
"Cepat kau lacak plat ***** kalau sudah dapat segera beritahu aku!" ucapnya pada 2 orang pengawal didekatnya.
Nisa :"lepasin akuu! siapa kaliannn apa mau kalian?!" teriaknya sedang beridiri disebuah tiang dalam sebuah gudang dengan tangan, kaki diikat dan mata yang terikat kain hitam.
Stella :"apa mauku? ya gampang lah kamu tinggal putus sama Ricko selesai." ucapnya duduk ala model sambil mengasah sebuah pisau.
Nisa :"Stella??" ucapnya merasa terkejut.
Stella :"kenapa kok kaget? santai ajah kali." ucapnya mendekati wajah Nisa. "kita main aman, kamu lepasin Ricko, aku lepasin kamu hidup hidup! gimana?"
Nisa :"sampai kapan pun, kamu ngak bisa dapatin Mas Ricko dari aku! cewek seperti kamu hanya tau berlian, bukan perasaan!"
Sontak saja Stella langsung menampar wajah Nisa dan membuat hidungnya mengeluarkan darah. Stella memfoto wajah Nisa dan Menghubungi Ricko.
***Stella π©π»:"Coba liat wajahnya, imutkan? ada darah yang mengalir lagiπ"
Rickoπ§π» :"Dasar ngak waras!!! lepasin dia bodoh!!"
Stellaπ©π» :"kok kamu galak sih sama aku, jadi tambah gemesss deh."
Rickoπ§π» :"Gilak ini anak! maumu apasih apa!"
Stellaπ©π» :" kita kembali kayak dulu lagi."
Rickoπ§π» :" Jangan Harap!! "
Stella π©π» :" Yaudah sih terserah kamu, jangan harap juga bisa ketemu sama Permaisurimu." ucapnya lalu memutuskan sambungan***.
Ricko :"Lacak Posisi Nomor ini berada cepat!" Perintahnya kepada salah satu pengawal yang merupakan hacker.
Xx :" Tuan Muda, Dari sini dilihat kalau posisinya berada di gudang penyimpanan senjata terlarang!"
Ricko :"Siapkan semua pengawal bersenjata lengkap! kita harus kesana!"
ππππ
__ADS_1
Nisa :"Mas Rickoo tolong akuuu!!" teriaknya sambil menangis.
Stella :"Berisik tau ngak!!" ucapnya berdiri disudut pintu depan gudang. "Cepat lepaskan pengikat matanya, ikat mulutnya kuat kuat." perintahnya kepada suruhannya itu.
Saat Nisa mencoba membuka ikatan tangannya, salah satu anggota kelompok Stella yang melihatnya langsung menyodongkan Senjata tepat di disisi kanannya. "Kau mau mati atau tetap Hidup."
Stella :"Wah berani sekali yah, sekali lagi kamu begitu bener ku bunuh kamu!!" ucapnya menyodongkan pisau di leher Nisa.
"Semua kelilingin Gudang cepat!!" perintah tegas Ricko kepada semua pengawalnya. Saat Ricko masuk dari samping gudang ia melihat Stella sedang menyodongkan pisau, Ricko menembak pisau hingga jatuh.
"Duaaarr... " terdengar suara tembakan dari pistol Ricko, sontak saja membuat pihak lawan mengeluarkan pistol, namun tertahan karena pengawal menyodongkan senjata pas dikepala mereka.
Stella :"Sialan!! Ricko kau sedang apa disini! " Ucapnya mengepal jari jarinya merasakan emosi yang sangat kuat.
Ricko :"Yah selamatkan permaisuriku lah mau mu apa lagi hahaha." ucapnya santai mendekati Nisa.
Stella :"Haha ngak semudah itu." ucapnya langsung mengeluarkan pistol dan menyodongkan ke kening Nisa membuat Ricko terhenti. "sekali lagi kau maju, ku tarik pelatuk ini."
Nisa :" Mas Ricko, Terimakasih sudah selamatin aku." ucapnya Tersenyum lalu memeluk Ricko.
Ricko :" Iyah sama sama, aku minta maaf yah karna sudah biarin kamu pergi sendiri."
Nisa :"Ngak ko, Aku yang minta maaf karna tadi seharusnya aku pergi sama mas Ricko."
Tom :" Tuan muda, kita apakan dia? masukan dalam penjara?" ucap pengawal setia keluarganya.
Ricko :"Kirim dia ke penjara Indonesia ajah."
ππππ
Setelah memasukan Stella kedalam penjara, Ricko dan Nisa kembali menuju Rumah. sebelum mereka pergi pulang Ricko membeli Gulali berwarna Biru.
Ricko :"Nih makan habisin, spesial itu." ucapnya menyodongkan 1 Gulali beruang
__ADS_1
Nisa :"Apanya yang spesial? perasaan ngak ada hadiahnya." ucapnya melihat sekeliling gulali tersebut.
Ricko :"tadi warungnya mau tutup, itu terakhir sebenarnya penjualnya ngak mau buatin, jadi ku sogok deh make uang lebih."
Nisa :"Apa sogok!!" ucapnya terkejut dan berhenti berjalan. "Mas itu melanggar undang undang tau."
Ricko :"Yaudah sini deh ku kembalikan." ucapnya menarik gulali lalu berbalik badan.
Nisa :" ehh jangan dong, barang siapa yang sudah diberi tidak baik jika meminta kembali tau." ucapnya menarik kembali gulali.
Ricko :"Iyah iyah ngak kok, bercanda ajah." ucapnya tersenyum dan mengacak acak rambut Nisa.
Nisa :" Oh iyah mas, aku mau nanyak, kenapa papa mas Ricko jadi baik sama aku?"
Ricko :"Ngak boleh tau."
Nisa :" Ngak boleh tau itu apa? "
Ricko :" Rahasia "
Nisa :"Rahasia itu apa?"
Ricko :"Rahasia itu.. disuruh habisin gulali nya." ucapnya menarik telinga gulali beruang.
Nisa :"Aaaaaa mas Rickoo kenapa di cabut telinganyaaaa." ucapnya merengek seperti anak kecil
Ricko :"Loh dibeli kan buat di makan bukan di pajang." ucapnya melahap beberapa bagian telinga gulali.
Nisa :" Cantik tau beruangnyaa, sayang kalau dimakan."
Ricko :"Ciee manggil sayang uduyy." ucapnya mencolek dagu Nisa.
Nisa :" Aaa aku kesel pokoknya." ucapnya merasa kesal dan meninggalkan Ricko begitu saja
Ricko :"Hei sayang kok aku ditinggal sih." ucapnya berjalan melompat lompat mengejar Nisa.
__ADS_1