tanganmu jatuh woiiii. " teriaknya sembari melambai lambaikan sapu tangan. Lisa Yang sudah jauh dari tempat tukar cincin itu tidak menoleh sedikit pun.
💐💐💐
__ADS_1
Nisa :" Pah, Mas Ricko udah datang belom? " Ucapnya duduk di atas balkon menghadap gerbang depan.
Ricko :" Iyah dari tadi sudah datang. " Ucapnya dari belakang Nisa.
Nisa :" Mas kamu sudah sampai, papaku tadi disini kemana? " ucapnya berbalik badan terkejut karna Ricko Yang menjawab.
Ricko :" Tadi katanya kebawah sebentar. "
Nisa :" Ohh ngak nnyak. "
Ricko :" Untung hari spesial. " ucapnya tersenyum sembari menyingkirkan anak rambut dari pandangan mata Nisa.
Nisa :" kenapa hari special ? ngak istimewa ajah. "
Ricko :" Nanti kalau sudah menikah baru hari istimewa. "
Saat mereka sedang berduaan di depan balkon, Rita Dan Denis Yang baru saja sampai langsung mencari keberadaan Nisa Dan Ricko. mereka berdua menuju kmar Nisa, tanpa mengetuk pintu mereka langsung masuk Dan terdiam sesaat melihat Ricko menggandeng pinggang Nisa Dan saling bertatapan.
Denis :" Beib kita Salah waktu, seharusnya kita ketok dulu pintunya sebelum msuk. " ucapnya berbisik.
Rita :" Hiss kmu sih. "
Nisa Yang menyadari kedatangan Denis Dan Rita langsung melepaskan tangan Ricko dari pinggang mungilnya itu.
Ricko :" Eh bisa ngak sih ketok dulu sebelum masuk kamar orang. "
Denis :" Ya maaf kapten, habis dicari cari ngak ada. "
Ricko :" Kamu kira aku anak kecil apa. "
Rita :" Mamanya Nisa tdi bilang kalau Nisa ngak keluar kamar, tar kalau dia diculik kayak apa haa. " ucapnya sedikit mengomel
Ricko :" Yah kalau ilang cari baru lagi lah. " ucapnya terkekeh.
__ADS_1
Nisa :" Semua cowok sama ajah. " ucapnya menatap Sinis. " Rita, Lets go. " menarik tangan Rita menuju keluar kamar.