
Pagi ini seperti biasa Zia berangkat ke kantor bersama Zain.Tapi hanya mengantar,karena Zain libur tidak masuk kantor.
"Sayang muka nya jangan di tekuk gitu dong,nanti cantik nya hilang loh." ucap Zain membingkai wajah Zia yang cemberut. Saat ini Zain dan Zia didalam mobil di depan kantor.
"Kakak mau kemana sih?" tanya Zia penasaran.
"Ada urusan penting Sayang, pulang nya nanti Kakak jemput ya, " Zain mencium kening Zia dengan lembut.
"Apa lagi Kak? " tanya Zia sewot karena Zain kembali menarik tangan nya saat ingin membuka pintu mobil.
"Jangan marah dong Sayang, kakak janji hanya sebentar." Ucap Zain lembut.
"Zia kerja ya Kak, kakak hati-hati, " Zia mengabaikan ucapan Zain memilih membuka pintu mobil.
"Tunggu dulu Sayang! " Sahut Zain menarik Zia dalam pelukan nya.Zia membenamkan wajah nya di dada bidang Zain.
" Zia kesal sama Kakak, kenapa ngak bilang sama Zia urusan apa ?mau kemana?Kenapa di rahasiakan? "tanya Zia beruntun.
" Besok Kakak kasih tau sama kamu tentang urusan hari ini. Percaya sama Kakak, aku mencintaimu. "Ucap Zain menempel kan kening kedua nya, mengelus lembut pipi Zia.
" Senyum dulu dong! "dengan terpaksa Zia tersenyum pada Zain.
" Nah gitu kan tambah cantik." Lagi Zain mencium kening Zia dengan sayang sebelum Zia benar-benar pergi.
"Maaf Sayang, Kakak mau nyari cincin buat kita besok. Maaf tidak memberitahu mu, " Zain menghela nafas berat.
Zain hari ini mengajak Ameera ke salah satu mall milik keluarga Adhitama. Sengaja berdua sama Ameera karena selain mencari cincin untuk Zia,Ameera juga mau mencari gaun nya untuk acara Zain besok malam.
"Kita berangkat sekarang aja yuk Bang! " Ameera duduk disamping Zain.
"Nanti siang aja Dek, ini masih jam 9 pagi. " Sahut Zain tetap fokus mengecek pekerjaan yang dikirim Jo lewat e-mail.
"Antar Ame sekalian ke salon Bang,biar besok pas acara Ame cantik cetar membahana." Ucap Ameera mengibaskan kan rambut nya.
"Oke, Abang ganti baju dulu. "
Zain dan Ameera berada di salah satu toko perhiasan ternama.Memilih cincin untuk Zia sekalian kalung berlian sebagai salah satu isi seserahan untuk Zia.
"Bang kalung yang ini bagus deh, simple tapi kesan mewah nya tetap ada." Ucap Ameera menunjuk salah satu kalung di etalase toko tersebut.
"Bungkus kalung yang dipilih adik saya," pinta Zain pada karyawan toko itu.
__ADS_1
"Pilihan nona bagus, kalung ini keluaran terbaru Tuan dan hanya ada lima. " Ucap nya membungkus kalung tersebut.
"Cincin pesanan saya kemarin sekalian dibungkus juga."Sambung Zain lagi.
"Baik Tuan. "
"Pak Zain? " Zain yang merasa nama nya di panggil menoleh ke sumber suara.
"Jesika! "sahut Zain datar." Kesini sama Juna? "tanya Zain mencari keberadaan Juna.
" Ngak Pak. Saya sama sendiri, "pandangannya tertuju pada gadis bersama Zain.
"Kenalin ini Ameera adik saya. Ame ini Jesika sahabat nya Zia. " Ucap Zain mengenal kan kedua nya.
"Kami duluan Kak Jesika, " ucap Ameera pamit saat pesanan mereka selesai.
"Bang, kita makan dulu ya habis itu baru nyari gaun Ame, "Ameera menarik tangan Zain ke restoran jepang.
Zain dan Ameera duduk disalah satu kursi dipojokan. Sengaja Zain memilih meja yang agak sepi biar lebih tenang.
