Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 66 (Senyuman surga)


__ADS_3

Semua orang yang melayat dan hendak mengantarkan mayat Gibran kini sudah kembali kerumah mereka masing-masing kecuali Rita, Lisa, Gibran dan Denis. Nisa dan Rita mulai menyiapkan makan malam tanpa bantuan dari Lisa sebab ia masih tidak ingin bertemu Nisa. Seusai mandi, Gibran berjalan keluar menuju meja makan. Sepanjang jalan ia dipenuhi dengan tatapan tidak percaya dari semua orang disana, Denis pun masih menatap Gibran dengan tatapan polos. Ketika makanan di hidangkan, masih tak seorang pun yang menyentuh piring kecuali Gibran. Ia mulai melirik satu per satu orang di sekitarnya dan tersenyum.


" Kenapa? masih ngak percaya kan aku hidup hehehehehe. Udah dong natapnya, gue laper nih ayok makan. " Ucap Gibran.


"Tapi,, aku masih penasaran kenapa kamu bisa hidup? " Ucap Rita.


"Kenapa ngomong gitu? emang lo ngak suka liat Gibran bangun dari kematiannya? " Ucap Lisa.


"Bukan gitu maksud,,, " Ucap Rita terhenti.


" Ini meja makan, bukan persidangan yang di gunakan untuk adu cekcok mulut. " Ucap Denis.


Di kala itu, Ricko masih tidak bersuara sebab ia melihat istrinya masih di penuhi tatapan bersalah, ia melihat tatapan Nisa mengarah pada Lisa yang sedang menatapnya kembali dengan tatapan mata yg tajam. Ricko menyadarinya dan menyuruh Lisa agar meminta maaf pada Nisa. Lisa menolak dengan keras dan ia malah memberontak melawan Nisa yang sedaritadi masih dengan mulut tertutup. Gibran pun menyuruh agar Lisa meminta maaf pada Nisa, dan akhirnya Lisa memutuskan untuk meminta maaf walaupun dengan rasa terpaksa.

__ADS_1


Tak lama setelah beradu mulut mereka mulai makan malam, kecuali Nisa tak sedikit pun menyentuh makanan di depannya. Ricko menanyakan mengapa ia tidak makan dan Nisa menjawab bahwa ia sudah kenyang dan tidak lapar. Nisa mulai pamit ingin beristirahat di kamar, ia juga meminta maaf tidak bisa mengantar pulang Lisa dan Rita.


💐💐💐


Setelah semua orang pulang, Ricko memeriksa seluruh rumah dan memastikan semua pintu telah di kunci, ia juga membawa sepiring nasi dan segelas air putih beserta nampan sebagai alas. Setelah memasuki kamar, Ricko melihat Nisa sedang duduk di atas ranjang menatap meja dimana ia saat itu kebentur dan kehilangan ingatan serta anaknya.


"Syang, makan dulu yah? Ini orang paling tamvan mau suapin. " Ucap Ricko


" Lepasin mas. " Ucap Nisa.


" Pilih mana? makan atau di peluk begini sampai besok. " Ucap Ricko.


" Ngak dua²nya. " Ucap Nisa.

__ADS_1


" Ohh yaudah berarti peluk begini sampai besok, hahahaha. " Ucap Ricko terkekeh.


" Yaudah iya, aku pilih makan aja. " Ucap Nisa.


Ricko mulai menyuapi Nisa dengan tangannya sendiri, sambil menatap wajah Nisa pun ia mengerti bahwa istrinya sekarang masih dalam keadaan sulit di tambah lagi sekarang ia harus menghadapi kenyataan bahwa adik iparnya sendiri membenci dirinya.


" Udah jangan nangis lagi yah. " Ucap Ricko.


" Sekarang pasti dia lagi di surga. " Ucap Nisa.


" Udah sayang, jngan di pikirin. Nanti kita buat lagi yah, mau brapa? 5 atau 11? " Ucap Ricko.


Seketika Nisa langsung menatap Ricko dan mencubitnya dengan cubitan kecil sehingga membuat Ricko tertawa geli. Nisa pun kembali tersenyum melihat kelucuan wajah suaminya. Ricko yang melihat wajah Nisa mulai penuh polesan senyuman mulai berharap senyuman itu tidak pernah hilang lagi. Dan ia berharap agar Nisa dan dirinya secepatnya di karuniai seorang anak.

__ADS_1


__ADS_2