Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 58 (Topeng yang hancur)


__ADS_3

"Om,, aku boleh minta tolong ngak?" Ucap Ricko pada pamannya yang menguasai seluruh angkatan militer tersebut.


"Emang ada apa Rick? ohya keadaan istrimu bagaimana?" Ucap om Yogi.


"Istriku baru sadar tadi pagi om, kode mavia GB21Y dipakai saat apa om?"


"Aduhhh,, Rick bukannya om nolak kasi tau itu kode paling ditakuti di dunia, banyak anggota militer dri negara lain mencoba menangkap mereka tpi apalah daya berangkat membawa susu pulang membawa darah."


"Tolong,, pemilik gelang itu yang sudah mencelakai istriku om." Ucap Ricko.


Om Yogi melototkan kedua matanya saat mendengar pemilik gelang tersebut yang mencelakai istri keponakannya. Akhirnya ia pun menyetujuinya untuk memberitahu Ricko dan ia juga meminta agar Ricko tetap merahasiakannya.


"Mereka memakai gelang itu saat menjalankan tugasnya, kode yang tertera dalam gelang itu adalah kode masing-masing negara dimana mereka ditugaskan. Negara apa saja om masih belum tahu sampai sekarang, ketua dari mavia sudah lama meninggal, dan sekarang anaknya yang menjalankan organisasi tersebut." Perjelas om Yogi.


Ricko menghela nafas kasarnya, dalam pikirannya mulai tersusun misi-misi yang harus ia jalankan terutama dari penelusuran gelang kemudian arti dari angka tersebut.


💐💐💐

__ADS_1


Sore hari tiba, waktunya Nisa makan lalu meminum obat. Ricko kembali kerumah sakit setelah berbincang di kediaman pamannya.


Saat memasuki ruangan, Ricko mendapati istrinya tengah berdiri di jendela sedang menatap matahari terbenam. Ricko pun berdehem agar mendapati perhatian Nisa.


"Waktunya minum obat mbak." Ucap Ricko.


"Kamu lagi, kamu lagi. Pergi dariku pengusik, kita ngak saling kenal jadi jangan sok akrab!" Bentak Nisa membalikkan badannya ke hadapan Ricko.


"Saya ini pelayan yang di utus papa kamu buat ngerawat kamu disini." Ucap Ricko.


"Sekalipun perawat cowok?" Tanya Ricko.


Nisa memutar bola matanya dan kembali menatap awan sore, Ricko akhirnya memikirkan cara supaya ia dapat menyuapi istrinya. Tanpa ragu ia pun langsung menemui direktur rumah sakit untuk meminta izin menyuapi serta merawat istrinya selama berada di rumah sakit. Ricko akhirnya mendapatkan izin, ia langsung bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian perawat rumah sakit, tak lupa ia memakai masker serta kacamata polos.


Nisa yang mengira perawat itu adalah sungguhan akhirnya menerima suapan dari perawat tersebut, saat sedang asik makan Nisa bertanya apakah tidak ada perawat wanita yang dapat menjaganya. Karena takut akan suaranya di kenali, Ricko hanya menggelengkan kepalanya dan lanjut menyuapi Nisa.


💐💐💐

__ADS_1


"Papa, kenapa pake utus pelayan segala sih kesini?" Ucap Nisa. Pak Johan kebingungan dengan apa yang dikatakan putrinya, ia berpikir lebih keras siapa yang dimaksud Nisa.


"Emang pelayannya kayak mana?"


"Ituu lohh yang ganteng, tinggi, terus badannya kayak roti sobek."


"Papa ngak,," Ucap pak Johan terputus sebab Ricko datang. Ia kembali menggunakan pakaian perawat setelah kembali dari membeli banyak buah, kedatangan Ricko membuat bu Hana dan pak Johan semakin bingung. "Kamu perawat? kok bawa buah-buahan disini?"


Ricko kebingungan harus berkata apa, ia pun mengeluarkan handphonenya dan menuliskan "Suara saya habis, mohon maaf saya susah berbicara." Tulisnya di dalam catatan. Pak Johan mengerti keadaannya dan ia pun mengeluarkan handphonenya dan mulai menelpon Ricko.


Tanpa disangka handphone yang di pegang Ricko berdering dan membuat semua rencananya hancur berantakan, ia hanya bisa pasrah topengnya kebongkar di depan Nisa. Bu Hana yang melihat Ricko memakai samaran seperti perawat hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan menantunya.


"Kamu lagi, kamu lagi! ngak bosan apa deketin aku terus." Ucap Nisa.


"Nak, munkin kamu ngak ingat dia siapa, tapi dia adalah suamimu. Ini foto pernikahan kalian." Ucap pak Johan sembari menunjukan foto pernikahan Nisa dan Ricko.


Nisa yang melihat dirinya memakai gaun putih bersama Ricko membuatnya mengingat sedikit tentang masa tersebut, tetapi saat dia memcoba mengingat kepalanya kembali sakit dan pusing sehingga membuatnya hilang kendali. Ricko pun langsung memanggil dokter, perawat disana sesegera munkin menyuntikkan obat penenang untuk Nisa.

__ADS_1


__ADS_2