
Tanpa mereka sadari tepat di belakang mereka terdapat 2 orang lelaki yang sedang memilih-milih buah, Ricko berbalik kebelakang dan dirinya merasa bingung sebab ia di panggil oleh salah satu dari lelaki tersebut yang ia sendiri tidak kenali. Ia merasakan wajah lelaki tersebut tidak asing dan mulai mengingat-ingat kembali. Akhirnya ia pun teringat bahwa itu adalah mayornya dulu yang sekarang sudah keluar dari angkatan militer.
Mayor Jevin adalah keturunan asli amerika, ia merantau ke Indonesia untuk masuk dunia militeran karena menurutnya di Indonesia latihan militer disana sangatlah kuat dan menantang nyali. Ia berhenti menjadi mayor dikarenakan pada alasan pribadi.
Ricko melototkan kedua matanya saat melihat mayor Jevin menyapa dirinya, sedangkan Nisa tetap diam seperti patung sebab dirinya masih merasakan malu dan apabila mayor tersebut melihat kelakuan Ricko yang diluar dugaan malunya akan semakin bertambah.
" Ini bener Ricko kan? Apa kabarmu? " Ucap Jevin dengan tersenyum sambil menepuk pundak Ricko.
" Salam mayor, kabar saya baik. Bagaimana dengan kabar mayor sendiri? " Ucap Ricko memberi hormat.
" Ayolah, aku bukan mayor lagi. Kabarku baik. " Ucap Jevin mengalihkan pandangannya pada Nisa.
" Ah, ini istriku namanya Nisa, kami hampir 1 tahun setengah menikah. " Ucap Ricko.
__ADS_1
Jevin pun mengulurkan tangannya untuk perkenalan, begitu pun Nisa ia juga kembali mengulurkan tangannya. Tak hanya disitu Jevin juga memperkenalkan adik yang bersamanya sedaritadi. Mereka akhirnya nongkrong bareng di sebuah cafe tak jauh dari mall. 3 tahun lamanya Ricko dan mayor Jevin masih mengenal wajah satu sama lain.
Banyak hal yang di curahkan oleh Ricko kepada Jevin, dimulai dari kesibukannya dalam melatih timnya sampai kehidupan sehari-harinya. Ricko juga menghubungi Denis melalui video call, kebetulan saat itu Denis dan Rita masih terbangun dan bersantai di ruang TV. Mereka bertiga berbicara hingga larut malam.
Karena sudah merasakan rasa ngantuk yang berat, Nisa memberitahu Ricko agar pulang secepatnya, Ricko pun pamit kepada mayor Jevin. Dalam perjalanan menuju parkiran mobil, Ricko memeluk Nisa dari belakang sambil berjalan santai.
" Senangnyaa anak orang. " Ucap Nisa.
" Orangnya keliatan baik, emang umurnya berapa? " Ucap Nisa.
" Umurnya 3 tahun lebih tua dari aku. " Ucap Ricko. " Seandainya kakaku masih hidup, munkin aku tidak akan merasa kehilangan. "
Nisa berhenti melangkah dan membalikkan badannya, ia memberitahu pada Ricko untuk tidak bersedih karena ada dia yang akan selalu disisinya. Ricko membalas dengan kecupan di kening lalu memeluk erat tubuh istrinya. Mereka sampai di parkiran dan langsung menuju rumah.
__ADS_1
💐💐💐
" Sayang,,, aku kedinginan. " Teriak Ricko menghampiri Nisa yang sedang memasak di dapur. Tak ada rasa basa-basi Ricko langusng memasukan kedua tangannya kedalam baju Nisa dan hampir mengenai payudara istrinya.
" Mass, apaan sih geli tau. " Pekik Nisa.
" Aku habis mandi jadi kedinginan sayang. " Ucap Ricko.
" Yaudah ini lepasin dulu mas, aku lagi masak nih. " Ucap Nisa. " Bentar aku nyalakan api unggun dulu. " Imbuhnya hendak pergi dari dapur.
Ricko yg melihat Nisa hendak pergi dari dapur langsung menariknya kedalam pelukannya. Saat Nisa menatapnya, Ricko menunjukan bibir monyong yang berarti dia ingin di cium. Nisa langsung mengecup bibir Ricko tetapi saat itu juga Ricko tidak melepaskan kecupan dari Nisa. Ia semakin lihai dalam beradu lidah, Nisa juga mulai merangsang, ia memeluk erat tubuh Ricko. Sedangkan Ricko menjatuhkan Nisa di atas kursi panjang di ruang TV yang letaknya tidak jauh dari dapur. Tangannya mulai meraba-raba alat kelamin Nisa dan memainkan biji kecil di sana.
Selagi asik-asiknya bermesraan, mereka mencium bau gosong dari dapur, sehingga membuat Nisa melompat lari ke dapur. Ricko sangat kesal, seandainya kompor benda hidup munkin ia akan mengusirnya dari rumah.
__ADS_1