Tentaraku Bodyguardku

Tentaraku Bodyguardku
Episode 53 (Pengertian untuk Rita)


__ADS_3

Malam berlalu dengan penuh gairah, yang tadinya hanya ada rasa malu namun sekarang seluruh dunia seperti milik mereka berdua.


Malam pertama sangat mereka nikmati hingga waktu pagi tiba Ricko dan Nisa masih tidur terlelap sebab kelelahan.


"Ehh miaa,, mau kemana?" Ucap bu Rahma yang melihat Mia hendak mengetuk pintu kamar Ricko.


"Mau bangunin suruh makan bi?"


"Udah jangan dibangunin, mereka habis olahraga tdi malam."


Mia membelokkan matanya, ia berpikir dewasa dan akhirnya mengerti maksud bu Rahma.


"Emang bibi denger?" Ucap Mia terkekeh.


"Semalam denger tpi kecil." Ucap bu Rahma kembali terkekeh.


Saat Nisa membuka matanya ia sangat kaget, pasalnya baru kali ini ia bangun telat. Nisa menoleh kesamping dan terlihat Ricko sudah terbangun dan menatap wajahnya dari tadi.


"Mas,, kenapa ngak bangunin akuu."


"Kasian ngak tega hehe,," Ucap Ricko terkekeh. "pasti kamu capek kan?"


"Mass aku ngak solat subuh dong?? haduhh kenapa gak bangunin sihh."


"Hehe maaf sayangkuu." Ucap Ricko kemudian mencium kening Nisa.


πŸ’πŸ’πŸ’


"Good morning pengantin baruuuuu,," Ucap Mia yang sedang menyiapkan beberapa sajian makan pagi. "Nisa mana Rick?"


"Lagi pakai baju, ntar dia nyusul kebawah kok."


Nisa segera turun dengan pakaian daster khas emak-emak, Ricko berusaha menahan tawanya namun tawanya terpecahkan saat melihat Nisa turun dari tangga dan memainkan serta berputar-putar dengan daster yang ia kenakan.

__ADS_1


"Hahahahahahah....." Tawa Ricko membuat nasi di dalam mulutnya ikut keluar.


"Ricko ih apaan sih, istrimu cantik tau pakai daster gitu." Ucap bu Rahma sambil memukul tangan Ricko. "Sini nak, sarapan dulu."


Nisa berjalan dan duduk di sebelah Ricko, ia melihat Ricko sedang memendam rasa tawa. Ricko melirih ke arah Nisa di sampingnya dan ia kembali tertawa.


"Ini pakaian di kadoin orang mass,, jadi hargai aja."


"Emang siapa yang kadoin gituu,, aku mau terimakasih sama dia sudah buat istriku macam emak-emak." Ucap Ricko terkekeh.


"Ngak tauu,, di kotaknya ngak ada tulisan dari siapa."


"Itu dari Gibran, aku sama dia pergi beli kemaren malam." Ucap Lisa.


"Hahahaha makasih adekku sayang." Ucap Ricko tertawa makin keras.


πŸ’πŸ’πŸ’


"Rickooo ada Rita sama Denis datang nihh." Teriak bu Rahma dari lantai bawah.


"Bagiin undangan dong, kan bentar lagi gue mau nikah." Ucap Rita sembari menyerahkan sebuah undangan berwarna hitam.


"Congratulations my bbyyyyyy.." Ucap Nisa dari lantai atas dan langsung berlari menuju Rita berdiri. "Selamat bentar lagi kita bakalan jadi emak-emak."


Rita dan Nisa berpelukan bahagia, sedangkan Ricko hanya tertawa melihat kekonyolan kecil dari istrinya.


Disaat mereka sedang berbincang diruang tamu, seseorang datang dengan membunyikan bel serta mengetuk pintu. Ricko hendak membukakan pintunya namun Lisa mendahuluinya.


"Mahhh, aku pergi jalan dolooo." Teriak Lisa dari tangga dengan menenteng sepatu sadalnnya.


"Ehh siapa itu, main pergi ajah." Ucap Riko


"Cowokku lah siapa lagi." Ucap Lisa

__ADS_1


"Waaww sudah jadian rupanya." Ucap Nisa


"Ngak mau kalah." Ketus Lisa.


Saat pintu terbuka lebar, Gibran melihat ke dalam bahwa disana sudah ada para sahabatnya sedang berbincang. Ia hendak memalingkan badan dan berjalan namun Ricko menghentikannya.


"Jagain adekku yaah, awas sampe di rebut orang."


"Aman broo,, gue jaga kalau perlu sekalian gue rantai supaya ngak kemanaΒ²"


"Jangan lupa datang dipernikahan gue besok lusa." Ucap Denis.


"What thee,, kalian udah mau nikah?"


"Yaiyalah kalau kelamaan ntar dipepet orang Gib."


"Jangan tinggalin gue dong, masa kalian udah jadi suami istri sedangkan gue jadi setangkai pohon."


"Makanya mending lu nikahin ajah tuh Lisa, uang lo kan banyak buat apa di simpen mulu." Ucap Rita menghasut Gibran agar menikahi Lisa.


"Ahh bicara apaan sih habisin waktu gue ajah." Ucap Lisa kemudian berlari masuk ke dalam mobil dan disusul Gibran.


Denis, Ricko,Nisa hanya tertawa melihat keluguhan Lisa. Sedangkan Rita hanya terdiam sesaat, Nisa menegur Rita dengan menanyakan mengapa ia terdiam. Rita menarik tangan Nisa menjauh dari Ricoo dan Denis.


"Ada apa?" Ucap Nisa.


"Sakit kah?" Ucap Rita dengan wajah kecut, Nisa mengerti maksud Rita.


"Awalannya memang sakit, tapi ntar kalau lama-kelamaan ngak terasa kok."


"Ayyss aku mau melajang ajah deh sampe tua, bayangin digituin terus tar hamil melahirkan, hiwwww bisa mati aku."


"Stttt, nikah itu wajib bagi orang yang sudah berjodoh, kalau kamu mau melajang artinya hidupmu sama sekali ngak ada gunanya. Urusan di ranjang bagiku itu seru ngak dapat dosa lagi karena sudah sah. Banyak orang diluar sana yang sudah begitu-gitu tapi belum sah malah yang ada dapat dosa, orang yang mencari keturunan karena ada yang mandul juga ada beberapa."

__ADS_1


"Tapi aku takutt, tar aku kalau mandul kayak apa?"


"Sedikit orang mandul di negara ini, intinya kamu banyakin berdo'a supaya terhindar dari semua hal-hal buruk."


__ADS_2