
Setelah keadaan tenang, Ricko langsung membuka mulut untuk berbicara pada ibunya.
Ricko :" Mah, kenapa semua marah? sebenarnya Ricko salah apa. "
Bu Rahma menatap wajah anaknya dengan firasat yang kuat bahwa putranya pasti sedang di jebak oleh seseorang.
Bu Rahma :" Jujur sama mama, semalam kmu dari mana! " Ucapnya penuh ketegasan sambil memegang kedua tangan anaknya.
Ricko menjelaskan apa yang terjadi semalam, dia menjelaskan mulai dari awal hingga akhir dimana dia terbangun di sebuah hotel.
Bu Hana :" Dimana hotel itu berada? "
Belum sempat Ricko berbicara, pak Juan dan pak Johan keluar dari kamar Mia dan menatap tajam Ricko.
Ricko :" Kenapa semuanya dari kamar Mia? Nisa dimana? kenapa dia ngak sama kalian semua. "
Karena kebingungan dengan apa yang terjadi, Ricko segera masuk ke dalam kamar Mia. Dia mendapati Nisa sedang terbaring di atas ranjang. Kemudian dia segera menepi di sudut ranjang sambil menggosok kedua tangan Nisa berulang kali.
Ricko :" Ke,, ke,,kenapa dia bisa pingsan. "
Mia :" Lepasin tanganmu! " Ucapnya seperti seorang kakak yang sedang marah demi melindungi adiknya.
Ricko :" Aku ngak tau apa-apa! "
Pak Juan :" Kalau ngak tau apa-apa kenapa kau baru pulang sekarang!! "
Ricko :" Pah, percaya sama Ricko! Ricko di jebak pah. "
Pak Juan :" Di jebak kamu bilang? lihat sekarang gara-gara kamu Nisa pingsan! "
Sebelum keadaan kembali mencekam, Nisa akhirnya terbangun dari ketidak sadarannya selama 5 jam itu. Dia melihat semua orang sedang mengitarinya.
__ADS_1
Nisa :" Akhirnya kamu datang mas. " Ucapnya menatap Ricko disampingnya dengan wajah yang masih pucat.
Ricko :" Nis,, aku bisa jelasin semuanya itu salah! " Ucapnya sambil mengeratkan jemarinya di jari Nisa.
Nisa :" Mana buktinya! "
Ricko :" Aku lagi dijebak,, semalam ada seorang wanita yang minta tumpangan, jadi aku suruh dia naik karena kasian, terus pas di jalan aku haus , kebetulan dia bawa 2 botol air yaudah dia kasi aku, gak tau kenapa habis minum aku pusing terus pingsan! aku sempat lihat dia ketawain aku sebelum pingsan. "
Nisa :" Oke kalau gitu, sini kunci mobil ! aku mau periksa car dashboardmu! " Ucapnya mengadakan tangannya di depan Ricko.
Ricko mengangguk iya, dia segera memberikan kunci mobilnya kepada Nisa. Diikuti seluruh anggota keluarga, Nisa langsung membuka pintu mobil dan dia tidak temukan benda yang ia cari tersebut.
Nisa :" Rekamannya ngak ada."
Ricko :" Ngak munkin ngak ada, aku ngak pernah sentuh sedikit pun kokk. " Ucapnya berdiri disudut mobil.
Nisa :" Jadi maksudnya rekamannya terbang sendiri? atau kabur karena tau mau di periksa! "
Mia :" Pasti ada sesuatu disini! " Ucapnya kemudian melangkah masuk dan mengotak-atik isi mobil Ricko.
Gibran :" Loe habis darimana Nj*r baru pulang. " Bisiknya kepada Ricko.
