
📞📞📞
Nisa “ Halo mas? ”
Ricko “ Ahhh, ahhh, ahhh pelan-pelan bby.. ”
Sontak suara Stella membuat semua yang berada di rumah Ricko kaget dan tidak percaya apa yang sedang Ricko perbuat.
Nisa “ Ricko!! apa yang kau lakukan. “ Teriak pak Juan yang kini berpuncak pada emosi.
Ricko “ Ahh gelii, jangan disitu geli. ”
Nisa “ Mas, kamu tega!! ” Ucap Nisa yang mulai memunculkan wajah pucat dan akhirnya ia pingsan.
Ditempat lain, Stella langsung memutuskan sambungan, hal vulgar yang ia ucapkan sebenarnya hanya untuk memprovokasi Nisa agar membenci tunangannya itu, sebenarnya Stella hanya duduk di atas ******** Ricko dan bermain main sendiri diatas sana.
Entah kerasukan apa Mia yang tadinya benci dengan Nisa langsung mendadak baik, ia langsung memapah Nisa kedalam kamarnya. Dan menggosokkan minyak angin mulai dari ujung kaki sampai kepala.
" Ya Allah setan apa yang merasuki Ricko. " Batin Mia menggeleng geleng kepalanya tak habis pikir apa yang baru saja mereka dengar. Bu Rahma langsung menelpon dokter yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.
Pak Juan yang tadinya berdiri tegang kini tersungkur di atas sofa, di dalam pikirannya kini tercampur aduk antara emosi dan kecewa. Bu Rahma yang melihat keadaan Nisa tak sadarkan diri langsung membuat teh hangat lalu pergi mengabari kediaman Nisa bahwa Nisa sedang pingsan di rumah mereka.
Ditempat lain Stella segera memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan Ricko yang masih belum sadarkan diri di atas ranjang sebab masih terpengaruh efek obat tidur tersebut. Waktu terus berjalan hingga terdengar bunyi azan subuh.
Bu Rahma :" Kita solat berjama'ah dulu yuk biar tenang. " Ucapnya pada Mia yang sedang duduk di sudut ranjang.
Mia :" Iyah bi,, " Ucapnya kemudian bangkit dari atas ranjang.
__ADS_1
Pak Juan segera mengambil posisi menjadi imam dan disusul bu Rahma dan Mia menjadi jema'ah. Sampai saat ini Nisa masih belum sadarkan diri, ia masih terbaring di atas ranjang.
💐💐💐
" Hmm, tumben bu Rahma kirim pesan sepagi ini. " Batin bu Hana yang baru saja selesai solat subuh dan mendengar getaran handphonenya di atas nakas.
Pak Johan :" Siapa ma? "
Bu Hana :" Bu Rahma kirim pesan. "
Pak Johan mendekati bu Hana dan mereka sama-sama membaca pesan tersebut, sontak mereka terkejut.
“ Assalamualaikum, sebelumnya saya minta maaf kalau pagi-pagi sudah kirim pesan, saya ingin kasi tau kalau Nisa lagi pingsan di rumah saya, jangan khawatir kami sudah hubungi dokter. "
Pesan tersebut membuat pak Johan hampir pingsan sebab Nisa adalah putri kesayangannya ditambah lagi ia memiliki riwayat serangan jantung.
Pak Johan :" Ngak, kita sama-sama kesana, kalau disini papa tambah khwatir. "
Pak Johan langsung memanaskan mobil, ia mengemudi mobil berdua dengan bu Hana sebab mereka merasa kasihan dengan sopirnya bila disuruh datang sepagi buta.
💐💐💐
Waktu menunjukan pukul 7 pagi, Ricko terbangun sebab pancaran matahari menembus jendela dan menusuk kelopak matanya. Saat ia terbangun ia mendapati tubuhnya yang sedang bertelanjang, disana terlihat ada pakaian dalam, seragam tentara dan kunci mobil.
" Apa yang terjadi, kenapa aku bisa disini! " Gumam Ricko melihat di sekitarnya. Ia mulai memakai pakaian dan menuju ruang informasi.
Ricko :" Mbak, saya mau tanya, siapa yang membawa saya kesini tadi malam? "
__ADS_1
Xx :" Maaf pak, Saya baru bertugas sekarang, sedangkan yang shif malam sudah pulang. " Ucap seorang wanita yang berjaga diruang informasi.
Ricko :" Ohh begitu , makasih mbak. "
Ricko segera mencari mobilnya diparkiran, ia sama sekali tidak ingat apa yang terjadi padanya tadi malam, yang ia ingat hanyalah bertemu dengan seorang wanita di tengah-tengah hutan.
Sesampainya ia di rumah, terlihat semua orang manatapnya dengan penuh emosi. Ricko kebingungan ada perihal apa yang membuat mereka menatap dirinya dengan sangat tegang. Ia mulai mengucapkan salam untuk langkah pertama.
Ricko :" A,, a,, assalamualaikum. " Ucapnya dengan gugup dan berdiri di ambang pintu.
" Waalaikum salam. " Batin semua orang yang tidak ingin mengucapkan secara langsung.
" Ahh sial kenapa semua menatapku begini. " Batin Ricko sambil menatap 1 per 1 orang disana. Saat itu juga dokter Welly keluar dari kamar Mia.
Ricko :" Oh bibi juga disini. " Ucapnya sedikit tersenyum, sebagai balasannya dokter welly menatap kembali Ricko dengan penuh kekecewaan.
Ricko :" Semuanya kenapa jadi patung? canggung rasanya. " Ucapnya tersenyum.
Pak Juan :" SEMPATNYA KAU TERSENYUM ANAK TERKUTUK!!! " Teriaknya tiba-tiba saat melihat ekspresi Ricko tenang seperti tidak terjadi apa pun.
Ricko :" Maksud papa apa? aku ngak ngerti. "
Pak Juan hendak berjalan ke arah Ricko berdiri, namun langkahnya dihentikan oleh bu Rahma.
Bu Rahma :" Pah sabar pah, ini juga anak kita pah. " Ucapnya sambil mengelus-elus lengan kiri pak Juan.
Pak Juan :" Punya anak taunya buat kecewa ajah! " Ucapnya pergi meninggalkan ruang tamu.
__ADS_1
Sama seperti bu Rahma, bu Hana mengajak suaminya untuk duduk bersama Nisa yang tengah belum sadarkan diri di dalam kamar Mia. Bu Rahma dan bu Hana tau kalau seorang suami pasti tidak ingin Putri mereka tersakiti, oleh karena itu mereka mengusir halus suami mereka untuk tidak berbincang langsung dengan Ricko. Apabila hal itu terjadi maka akan membuat Ricko bukan manusia lagi melainkan leburan kertas.