
Sebab kedua orang tua Gibran sudah meninggal 8 tahun lalu, jenazah Gibran di proses di rumah Ricko. Lisa masih saja menangis hingga sekarang terhitung 3 jam lamanya. Ricko mulai memandikan mayat Gibran, saat ia memandikan Gibran, ia melihat bibir Gibran berwarna biru pucat dan membuatnya mengeluarkan rintihan air mata.
"Lis, setidaknya minum dulu." Ucap Nisa menyodorkan segelas air.
"Jangan sok perhatian kamu! " Ucap Lisa menjatuhkan gelas dari tangan Nisa.
"Lisa, ini semua salah kakak! jangan kamu salahkan istriku. Biarpun kamu adikku aku akan tetap membela istriku! "
"Ricko, Lisa! ikut om, om mau bicara! " Ucap om Yogi.
Ricko dan Lisa segera mengikuti om Yogi dari belakang, sedangkan disana Nisa menetap seorang diri sambil melihat Gibran yang sudah terbungkus kain kafan. Rita tidak bisa pergi melayat sebab ia harus menjaga Denis yaitu suaminya, tetapi keadaan merubahnya. Tidak lama Denis dan Rita datang menemui Nisa, Rita mulai duduk disamping Nisa sedangkan Denis menangis di depan mayat Gibran.
" Kalian datang? Denis masih terluka, kenapa kamu datang kesini? " Ucap Nisa.
__ADS_1
" Denis bersikeras kalau dia akan merasa bersalah seumur hidup jika tidak melihat Gibran untuk yang terakhir kalinya." Ucap Rita.
" Rita, maafin aku. Karena aku ada yang meninggal, ada yang terluka. Ini semua salahku, aku berhutang nyawaaa Rit,,, " Lirih Nisa sambil mengeluarkan air mata dan memeluk Rita yang berada disampingnya.
"Ngak masalah, ini semua sudah terjadi mau gimana lagi. Munkin sudah waktunya Gibran kembali di sisi yang maha kuasa."
Nisa terus menangis di pelukan Rita, ia tidak melepaskan Rita sedikit pun. Baginya Rita adalah sosok ibu keduanya, jika ia mempunyai masalah Rita selalu ada di sisinya.
💐💐💐
"Maaf om, aku lupa dengan sopan santunku." Ucap Ricko.
"Dan kamu Lisa, semua ini bukan salah siapa-siapa, ini semua salah om yang mengabaikan permintaan kakakmu. Lihat dia sampai nekat bertindak di luar kendali." Ucap om Yogi. "Ricko, sebaiknya menjaga istrimu agar dia tidak banyak pikiran."
__ADS_1
"Om, dia itu bersalah! sebab dirinya calon suamiku meninggal om!" Ucap Lisa.
"Sudah om bilang, ini bukan salah siapapun. Sekali lagi kau menentang penjelasan om lihat saja akibatnya." Ucap om Yogi.
Om Yogi kembali dari balkon dengan diikuti Lisa dan Ricko. Nisa melihat wajah Lisa yang sedang menatap dirinya dengan tatapan yang sangat tajam, ia mulai menatap kembali dengan tatapan berkaca-kaca. Mayat Gibran mulai dimasukan kedalam peti jenazah, Lisa mulai menangis histeris sambil memeluk mayat Gibran. Keajaiban tuhan tidak ada yang tahu, saat penutup peti akan dipasangkan, tiba-tiba saja Nisa melihat mata Gibran sedikit bergerak.
"Gibran hidup! aku liat dia bergerak." Ucap Nisa mengeluarkan aura bahagia.
"Kau tersenyum? sekarang di depan mayat orang yg ku cintai kau tersenyum? apa kau sudah gila?! " Ucap Lisa melototkan kedua matanya kepada Nisa.
Nisa mendekati Gibran untuk membuktikan bahwa dirinya benar, ia mulai mengecek hidung Gibran, dan ternyata ia benar. Gibran mengeluarkan nafasnya dan membuka matanya. Semua orang mengekspresikan perasaan bahagia dan sebagian takut sebab melihat mayat yang hidup kembali.
"Sayang, kamu hidup. Ingat aku siapa?" Ucap Lisa segera berlari menuju peti Gibran.
__ADS_1
"Allahu akbar, tadi aku ketemu cahaya putih yang sangat silau. Sosok itu berkata kalau sekarang belum waktuku untuk datang kesna, masih banyak tugas di dunia yang harus aku selesaikan." Ujar Gibran.
Ucapan Gibran membuat semua orang yg mendengar melongo dengan tatapan menakutkan. Tiba-tiba saja Denis berteriak alhamdulillah atas kembalinya nyawa Gibran, Ricko langsung memeluk Gibran yang masih terbungkus kain kafan tersebut. Tak lama kemudian Lisa pingsan sebab kelelahan menangis.