
Acara pertunangan sedang di adakan, bnyak para wartawan yang diperbolehkan masuk untuk menyaksikan pertunangan agar mencegah rumor palsu yang sedang beredar.
terlihat sepasang kekasih saling bertukar cincin, banyak orang yang bertepuk tangan menyaksikan kebahagiaan Ricko dan Nisa, terkecuali Gibran, Mia dan Lisa yang terus saja mengingat kejadian yang barusaja mereka alami.
Rita :" Enaknya jadi Nisa sudah tunangan. " Ucapnya memberi kode kepda Denis disampingnya.
Denis :" Ndeee kamu mau kah, besok lusa tunangan juga kita. "
Rita :" Halah omdo.. " ucapnya sedikit kesal.
Denis :" Iss dikasi tau juga. " ucapnya terkekeh. "
selepas bertukar cincin, Rita dan Denis duduk bersama Ricko dan Nisa, mereka saling bertukar cerita tentang masa lalu mereka masing masing.
Ricko :" Ehh btw Gibran kemana? "
Denis :" Tadi ku lihat dia berdiri paling ujung terus keringetan gitu sih, kayak orang grogi. "
Nisa :" Palingan habis jatuh Cinta pandangan pertama. " ucapnya terkekeh.
Denis :" Ehhh bisa jadi juga tuh, kemaren aku gitu pas ketemu Rita, kaku serasa badanku di iket mati ngak bisa gerak. "
Rita :" Alay loe. " ucapnya tersenyum.
Gibran yang melihat Teman temannya dari kejauhan sedang berkumpul disebuah meja segera mengumpulkan keberanian untuk mendatanginya.
" Harus Cool ngak boleh kaku , lu cowok bukan bencong. " batin Gibran sembari merapikan pakaiannya.
Gibran :" Oyy pada ngapain lu semua. " Ucapnya sok cool dan tersenyum.
Ricko :" Darimana ajah kau. "
Gibran :" Aku dari sana. " ucapnya menunjuk arah gerbang. tidak lama mereka ngobrol Lisa datang mengucapkan selamat pada Ricko.
Lisa :" Kak selamat yah udah tunangan. " Ucapnya berdiri di sisi kanan Ricko.
Ricko :" Tumben baik. " ucapnya mencubit pipi adiknya.
__ADS_1
Gibran yang mendengar suara ngak asing lagi segera membalikkan badan, dan ia terkejut dengn kedatangan Lisa.
" Kamu lagi. " Ucap mereka berdua saling menunjuk satu sama lain. Gibran yang melihat Lisa hendak pergi langsung di cegah.
Gibran :" Ehh Tunggu dulu jangan lari, aku mau bilang sesuatu. " ucapnya menarik Tangan Lisa.
Lisa :" Ihh lepasin nah, aku dipanggil mamaku tadi. " ucapnya mencoba melepas genggaman Gibran.
Nisa :" Pandangan pertama awal aku berjumpa. " Nyanyian Nisa membuat Gibran dan Lisa tertegun saling menatap.
" Mati gw kejebak depan kak Ricko lagi. " batin Lisa, alhasil Gibran yang tidak melepaskan genggaman tangannya sgera menggigit tangan Gibran dan berhasil kabur.
Gibran :" Aaaaaaa fu*k Da*n." teriaknya menggemparkan semua orang yang hadir disana.
Ricko :" Lebay banged sih gitu ajah teriak, kan jadinya lu diliatin orang orang. " Benar saja orang yang hadir semuanya menatap ke arah meja Ricko, terutama Gibran yang malunya ngak ketolongan.
Gibran :" Adekmu itu keturunan vampir tau ngak, coba lihat tanganku berdarah digigitnya. " ucapnya menunjukkan tangan yang mengeluarkan setitik darah.
Ricko :" What the... gilak itu ank, setiap aku kelahi ngak pernah sampai digigit njirrrrrrr. " ucapnya terkaget kaget melihat kelakuan adiknya. " Maafin adekku yah, salahmu juga ngak lepasin tangannya. "
Gibran :" Besok besok kalau aku ketemu.. " ucapnya bengong. " ngak kusentuh sama sekali. "
💐💐💐
Nisa :" Mah aku mau ke rumah sakit dulu yah, ada urusan penting soalnya. " ucapnya turun dari tangga sembari memakai Tootbag.
Bu Hana :" emang kamu ngak capek hbis tunangan langsung ke rumah sakit. "
Nisa :" Mah, Janji dokter adalah menyelamatkan nyawa manusia dalam keadaan apa pun. "
Fikry :" Hilih aku sakit ajah ngak kmu obatin. " ucapnya datang dari pintu belakang bersama anaknya.
Nisa :" Salah sendiri ngak berobat ih. "
Bu Hana :" Ngak makan malam dulu? "
Nisa :" nanti kalau sempat makan di luar ajah mah. "
__ADS_1
Bu Hana :" Yaudah hati hati dijalan, jangan ngebut kalau bawa mobil. "
Nisa :" Yoi mah. "
Diperjalanan Nisa melajukan mobil kerumah sakit, karena ada pasien yang sudah sekarat sebab bunuh diri.
Nisa :" Rit, dimana pasiennya? "
Rita :" Ada didalam, pasien baru saja tiba. "
Nisa :" Segera siapkan ruang operasi untuk pasien, sepertinya dia meminum racun bunga foxglove. " ucapnya sehabis mengecek hasil X-ray pasien.
Rita :" Baik dok. "
Operasi berlanjut selama 9 jam, Ricko yang tidak mendengar kabar dari Nisa semenjak selesai pertunangan segera menghubunginya.
" Duh kenapa ngak di jawab sih. " Gumamnya penuh kekhawatiran. ia mencoba menelpon berulang kali namun tetap saja tidak ada jawaban.
Nisa :" akhirnya selesai juga, aduh sudah jam 3 pagi. " ucapnya melihat jam ditangannya.
" Tok Tok,, " Suara pintu diketuk.
Nisa :" Masuk. " ucapnya bersandaran di kursi. " Rit,, kamu ngak pulang? "
Rita :" nih ngopi dulu, Capek masian malas bawa mobil. " ucapnya sembari memberikan secangkir kopi.
Nisa :" Aneh, ada orang pengen hidup dia malah mau mati, giliran orang yang udah mati ajah pengen hidup. "
Rita :" Makanya jangan sia sia kan hidup. " ucapnya menseruput kopi.
saat mereka sedang berbincang, Ricko kembali menelpon Nisa.
📞📞📞
Ricko :" Darimana ajah kok baru angkat. "
Nisa :" Habis operasi pasien, emang Mas dri tadi ngak tidur. "
__ADS_1
Ricko :" ngak nungguin kamu, emang kamu ngak capek apa baru selesai acara sudah masuk ruangan operasi lagi. "
Nisa :" Ngak lah, aku kan cwek strong. " Ucapnya terkekeh.