Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Kecelakaan


__ADS_3

Tak terasa waktu terus bergulir, dan usia pernikahan Zain dan Zia genap 1 bulan. Zia menggeliat dari tidur nya,meraba sisi tempat tidur di sebelah nya dengan mata yang masih enggan terbuka, tapi sosok yang di cari tidak ada tanda-tanda keberadaan nya.


"Mas.. " Zia memanggil Zain bersamaan pintu kamar terbuka, terlihat Zain membawa sebuah nampan besar di tangan nya, dengan senyum mengembang, Zain berjalan mendekati Zia yang belum beranjak dari kasur. Zia melirik nampan yang tadi di bawa Zain, terlihat dua gelas susu dan roti lapis berbentuk hati. Zia mengernyit heran menatap suami nya.


"kenapa sarapan di kamar Mas? " bukan nya menjawab, Zain langsung memeluk dan mencium seluruh wajah Zia dan yang terakhir bibir nya, mencium dan ******* bibir Zia sebentar.


"Happy anniversary yang 1 bulan Sayang! " ucap Zain kembali mencium bibir istri nya.


"Oo Www so sweet banget sih suami aku ini, " Zia mencubit gemas ke dua pipi Zain, kemudian mencium ke dua pipi Zain bergantian.


"Karena hari ini hari spesial kita,kita gantian! Mas akan melayani permaisuri ku ini. " Ujar Zain seraya memangku Zia.


"Mmm.. Terima kasih Sayang, love you. " Zia mengecup bibir Zain sekilas, kemudian beranjak dari tempat tidur untuk membersih kan diri sebelum sarapan.


Setelah menyelesaikan sarapan, kedua nya beranjak turun untuk berangkat ke kantor.


"Silahkan masuk Sayang! " Zain lebih dulu membuka kan pintu mobil untuk istri nya, setelah nya Zain kembali memutari mobil, membuka pintu di kursi kemudi untuk dirinya sendiri.


"Jo ngak bareng kita Mas? " Ujar Zia karena tidak melihat keberadaan Jo, yang biasa nya paling setia di samping Zain.


"Ngak Sayang! hari ini khusus kita berdua, " sahut Zain tersenyum lembut. Zain mengemudikan mobil nya mengantar Zia lebih dulu, setelah nya baru lah Zain berangkat ke perusahaan Adhitama.


Zia menjalani hari-hari nya dengan bahagia, di tambah lagi sekarang, hidup Zia semakin lengkap karena kehadiran Zain sang suami. Sebulan menjadi istri Zain, membuat Zia lebih mengenal bagaimana seorang Zain sebenar nya,selain perhatian, Zain memperlakukan Zia tak ubah nya bak ratu.


Disaat Zia sibuk berkutat dengan pekerjaan nya, atensi nya beralih pada ponsel berdering, yang terletak di atas meja.

__ADS_1


"Jangan lupa makan siang istriku!" Zia tersenyum membaca pesan Zain, ya! ternyata pesan yang masuk dari kontak Mas suami.


"Iya Sayang, Mas juga jangan lupa makan ya! " Balasan dari Zia untuk suami nya.


Sedangkan di tempat lain, Celine datang menjenguk suami nya ke kantor polisi.Nampak Daren berjalan diantar oleh petugas menuju ruang tempat kunjungan tahanan, setelah nya Daren duduk berhadapan dengan Celine.


"Kamu apa kabar? " tanya Celine menatap wajah Daren yang masih tampan, meskipun tanpa perawatan.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik. " Ujar Daren tersenyum tipis.


Daren sudah bisa menerima takdir nya dan menerima Celine, meskipun tidak mencintai Celine, Daren akan tetap mempertahankan rumah tangga nya selagi Celine menginginkan.


"Dia apa kabar? " Tanya Daren menatap perut Celine yang membuncit.


"Maaf, " Ujar Daren menunduk kan kepala nya.


