Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 61 (Pertolongan tersembunyi)


__ADS_3

Mereka bertiga akhirnya tiba di tempat Gibran menaruh helikopter, Denis segera membawa helikopter tersebut. Perjalanan menuju pulau terpencil yang di tuju membutuhkan waktu +-9 jam, selama perjalanan Ricko mulai menyusun segala rencana jika nantinya ada penyerangan senjata, tak lupa masing-masing dari mereka membawa senjata pula untuk berjaga-jaga, senjata yang mereka bawa berupa pistol dan pisau yang sangat tajam.


"Bentar lagi serasa kyk mau perang, sumpah!" Ucap Gibran sambil mengisi pistol dengan peluru.


"Munkin bagi lo ini perang pertama, kalau gue sama kapten kan sudah terbiasa." Ucap Denis yang masih fokus dengan situasi di depannya.


"Sttt,, fokus sono liat depanmu." Ucap Ricko kepada Denis.


"Btw, sudah tau mau berhenti dimana?" Ucap Gibran.


"Ujung pulau ada petakan seluas 12 hektar, kita berhenti disana. Tepat di depannya ada hutan bambu."

__ADS_1


Tak lama lagi helikopter tersebut akan tiba di daerah kepulauan terpencil, tangan Gibran mulai gemetar sebab sudah 4 tahun ia tidak memegang pistol. Ricko selalu berdo'a agar tidak ada marabahaya yang akan datang menghampiri mereka.


Setibanya mereka disana, terlihat pasukan mavia berpakaian jas warna hitam, mereka bertiga tidak menyangka akan bertemu secara langsung dengan pasukan mavia di depan mata. Ricko mulai melangkah perlahan-lahan dan ia mulai berbicara.


"Dimana Frendy Yeki? aku ingin bertatap langsung dengan dia." Ujar Ricko.


Ricko hendak melangkah menuju markas mavia yang keberadaannya di sebuah gedung tepatnya di balik hutan bambu. Namun langkahnya di hentikan oleh salah satu anggota mavia tersebut, tidak lama ketua anggota tersebut datang menyambut ketiganya.


"Selamat datang di dalam markas mavia eurorae, kedatangan kalian sudah kami nantikan sejak lama." Ucap ketua tersebut sambil memegang 2 senapan mesin.


"Dimana anak buahmu yang bernama Frendy Yeki!" Ucap Ricko.

__ADS_1


"Owhh diaa? santai saja bagaimana kalau kita perkenalan nama?" Ucap ketua mavia. "Namaku adalah Ghajini." Imbuhnya sambil menyerahkan tangannya.


"Tujuanku kesini hanya untuk bertemu dengan Frendy! bukan berkenalan denganmu." Ucap Ricko.


"Hmm,, gitu. Tapi seperti yang kamu lihat disini jauh dari perkotaan maupun perdesaan, banyak orang yang kesini tapi tdak akan pernah kembali lagi. " Ucap Ghajini sambil menarik kembali tangannya.


"Kau kira aku akan takut dengan ancamanmu? aku disini sebagai suami dari seorang wanita dimana nyawanya hampir terampas. Itu sebabnya aku ingin membawa sang pelaku menuju sel penjara! bukan seorang suami yang lalai dan membiarkan pelaku bebas berkeliaran begitu saja!" Perjelas Ricko.


"Huh, apa kau pikir istrimu sekarang aman? andai saja kau tau sekarang dia lagi di sekap oleh orang yang kau incar dan cari-cari selama ini, Frendy Yeki." Ucap Ghajini.


Ricko melototkan kedua matanya, ia sampai lupa dengan keamanan Nisa dirumah sakit, ia bingung harus berbuat apa sekarang. Mereka bertiga telah masuk kedalam jebakan harimau yang kelaparan. Ricko, Gibran dan Denis mulai di kepung oleh anggota mavia dari sudut ke sudut.

__ADS_1


💐💐💐


Sedangkan dirumah sakit, om Yogi yang sebelumnya sudah membaca isi surat yang di buang Ricko segera munkin menyuruh seluruh angkatan di bawahnya agar datang ke rumah sakit untuk menjaga dari luar maupun di dalam ruangan Nisa. sedangkan dirinya mulai bersiap-siap untuk menuju lokasi Ricko berada, ia menyiapkan 8 helikopter serta 2 helikopter medis.


__ADS_2