Ricko :" Tolongin gue pokoknya, atau ngak gue bakalan jadi bubur seutuhnya. "
Gibran menelan ludahnya dengan kasar, mengingat kejadian yang sedang menegang ia mulai melindungi tubuh Ricko karena takut ayah Ricko akan memukulnya. Gibran masih mengingat kejadian masa lampau dimana Ricko sering mendapatkan nilai -6 dan akhirnya ia di hukum ayahnya, bukan hanya nilai saja Ricko pernah dipukuli hingga sekali tercyduk saat menonton adegan dewasa / +18 saat ayahnya masih berpegangan pangkat jendral.
Mia :" Rick, kamu pakai lipstik yah? " Ucapnya sambil menatap keseluruhan lipstik yang ia temukan di laci depan mobil Ricko.
Ricko :" Ngak? ya allah percaya sama Ricko,, ini semua jebakan. " Ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar dan menunduk ke bawah.
Nisa :" Kecupan terjadi saat seseorang sedang menikmati waktu romantisnya, kenapa sekarang aku melihat adanya bekas kecupan di belakang leher mas Ricko."
__ADS_1
Ricko segera mengusap dibelakang lehernya, dan benar saja di tangannya terlihat bekas lipstik berwarna merah cerry.
Nisa :" Aku beri waktu 1 minggu, kalau masih belum ada bukti lebih baik kita putuskan hubungan ini segera. " Ucapnya menatap lipstik yang di pegang oleh Mia.
Semua orang mulai bubar dari sana, yang tersisa hanyalah Ricko dan Gibran yang sedang berdiri di dekat mobil.
" Awwweh,, teka-teki apalagi yang melanda ini. " Batin Gibran yang dimana ia melihat raut wajah Ricko mulai mengeluarkan butiran air mata.
Gibran :" Sabar kita pasti bisa temukan dalang dibalik semua ini. " Ucapnya sembari menepuk bahu Ricko.
Begitu juga yang dirasakan Nisa ketika sedang melangkah berjalan, matanya mulai berkaca-kaca setitik demi setitik air mata pun berjatuhan, setiap butiran yang lolos ia langsung mengelap dengan tangannya.
💐💐💐
Ricko :" Mah, mama percayakan sama Ricko. " Ucapnya yang sedang berdiri di depan kamar orangtuanya sambil menahan dorongan pintu dari bu Rahma.
Bu Rahma :" Ricko,, mama butuh istirahat tolong jangan ganggu mama. " Ucapnya kemudian menutup lalu mengunci pintu kamarnya.
" Aaaah sial, siapa yang jebak akuu!! " Gumam Ricko menghela napas kasarnya.
Gibran :" Ricko!!! " Teriak Gibran dari lantai bawah.
Ricko :" Apalagi ha ada apa. " Ucapnya melihat Gibran dari sudut tangga dan mulai menuruni tangga.
Gibran :" Wahh bener-bener loe yah. " Ucapnya menggeleng-gelengkan kepala.
Ricko :" What happen? "
Gibran langsung menunjukan foto yang baru saja dirilis. Disana tertulis " Putra tunggal konglomerat bernama Ricko melakukan pelecehan dengan seorang model terkenal di tengah hutan, tak hanya itu bahkan sempat terlihat ia memasuki hotel bersama-sama. Menurut pendapat Stella (Model) saat kejadian itu terjadi ia sedang dalam keadaan mabuk dan tak sadarkan diri sebab ia diberi semacam obat. "
Ricko :" Astagaaa!! keterlaluan ternyata dia dibalik semua ini! "
__ADS_1
Gibran :" Hmmm,, aku sanjung sama paparazinya, sepertinya dia ahli dalam memotret sesorang. Seolah-olah korban jadi tersangka utama. "
Hingga kini Denis belum mengunjungi Ricko yang sedang kesulitan tersebut, sebab ia sedang pergi berliburan dengan Rita diluar kota. Kini tersisa Gibran yang bisa mendukungnya, sebelumnya bu Rahma juga mendukungnya namun setelah melihat bekas kecupan di belakang leher Ricko ia semakin sulit percaya.