Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Ulang Tahun Mami


__ADS_3

Setelah selesai pembahasan rencana pernikahan Zain dan Zia yang akan dilaksanakan 2 bulan lagi. Seluruh keluarga Adhitama dan kerabat Zia yang lain berangsur pulang meninggal rumah Zia.


"Sayang, Mas pulang dulu," Zain mengenggam tangan Zia yang berjalan bersisian.


"Cie cie udah panggil Mas," Zia menyembunyikan wajah nya dipunggung Zain karena malu.


"Udah dong Ame jangan digoda terus Kak Zia nya,"Mami menarik tangan Ame menjauh.


"Ya sudah Sayang Mas pulang dulu,boleh cium gak yank? " Zain memajukan wajahnya.


"Ngak," Zia melirik Mami dan Ameera yang sedang memperhatikan mereka.


Zain mengikuti arah pandangan Zia. "Mami sama Ameera masuk mobil duluan ya, Abang mau pamitan sama Kak Zia."Zain mendorong pelan Mami dan adik nya ke dalam mobil.


" Alah,modus itu Mi." protes Ameera tapi tetap menurut masuk ke dalam mobil.


" Sini dulu Sayang," Zain menarik tangan Zia mendekat.


Cup.


Zain mencium bibir Zia. "Kok bibir sih? " Zia melotot menatap Zain horor.


"Ngak papa dong Sayang, tanda cinta." Jawab Zain asal.


"Kok gitu sih? kamu ngak cinta sama Mas? " tanya Zain dingin.


"Cinta atau ngak nya itu bukan dilihat mau atau tidak nya di cium, kalau ngak cinta ngapain mau diajakin nikah. " Zia meluruskan.


"Maaf, jangan marah Sayang. Mas mau pulang, kalau kamu marah Mas jadi ngak tenang. " Zain merengek menggoyang tangan Zia seperti anak kecil merengek pada Ibu nya.


"Iya Mas Zia ngak marah, " Zia mengelus lembut tangan Zain.


"Love You Sayang. " Zain mencium lembut kening Zia."Ya udah sana, Mami sama Ameera kelamaan nunggu,Love You too. "Zia tersenyum manis.


"Lama amat Bang pamitan nya, cium berapa kali? " tanya Ameera judes saat Zain masuk mobil.


"Banyak kali. " Sahut Zain tanpa merasa bersalah.


"Pantesan lama Mami sama Ame sampai jamuran nunggu Abang. " Ucap Ameera menyindir Zain.


"Jalan kan mobil nya Zain jangan berdebat terus! " Sang Mami memberi perintah mengakhiri perdebatan mereka.

__ADS_1


Satu minggu kemudian,


"Sayang, nanti kita ke butik ya.Ngambil pesanan gaun sama jas buat kita pakai di acara Mami besok. " Ucap Zain berbaring manja di paha Zia.


"Butik Ibu pak Jo ,Mas? "tanya Zia memastikan.


"Bukan, Butik Mami. "


"Mami desainer juga Mas? "Zia memutar badan menghadap Zain.


"Iya Sayang, kamu ngak tau? " Zain menatap Zia heran.


"Ngak, kamu ngak pernah kasih tau, Mami juga ngak pernah cerita kalau dia punya Butik, " Jawab Zia jujur.


"Mas, Zia keluar dulu mau lanjut kerja," Zia mendudukkan Zain dari pangkuan nya.


"Ngak usah kerja Sayang, lagian Mas kan Bos nya berarti kamu Nyonya Bos. " jawan Zain enteng.


"Kerja profesional Mas, Zia harus menyelesaikan semua pekerjaan sebelum Zia pindah ke kantor Papa kalau kamu lupa. " Zain menghela nafas berat mendengar ucapan Zia.


"Ngak bisa di batalin pindah nya Sayang? "


Jam menunjuk kan pukul 4 sore, tapi Zain belum juga keluar dari ruangan nya,Zia yang sedari tadi menunggu jadi cemas sendiri.


Tok tok tok.


Ceklek,


Pandangan pertama Zia masuk ruangan terlihat Zain yang sedang tidur, dengan kepala tertelungkup di atas meja.


"Mas! " panggil Zia berjalan mendekati Zain.


