
Hari berlalu begitu cepat sehingga kesibukan keduanya mulai berlangsung, Ricko kembali ditugaskan untuk menjaga pos utama untuk kedamaian sedangkan Nisa kembali kedalam profesinya sebagai dokter ahli bedah. Orang tua Ricko tidak kembali ke Rusia sebelum pernikahan Ricko dan Nisa di sahkan.
Pekerjaan keduanya membuat mereka jarang berkomunikasi dikarenakan kesibukan masing-masing. Mia yang waktu itu bertemu dengan Stella tidak mau berurusan dengannya lagi, sebab Stella adalah orang yang paling kejam baginya.
FLASHBACK
8 Tahun yang lalu, Stella dan Mia adalah sahabat saat mereka berkuliah di Amerika, mereka dikenal sebagai adik kakak tak sekandung, Mia dulunya adalah seorang yang sangat baik hati dan pengertian, sedangkan Stella adalah orang yang dikenal jail dan selalu serius dengan apa yang ia katakan.
Suatu hari sehari setelah wisuda, Mia dan Stella mampir di sebuah kafe pinggir jalan, mereka memesan 2 cangkir kopi dan makanan ringan.
Mia :" Stel, aku baru jadian loh sama cowok ganteeng banged. " Ucapnya kegirangan bahagia.
Stella :" Wihh bisa juga kamu pacaran, liat dong fotonya. "
Mia :" Ini, ganteng kan? awas loe ntar naksir lagi. " Ucapnya terkekeh sembari menunjukan foto di dalam handphonenya.
Stella :" Ini ganteng bangedd, kelihatannya pengusaha sukses tuh. "
Mia :" Hehe iya. "
Semenjak pertemuan itu Stella mulai menunjukan sikap yang mulai kasar perlahan lahan apalagi saat ia mendengar Mia akan mengadakan pernikahan saat usianya msih muda, ia sangat iri dengan apa yang Mia dapatkan. Dan pada malam hari ia mulai mengancam Mia dengan membawa orangtua Mia dalam urusan mereka.
__ADS_1
Stella :" Loe tau kan kalau gw ngomong itu serius, ngak pernah gw ingkar. "
Mia :" Tapi Stel, orang tua gw ngak ada hubungannya sama urusan kita, dan loe itu cantik pasti masih bisa dapatin cowok yang lain disana, loe ngerti kan gw bentar lagi mau nikah! "
Stella :" Gw ngak peduli loe mau ngomong apa yang jelas gw ngak akan tinggal diam, gw kasi loe kesempatan 1 minggu kalau loe ngak lepasin juga liat ajah! keluarga loe akan habis ditangan gw. "
Semenjak malam itu Mia selalu merasa ketakutan setiap hari, kadang ia tidak tidur semalaman untuk menjaga rumahnya agar tetap aman. 2 Hari lagi hari adalah hari pernikahan Mia, ia sangat ketakutan karena hari pernikahannya bertepatan dengan 1 minggu ancaman Stella.
Disaat pernikahan akan berlangsung, Stella datang dengan membawa 5 orang kepercayaanya, orang yang menghadiri pesta disana segera pergi karena ketakutan dan yang tersisa hanyalah kedua orang tua Mia, Mia dan calon suaminya.
Stella :" Akhirnya kamu sudah buat keputusan juga. " Ucapnya sambil menarik pisau dari dalam tasnya.
Mia :" Stella aku mohon jangan sakiti keluargaku, mereka ngak bersalah aku mohon stella. " Ucapnya sambil menunduk memegang kaki Stella bermohon mohon hingga menangis.
Yang tersisa hanyalah Mia dan ibunya, Mia segera melindungi ibunya dari suruhan Stella, Ia menghalangi semua orang yang mencoba berjalan ke arah ibunya. Namun alhasil ia gagal setelah kepalanya dipukul besi oleh Stella, ibunya pun ikut terbunuh bersama ayah dan calon suaminya.
Stella :" Hmm, nanggung deh kalau sisa satu begini. " Ucapnya sambil menoel dagu Mia dengan besi. " Habisi juga dia. "
Sebelum para suruhan Stella bertindak, Mia langsung lari keluar rumah untuk mencari pertolongan, ia berjalan tanpa alas kaki dengan pakaian yang berlumuran darah dan tanpa disadari ia bertemu keluarga Ricko saat menyeberang jalan.
Mia :" Mis, Please help me!! " Ucapnya tergesa gesa sambil mengetuk pintu kaca mobil.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang bu Rahma segera menyuruh masuk Mia dan menceritakan semua dari awal apa yang terjadi. Pak Juan segera menelpon polisi untuk mencari keberadaan Stella, namun saat peristiwa sadis itu terjadi, Stella menyelesaikan secara bersih sehingga tidak ada jejak yang tertinggal, Semenjak saat itu Mia di asuh oleh bu Ranti.
Sebulan sejak ia di asuh, ia menjadi dekat dengan keluarga Ricko saat itu ia merasakan kebahagiaan seperti sebelumnya saat ia berkumpul dengan orangtua kandungnya. Setiap malam ia menangis saat melihat foto kedua orang tuanya didalam sebuah bingkai, terlihat disana ia dan orang tuanya tersenyum bahagia.
Saat ia sedang menatap foto keluarga dengan cucuran air mata, handphone Mia berdering, Ia segera menghapus air matanya,
dan segera mengangkat telphone.
📞📞📞
Mia “ Halo, ini siapa? ”
Stella “ Hmm lagi cedih yah? ingat orang tua yah? hahaha makanya kalau di peringatkan itu di cermati pakai otak!! ”
Mia “ Benar benar bia*ap kamu yah!! ”
Stella “ Uhh maksih pujiannya! ”
Mia “ Mau apa kamu? hah!! ”
Stella “ Aku cuma mau bilang, kapan kapan kalau kita ketemu jangan sampai kamu berani aduin aku ke polisi!! dan sampai itu terjadi, aku akan bunuh lagi orangtua angkatmu!! ”
__ADS_1
Setelah memberi ancaman kepada Mia, Stella menutup telponnya. Mia kembali menangis saat mendengar ancaman itu lagi, sebab kelelahan menangis ia tertidur sambil memeluk foto kedua orang tuanya.