
Waktu menunjukan pukul 7 malam, Nisa segera bersiap siap karena ia sebentar lagi akan di jemput oleh Ricko untuk pergi di acara pertunangan Rita dan Denis, ia memakai pakaian dan sepatu yang diberikan dari Ricko. Tak lama ia selesai berpakaian Ricko menelpon Nisa.
📞📞📞
Ricko " Halo, Calon bidadari mas Ricko. "
Nisa " Assalamualaikum dulu napa kalau nelpon. "
Ricko " Assalamualaikum hehe lupa tadinya, sudah siap belum? "
Nisa " Udah ini tinggal milih tas ajah. "
Ricko " Cepetin ih aku ngak sabaran liat kmu turun dri tangga. "
Nisa " Loh mas Ricko ada di dalm rumah? bentar mas aku turun. "
Nisa akhirnya memutuskan sambungan dan ia terburu Buru memilih tas yang akan ia pakai, saat ia turun dari tangga terlihat Ricko sedang berbincang dengan pak Johan.
Pak Johan :" Ehh cantiknya anak papa,, " Ucapnya sembari meletakkan secangkir kopi di atas meja.
Ricko :" Sudah siap? " Ucapnya bangkit dari tempat duduk.
Nisa :" Udah dong. " Ucapnya tersenyum.
Ricko dan Nisa segera berpamitan, mereka segera melajukan mobilnya ketempat Rita berada, sedangkan di tempat lain Mia mengendap endap pergi mengikuti mobil Ricko dari belakang, ia pergi tanpa sepengetahuan orang tua Ricko, sebab jika di tahu akan terjadi masalah.
💐💐💐
Nisa :" Selamat yah Rita,, akhirnya kalian tunangan juga. "
__ADS_1
Denis :" Iyah dong, emang kalian berdua ajah yang bisa. " ucapnya tidak mau kalah.
Ricko :" Jadi nanti kalau aku nikah kamu juga ikut Nikah gitu Den? " Ucapnya sembari menepuk pundak Denis.
Denis :" Wajib dong,, " Ucapnya terkekeh.
Rita :" Betul betul betul. "
Suasana disana terlihat sangat ramai, terlihat Ricko dan lainnya menikmati pesta pertunangan Rita dan Denis. Namun Nisa yang sedang asik tertawa sambil minum jus dalam sekejap ia melihat seseorang memakai kacamata hitam dengan memakai selendang kepala dan menutupi setengah wajahnya yang dari kejauhan sedang memantau mereka.
Ricko :" Napa diam pesek. " Ucapnya sembari menarik hidung Nisa.
Nisa :" Bentar, itu orang dritadi ngeliatin kita deh. "
Ricko :" Yah jelas lah, kan yang tunangan lagi sama kita. "
Nisa :" Bukan itu maksudnya, ada yang aneh, bentar aku kesana dulu. "
Mia :" Aduh kalau jalan yang bener dong. " Ucapnya tidak sadar.
Nisa :" Mia? ngpain kamu disini? "
Mia :" Ehh anu Nis, aku mau nanyak tempat orang jual pitza. " Nisa menatap heran perilaku Mia yang sedang berbicara gugup.
" Maksudku pitza yang enak gitu. "
Nisa :" Ohh nanti aku pergi belikan sekalian pulang, ntar ku titip mas Ricko ajah. "
Mia :" Tolong yah. " Ucapnya sedikit tersenyum.
__ADS_1
Nisa :" Btw kok kmu tau aku disini? "
Mia :" Tadi aku anu ehh lihat undangan di atas meja makan , terus aku lihat alamatnya gitu deh. "
Nisa hanya mengangguk paham, padahal ia tahu sejak tadi Mia mengikuti mobil Ricko dari belakang sedangkan surat undangan itu adalah bohong karena Denis mengundang di dalam grup bukan dengan surat undangan.
" Ahh sial kemana perginya cwek tadi! " Batin Nisa kesal karena gagal berpapasan dengan seseorang yang memantau mereka.
" Akhirnya gw lolos juga.. " Batin Stella yang baru saja sampai di dalam mobil, ia menghela nafas kasar karena ia di kejar oleh seekor singa baginya. Ia segera menyalakan mesin mobil dan saat ia memundurkan mobilnya ia tidak sengaja menyenggol Mia hingga terjatuh. Mia langsung bangkit dari tempat jatuhnya.
" Woiii lo bisa bawa mobil ngak sih!! " Teriaknya sambil memukul pintu kaca mobil Stella. Stella segera menurunkan kaca mobilnya dan mereka sama sama terkejut.
Stella :" Kamu kan Mia!! " Ucapnya sambil mengacungkan jari telunjuk.
Mia :" Kamu kan Stella!! " Ucapnya kembali mengacungkan jari telunjuk.
💐💐💐
Nisa kembali menemui teman temannya yang sedang berbincang, Ricko yang melihat Nisa dari kejauhan dengan wajah kesal mulai menahan tawanya.
Ricko :" Kenapa? salah orang? " Ucapnya terkekeh.
Nisa :" Gagal dapat, mas Ricko tau ngak, pas aku mau ngejar itu cwek yah malah kesenggol sama Mia!! "
Ricko :" Mia? ngpain dia kesini? "
Nisa :" Katanya sih mau nanyak penjual pitza paling enak, btw Gibran kok ngak ngumpul. "
Denis :" Tadi dia Inbox gw, katanya dia lagi sibuk bnyak kerjaan karena dia tinggal selama ini, jadi dia ucapin selamat lewat pesan. "
__ADS_1
Nisa mengangguk paham, acara pada malam itu menghabiskan waktu 2 jam, selepas acara itu Ricko dan Nisa segera berpamitan pada Denis dan Rita , mereka segera melajukan mobil untuk pergi mencari penjual Pitza terenak.