"Mas..kamu kenapa dipanggil kok ngak nyahut sih? " nada suara Zia naik satu oktaf.


"Mas! " Panggil Zia lagi kuat menggoyang kan bahu Zain.


Mmm hoamm.


Zain menguap lebar merasa kantuk luar biasa.Tidur Zain terganggu samar-samar mendengar Zia memanggil nya.


"Sayang, ada apa? " Zain bingung melihat Zia disamping nya.

__ADS_1


"Dari tadi Zia nunggu di depan taunya Mas malah tidur. Kata nya mau ke Butik, jadi ngak? kalau ngak jadi Zia mau pulang." Setelah mengatakan itu Zia berlalu keluar.


"Jadi dong Sayang, sorry Mas ketiduran capek banget, ayo berangkat sekarang! " Zain menakutkan jemari kedua nya, berjalan keluar kantor dengan tangan saling menggenggam.


Keesokannya, Zia datang bersama kedua orang tua nya. Memakai gaun malam berwarna maroon lengkap dengan high heels menghiasi kaki jenjang Zia. Rambut yang sengaja di gerai membuat Zia terlihat lebih dewasa.


"Gaun nya kenapa terbuka gini? perasaan kemaren ngak deh! " Zain kesal melihat penampilan Zia yang sangat menggoda iman.


" Kan Kamu yang pilih Mas,ya udah yuk kita samperin Mami, semua udah nungguin di sana," Zia menunjuk ke sebuah meja tempat keluarga Zain berada.


Tidak hanya keluarga Zia yang datang, teman Zia pun ikut di undang.


Zia dan Zain duduk di meja khusus keluarga Adhitama, sedangkan teman-teman nya memilih meja sendiri yang berada tidak jauh dari keluarga Zain.


" Kamu udah datang Sayang? " tanya Mami memeluk dan mencium pipi calon menantu nya.


"Udah Mi. selamat ulang tahun ya Mi, semoga panjang umur sehat selalu.Pokok nya segala doa terbaik untuk Mami. Ini kado dari Zia dan Mas Zain Mi, semoga Mami suka." Ucap Zia menyerah kan sebuah paper bag pada Mami Sinta.


"Terima Kasih ya Sayang. " Ucap Mami memeluk menantu nya sekali lagi.


"Kak Zia cantik banget sih malam ini. " Ameera memuji penampilan Zia yang terlihat sangat berkelas.Berbeda dengan penampilan Zia yang biasanya selalu sederhana.


"Terima kasih Ame cantik, Ame juga Cantik." jawab Zia juga memuji adik ipar ny.


"Iya dong, siapa dulu Ameera gitu loh. " Ameera mengibas rambut nya bangga.


Zain geleng-geleng melihat Ameera yang memiliki tingkat kepercayaan diri level atas. "Lain kali jangan dandan seperti ini, emang nya kamu mau tebar pesona? " Zain memeluk pinggang Zia posesif. Zain masih kesal mengingat banyak mata memandang Zia dengan tatapan memuja.


"Alah,bilang aja Abang cemburu," Ameera jengah melihat Abang nya terlalu cemburuan.


"100 untuk Ame, " Zia mengacungkan jempol menanggapi perkataan Ameera. "Zia dandan sebaik mungkin juga buat kamu Mas, biar ngak bikin kamu malu. Tamu nya banyak loh, kolega Bisnis luar dan dalam negri banyak yang datang. "Ucap Zia lembut memberi pengertian pada Zain.Zain mendengus apapun alasannya Zain tetap cemburu.


"Terima Kasih hadirin semua yang sudah hadir di acara ulang tahun Nyonya Sinta Alina Adhitama malam ini." MC mulai membacakan rangkaian acara malam ini.


"Sekarang kita masuk ke acara inti malam ini yaitu acara tiup lilin dan Pemotongan kue oleh Nyonya Sinta Adhitama."suara Mc menggelegar memeriahkan acara.


Segini dulu ya,sengaja digantung biar jadi penasaran thor, cus kita ketemu di bab selanjut nya.


Silahkan mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Like, komen, vote nya. Kasih hadiah jangan lupa rate bintang lima.

__ADS_1


__ADS_2