
Acara pertunangan akan segera mulai siang ini, Ricko dan keluarganya bersiap siap untuk menuju rumah Nisa.
Ricko :" Pah, di luar banyak wartawan nungguin. " ucapnya sambil memakan buah apel.
Pak Juan :" Ngapain mereka. "
Ricko :" mau ngelayat palingan. "
Pak Juan :" Iyah ngelayat kematianmu bentar lagi, mending kamu jawab ajah pertanyaan mereka Rick. "
Ricko :" Ngak, jawab, ngak, jawab, ngak. " ucapnya menghitung jari.
Pak Juan :" Kamu ngapain sih ngk jelas gitu. "
Ucapnya melihat Ricko menghitung berulang ulang kali.
Ricko :" Ngak, hasilnya disuruh ngak jawab, ini hitungan dari nama Nisa dan Ricko pa. "
Bu Rahma :" Iyah itung gitu ajah terus sampe nnti kalian menikah punya anak itung jumlah anak kalian sesuai nama kalian. " ucapnya turun dari tangga.
Ricko :" Kasian Nisanya mah. " ucapnya terkekeh
Bu Rahma :" Punya anak kok otaknya sengklek gini. " ucapnya sembari menjitak dahi Ricko.
Pak Juan :" Kamu udh telpon adekkmu ngak? "
Ricko :" Bukan adekku itu, orang belum selesai ngomong udah di matikan duluan, papa tau apa kata terakhirnya dia bilang *AKU SIBUK KAK! * ngegas lagi pah. "
Pak Juan :" Adekkmu itu memang gila kerja. "
Ricko :" Banged. "
Mia :" Selamat pagi semuaaaaa. " Ucapnya turun dari tangga menyebarkan senyum mempesona.
Bu Rahma :" Pagii,, wah cantiknya.... "
Mia :" Hehe makasih bi, ayok kita berangkat yok. "
Pak Juan :" Yaudah ayok. "
Dalam perjalanan Ricko duduk bersebelahan dengan Mia sedangkan bu Rahma dikursi depan dengan pak Juan. sesaat kemudian ada seseorang yang sembarangan menyeberang dan membuat pak juan mengerem mendadak. Mia mulai mengambil kesempatan ia menjatuhkan badannya ke depan agar Ricko menolongnya, namun kenyataanya Ricko lebih asik berbalas pesan dengan Nisa.
Pak Juan :" Aduh siapa sih itu nyeberang sembarangan. " Ucapnya memukul setir kemudi.
Mia :" Aduh sakitnya, Ricko tolongin dong." ucapnya memegang kepalanya.
__ADS_1
Ricko :" Kenapa kamu duduk dibawah hahahahahahah. " Ucapnya malah menertawakan Mia.
Bu Rahma :" Ricko tolongin itu nah. "
Ricko :" Dia punya tangan sama kaki mah, bisa berdiri kan? bangun sndri gih. "
Mia :" Untung hari spesialmu Rickooo ganteng. " Ucapnya sedikit genit.
💐💐💐
Denis :" Rita sayangg cepat turun kita berangkat. " Teriaknya dari lantai bawah yang dari tadi menunggu Rita selesai berdandan.
Rita :" Yaaaa bentar lagii. " teriaknya kembali dari lantai atas.
Denis :" Ndaush dandan tebal tebal ntar dikira emak emak. "
Rita :" Biarin lah kalau ada yang berani bilangin w emak emak tampar langsung apa susahnya. " ucapnya turun tangga sembari memasang jepitan rambut.
M.Rita :" Dasar emak emak. " ucap Ibunya Rita yang baru saja keluar dari gudang. "Apa liat liat mau nampar kah hah? "
Rita :" Hiss punya ibuk kok ngak bisa diajak suportif. "
M. Rita :" Loh kenyataannya kan nak Denis. " Ucapnya kembali mengarah Denis.
Denis :" Betul betul betul. "
Denis :" Ehh jangan jangan, nanti gara gara kmu kita telat, cantik sudah itu. "
Rita :" Oke kita berangkat, Let's Goo. "
Denis :" aku yang nyetir. "
Rita :" Ngak usah nanti kamu nyasar. "
Denis :" Ngak pernah yaa. " ucapnya terkekeh.
Rita :" Apanya ngak pernah, kapan ajah disruh ke toko kue malah ke pasar. "
Denis :" Loh kan dipasar ada juga orang jual kue. "
Rita :" Yah tapi seleraku beda. " Ucapnya melototkan kedua bola matanya.
💐💐💐
Nisa :" Ngak terasa yah mah, sekarang aku mau tunangan. " ucapnya duduk dibangku rias tepat di depan cermin.
__ADS_1
Bu Hana :" Alay, baru tunangan belum nikah. "
Nisa :" Namanya juga baru rasakan. " ucapnya sedikit kesal.
Bu Hana :" Mama dulu di lamar 2 orang sekaligus, pihak A sama papa kamu, jadi dibuat lah lipatan nama terus digoncang goncang kayak arisan, gak lama eh keluar nama papa kamu. "
Nisa :" Berarti dulu mama Cinta sama 2 orang dong? kalau mama dapat A berarti mama Cinta juga, Klau mama dapat Papa mama Cinta juga? mama buaya ih. "
Bu Hana :" Ngak lah, mama memang pacaran dulu sama papa kamu , terus tiba tiba datang 2 orang itu deh. "
Nisa :" perasaan mama ngak cantik cantik amat. " ucapnya kembali mengaca di cermin, disaat itu pak Johan masuk ke dalam kamar bersama savila yang merupakan cucunya, anak dari Fikry.
Pak Johan :" Wah cantiknya anak papa, tuh coba lihat bibikmu. "
Nisa :" Ih papa nah, bukan bibi kakak. " ucapnya kesal.
Pak Johan :" Kenyataan ngak boleh diubah. "
Nisa :" his ah kesel pokoknya, Savilla sayang sini kakak gendong yah. " ucapnya mengambil alih savilla.
💐💐💐
Denis :" Beb kamu tau apa ngak sih jalan kerumah Nisa. "
Rita :" berisik bnged sih, ini lagi mikir juga dimana. " ucapnya sedikit ngegas.
Denis :" Hoh jadi kamu ngak tau rumahnya, terus ngapain kamu diam ajah dritadi kita muter muter tau. " ucapnya sedikit kesal.
Rita :" Ahhh coba suruh Ricko serlok, lupa aku dimana rumahnya. "
Denis :" Serlak serlok, belok kiri cepat. "
Rita :" Sok amat sih lu. "
Denis :" Ikutin ajah napa. " ucapnya mulai geram.
Beberapa menit kemudian sejak Denis memberi arah kepada Rita, akhirnya mereka tiba di Rumah Nisa.
Rita :" Yesss akhirnya tiba. "
Denis :" Udah ku bilang aku ajah yang nytir tadinya. " ucapnya keluar dari mobil.
Rita :" Tau dari mana rumahnya Nisa. " ucapnya pda Ricko yang sedang membukakan pintu mobilnya.
Denis :" Sebenarnya ini deket rumah mantanku. " ucapnya menatap awan.
__ADS_1
Rita :" Ohh mantan yah, setahuku mantan itu dilupakan bukan di kenang, kok masih inget ajah rumahnya. "
Denis :" Tuhan ciptakan otak untuk di inget. "