"Tidak perlu minta maaf! Semua sudah berlalu. Aku akan kembali datang pada Zain meminta supaya mencabut laporan nya. "Ujar Celine seraya menggenggam tangan Daren di atas meja.Daren tidak setuju dengan rencana Celine, biarlah dia mempertanggung jawab kan kesalahan nya.


" Jangan menggangu hidup mereka lagi! biarkan Zia bahagia!" Ujar Daren berubah dingin.


"Membiarkan mereka bahagia? sedangkan kita menderita, begitu? " tanya Celine sedikit meninggi. "Jangan bilang kamu masih mencintai Zia! "


"Ya! "


Jawaban singkat Daren membuat Celine semakin membenci Zia, setelah semua yang terjadi, kenapa Daren masih mencintai orang yang sudah menyebab kan kehancuran nya. Sedangkan Celine selama ini yang ada untuk Daren, di saat susah mau pun senang, tapi tetap tidak mampu menggeser posisi Ziandra di hati Daren.Celine beranjak dari duduk nya, berlalu meninggalkan Daren.

__ADS_1


Celine merepet di sepanjang perjalanan, mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, tanpa sadar mobil yang di kendarai Celine berhenti di depan kantor Zia. Bersamaan dengan Zia yang keluar kantor, dan kembali masuk mobil yang sudah standby menunggu di depan lobby.


Celine langsung mengikuti mobil Zia, yang melaju pelan menuju sebuah salon kecantikan. Sengaja Zia ke salon di antar Jo, sesuai permintaan Zain, yang kata nya akan mengajak Zia dinner malam ini.


"Zia ngak papa sendirian kan? nanti saya jemput lagi! " Tanya Jo melongok ke kursi penumpang belakang.


"Iya Kak, " Zia menarik handle pintu dan segera turun dari mobil. Jo langsung pergi, tanpa menunggu Zia masuk ke dalam salon.


Sedangkan di tempat lain, Zain masih disibukkan dengan pekerjaan nya.Berulang kali Zain melirik arloji di tangan nya, menunggu malam tiba.


Siang berlalu malam menjelang, Jo tiba di depan Salon menjemput Zia. Zia berjalan keluar dengan gaun malam yang sangat cantik, sedikit terbuka dan mengekspos kaki jenjang nya.Jo menatap Zia dengan mulut menganga, mengagumi betapa cantik nya seorang Ziandra, tapi sejurus kemudian Jo tersadar, tindakan nya tidak lah benar.


Jo membuka kan pintu untuk Nyonya nya, setelah nya Zia langsung masuk, dan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada Jo. Mobil melaju dengan kecepatan sedang,di dalam mobil hanya ada keheningan, Jo yang fokus menyetir ,sedangkan Zia sibuk dengan ponsel nya. Setengah jam perjalanan, mobil tiba di sebuah kafe yang sangat mewah. Terlihat Zain sudah menunggu di depan Kafe, menyambut kedatangan Zia, dengan senyum terus terpatri di bibir tipis Zain, semakin menambah kadar ketampanan nya.


Zia turun dari mobil, melangkah dengan anggun, mulai menyeberangi jalan menuju tempat sang suami berdiri. Mata Zain terus tertuju pada sosok bidadari cantik yang berjalan mendekati nya, terlihat begitu cantik, sosok sempurna pelengkap hidup Zain. Karena terlalu fokus menatap Zia, Zain tidak menyadari sebuah mobil melaju kencang menghadang Zia yang sedang berjalan. Hingga,


"Braaak"


"Ziaaaaa..... " Zain berteriak seraya berlari kencang menghampiri tubuh Zia yang di hantam mobil.


🌺🌺🌷🌺🌺


Terkadang kita diuji bukan untuk menunjuk kan kelemahan yang kita miliki, tetapi untuk menemukan kekuatan yang sebenarnya kita miliki.


To be Continued.

__ADS_1


__ADS_2