
Nisa :"kapten bangunn, kapten bangunnnn!Apa Yang Terjdi padamu!" ucap Nisa yang sangt khwatir pada ricko." kenapa bisa begini? dia kenapaa!!" tnya Nisa pda semua orang disekitar sana.
Pak Yatman :"nak Nisa,saat dia hendak masuk lift tiba² saja dia pingsan"ucap pak yatman.
"waawww dia terlihat tampan,apakah dia beneran seorang kaptenn, hmm rasanya ingin memeluknya saja" ucap seorang gadis yang melihat ricko terbaring.
Nisa :"Hei Nona Jaga Omonganmu Kau Tidak Boleh Memeluknya!" Ucap Nisa Yang Kesal Karena Terbawa Perasaan Cemburu.
"emang kenapa? apakau pacarnya? haha lucu sekali bila dia memilihmu!" ucap gadis itu semakin mengejek Nisa.
Namun Nisa tidak perduli,karena keselamatan Ricko adalah yang pertama. Ia segera membwa Ricko Ke Rumah sakit.
Nisa :"Dok Bagaimana Keadaan Nya? Dia Baik² Sajkan Dok?" Ucap Nisa Yang Khawatir.
Dok :" Iyah Pasien Sudah Saya Beri Obat, Dia Hanya Kelelahan saja" ucap dokter yang menenangkan Nisa.
Nisa :"Alhamdulillah Berati Tidak ada yang parah kan dok?" tanya Nisa lagi.
Dok :"tidak,ini(memberi sebuah kapsul) Warna hijau beri dia saat Makan pagi, warna biru saat menjalankan aktivitas, dan warna kuning untuk menjelang tidur malan" ucap dokter yang menjelaskan beberap obat.
Nisa :"Baiklah Dok,Terima Kasih" Ucap Nisa Yang Mengingat² Petunjuk Dari Dokter Tadi.
Saat Masuk Ruangan Ricko Dirawat,Nisa Melihat Ricko Yang Sedang Tidur.
__ADS_1
Ia Pun Tidur Sepanjang Malam, Di Samping Ricko, Sedangkan Prajuritnya Menjaga Di Depan Pintu.
Akhirnya Pagi Tiba,Ricko Duluan Bangun Dan Ia Melihat Nisa Tidur sepanjang Malam di sampingnya.
Ricko :"Nis,, Nis,, Bangun Yok Udah Pagi Ini"
Ucap Ricko Yang Menggoyangkan Badan Nisa.
Nisa :"Hmmm,Kapten Kau Sudah Bangun. (Membuka Mata)" Ucap Nisa Yang Merapikan Jilbabnya.
Ricko :"Iyah,, Ayok Kita Kembali Ke Hotell, Oran Tuamu Pasti Sedang Menunggu" Ucap Ricko Sambil Memakai Sepatunya.
Nisa :"Baiklah,Tapi Dengan 2 Syarat"
Ucap Nisa Menaikan Alis Sebelah Kanannya.
Nisa :"Kaptenn,,, Berperang Dengan Musuh Dan Berperang Dengan Wanita Itu Bedaa, Bila Dirimu Memenuhi Syarat Wanita Ini, Ia Tidak Akan Menucuekin Dirimu lagi." Ucap Nisa Tersenyum Kembali.
Ricko :"Hmm Baiklah Aku Kalah,Sebutkan Apa Syaratnya?"
Nisa :"Setelah Keluar Dari Rumah Sakit Kapten Akan Aku Rawat Dan Kapten Ikut Aku Terbang Ke Amerika Serikat, Bagaimana Apakau Setuju?"
Ricko :"Heyss Syarat Macam Apaini Kmu Buatt, Terbang Bersamamu Ke Amerika? Maafkan Aku Bukannya Aku Menolak,Aku Tidak Punya perintah menemanimu Sampai sana, tugasku hanyalah mengantarmu sampai diJakarta." dengan wajah sangat sedih.
__ADS_1
Nisa :"Hmm Baiklah Kalau Begitu, Terima Kasih Untuk Semuanya, Aku Tunggu Anda Di Mobil" Ucapnya dengan kecewa dan pergi meninggalkan Ricko sendiri.
Saat Dimobil,Ricko Menatap Wajah Nisa Yang Terus Kecewa Itu, ia tidak tega. tiba² ponsel ricko berbunyi.
Ricko :" Salam Hormat Kolonel Andi, ada yang bisa dikerjakan!" ucap Ricko yang sedang berbicara pada atasannya itu.
K.Andi :"Salam,Sepertinya Tugasmu Belum Selesai! kamu harus menemani Tamu Kita Yang bernama Kesyah Nisa Putri Beserta keluarganya ke Amerika! Apa Kau Bersedia!"
Ricko :"Ya Saya Bersedi Kolonel!" Ucap Ricko, Setelah Itu Sambungan Diputuskan.
Sesampai Di Hotel,Nisa Tidak Meninggalkan Ricko Begitu Saja, Karena Ia Khawatir Ricko Akan Pingsan Lagi.
Ricko :"ApaKau Lapar?" Tanya Ricko Menatap Wajah Nisa.
Nisa :"Ini(Memberikan Obat Hijau) Sehabis Makan Dan Ini Obat Biru Saat Kapten Menjalankan Aktivitas ,Minum Lah Itu Agar Dirimu Kembali Pulih" Ucap Nisa Yang Mengganti Pembicaraan.
Saat Lift Terbuka Nisa Segera Masuk Ke Kamarnya Dan Bersiap² Karena Penerbangaan Akan Berangkat Pada Pukul 10:00 Pagi.
Bu Hana :" Nisa?kau Dari mana saja! kami khawatir mencarimu semalam, untung saja petugas disini bilang kau sedang mengantar ricko kerumah sakit,Apakah Dia Baik² Saja?" ucap mamanya menarik tangan Nisa.
Nisa :"Maafkan Aku Maa,, Aku Tidak Memberitahu Kalian Sebelumnya, Kapten Ricko Hanya Kelelahan Saja,Kita Harus Bersiap² Jam 8 Kita Akan Mencari Makn Dan Berangkat Kebandara."
Bu Hana :"Apa Nak Ricko Ikut?"
__ADS_1
Nisa :"Tanpa Dirinya!" Ucap Nisa Cuek Dan bersiap² Mandi.
Bu hana dan pak Johan saling bertatapan tidak mengerti apa yang terjadi.