Sedangkan disisi lain, Jo dan Zia siang ini melakukan meeting di restoran jepang tempat yang sama dengan Zain dan Ameera.
"Tuan Hamzah belum datang Zia, kita pesan minum aja dulu! " ucap Jo yang tidak melihat klien nya.
"Kak, Zia meeting di luar sama Pak Jo. "
Isi pesan Zia,tapi tidak mendapatkan balasan dari Zain."Sepenting itu urusan nya sampai tidak mengingat ku sama sekali, " Zia mendengus.
Tapi baru saja Zia memasukkan ponsel nya kedalam tas,mata nya tanpa sengaja melihat laki-laki yang sedang dia pikir kan berjalan tidak jauh dari meja mereka.
"Kak Zain. " gumam Zia lirih, Zia merasa dejavu saat melihat Zain menggandeng wanita lain. Jo yang sedari tadi fokus berbalas pesan dengan Clara tidak menyadari kalau Zia sudah pergi.
"Kak Zain! "panggil Zia kencang.Langkah Zain terhenti mendengar suara Zia.Zain berbalik dan tersenyum manis pada Zia.
"Sayang, "
Plak.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Zain.
"Ini urusan penting yang Kakak bilang? "Tanya Zia menatap Zain tajam.
__ADS_1
Zain memegang pipi nya yang terasa perih akibat tamparan Zia. Zain yang menyadari pertanyaan Zia menoleh ke Ameera yang kebingungan.
" Sayang kamu salah paham, "Ucap Zain meluruskan.
" Semua laki-laki sama saja,Kakak sama Daren sama saja. Sama-sama bajingan. " Teriak Zia mengusap kasar air mata nya.
"Sayang plis, dengarkan dulu penjelasan kakak! " Ucap Zain mencoba mengejar langkah Zia.
"Apa yang harus aku dengarkan? alasan kamu, khilaf? "Zia tertawa dalam tangis nya.
"Khilaf hanya alibi saja untuk menutupi kesalahan kalian.Saat Daren menghamili Celine alasan nya juga Khilaf.Aku juga khilaf karena mempercayai mu, " ucap Zia menunjuk wajah Zain.
"Jangan sama kan aku dengan Daren, Zia! " Zain tanpa sadar membentak Zia.Zia membeku mendengar Zain membentak nya pertama kali.
"Maaf," Zia berlari meninggalkan Zain yang mematung.
Zia menghentikan sebuah taksi,baru saja Zia membuka pintu mobil, Zain lebih dulu menarik Zia kedalam pelukan nya.
"Maaf kakak sudah membentak kamu, maaf. Sayang, Ameera tadi adik ku, "Zain berusaha menjelaskan.
Deg.
Ucapan Zain membuat Zia menganga.Adik? benarkah perempuan tadi adik Zain, jadi Zia cemburu pada adik Zain sendiri.
"Maaf Sayang, " berulang kali Zain mengucapkan kata maaf terlebih Zain membentak Zia. Sungguh Zain menyesal.
"Bapak boleh pergi, ini ongkos nya! " ucap Zain memberikan lima lembar uang pecahan berwarna merah.
"Jo,lo meeting sendiri ya, Zia pulang sama gue! "Zain melihat Jo disamping Ameera.
"Ameera, masuk mobil kita pulang. " Ameera patuh masuk kedalam mobil.
Dalam perjalanan Zia hanya diam begitupun Ameera.Kesal bercampur malu rasa nya cemburu pada adik Zain sendiri. Tapi disini tetap saja Zain yang bersalah, kenapa tidak mengatakan kalau bersama adik nya.
"Maaf karena salah paham padamu.Maaf juga untuk pertemuan pertama kita dengan kesan tidak baik seperti ini," ucap Zia menoleh kebelakang dimana Ameera duduk. "gak papa, Ame mengerti, " Ameera tersenyum hangat pada Zia.
Zia beralih memandang Zain. "Maaf juga tidak mendengar kan penjelasan kakak lebih dulu," ucap Zia menyesal.
"Kakak senang kamu cemburu itu tanda nya kamu mencintai kakak. I love you"
Mampir yuk Say,kasih like, komen, vote nya juga.
__ADS_1
Lanjut...