Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Kembali Bekerja


__ADS_3

"Mas, Zia masuk dulu! " Zia mengulurkan tangan pada Zain. Zain yang mengerti maksud istri nya langsung memberikan tangan nya untuk di cium Zia.


"Jaga mata jaga hati Sayang, ingat punya suami. " Zia mendelik mendengar ucapan Zain.


"Iya Mas Sayang.Tapi bisa saja jadi lupa Mas toh masih perawan," Zia terkekeh merasa lucu dengan ucapan nya sendiri.


"Awas kalau macam-macam, " Zain menyorot dengan mata tajam nya. "Kalau kamu udah bersih tidak akan Mas kasih jeda sampai hamil, biar semua dunia tahu kalau Ziandra sudah bersuami" Zia malah semakin tertawa cekikikan melihat sikap posesif Zain pada nya.


"Iya Sayang ku, suami ku, cinta ku,pokok nya segala nya deh. Zia ngak bakalan lupa. ada ini nih sebagai tanda, " Zia memperlihatkan cincin pernikahan mereka di jari nya. "Orang kantor udah tau semua kalau Zia udah bersuami. Seharusnya Mas yang harus ingat udah punya istri, harap jaga jarak sama bibit pelakor. " Zia menatap serius wajah suaminya.


Zain menangkup wajah istri nya. "Buat Mas kamu segalanya tidak ada yang bisa menggantikan bidadari surga ku ini. "Setelah nya mencium bibir istri nya dengan lembut. " So sweet banget suami ku, "Zia memasang wajah tersipu malu, " Zia masuk Sayang. "Sebelum membuka pintu mobil mencium pipi Zain sekilas.


" Tiap hari manis gini sama suami makin banyak pahala kamu Yank, "Zain tersenyum lebar.


" Zia ngak bisa bersikap manis kayak kamu Mas. Kalau kita sama-sama manis takut nya diabetes. "Kedua nya tertawa bahagia.


" Pulang nya Mas jemput,jangan pergi kemana-mana sebelum Mas datang. "Pesan Zain sebelum melajukan mobil nya.


" Wih, pengantin baru bukan nya honeymoon malah masuk kantor. " Jo masuk ruangan Zain saat mendapat kabar dari Yusuf sekretaris Zain.


"Sialan lo, lo ngeledek gue atau gimana? " Zain memasang wajah garang nya.


"Ou ou, santai bro. " Jo menyatukan ke dua tangan nya di depan dada. "Kata orang nih ya, kalau kalau habis datang bulan di bobol mujarab Zain bisa langsung jadi. " Jo mendudukkan bokong nya di kursi dihadapan meja Zain.


"Lo tau dari mana? " Zain menatap curiga sahabat laknat nya ini.


"Denger cerita orang, kalau lo ngak percaya tanya aja mbah google. "Zain mendengus tapi dalam hati nya berharap apa yang Jo katakan kebenaran.


" Ngapain lo kemari? " Tanya Zain lagi.


"Mau ketemu lo lah, kangen beberapa hari ngak ketemu. " Ucap Jo berbohong.


"Jijik gue, " Zain menatap Jo dengan tatapan geli. "Mendingan lo nikahin Clara cepat biar otak lo ngak sedeng. " Zain memencet telpon kantor di meja nya.

__ADS_1


"Keruangan saya sekarang! " ucapan Zain singkat dan padat.


Tok tok.


"Tuan, " Yusuf masuk sambil memegang tab di tangan nya.


"Apa jadwal saya hari ini? " tanya Zain datar.


'Gini amat menantu Pak Samanta, apa Nona Zia betah jadi istri kulkas ini' Yusuf membatin.


Yusuf pun membaca kan apa saja agenda Zain hari ini dari pagi sampai sore. Tidak banyak pekerjaan yang menumpuk karena sudah di handle sang asisten.


Siang nya di tengah kesibukan Zain,ponsel yang ada dalam kantong nya berdering.


"Halo Sayang, " Wajah cantik Zia terpampang jelas di layar ponsel Zain.


"Kamu udah makan Mas? " Zia ikut tersenyum melihat Zain tersenyum pada nya.


"Belum Sayang, " jawab Zain jujur.


"Cindy, kita ke kantor suamiku, " Zia yang kebetulan selesai meeting sebelum jam makan siang tiba.Dengan menenteng 2 paper bag di tangan nya, Zia berjalan keluar dari cafe tempat meeting sebelum nya.


Cindy mengemudikan mobil menuju perusahaan Adhitama. Satu jam dalam perjalanan mobil Cindy sampai di parkiran kantor Zain, bersamaan dengan Zain yang sampai di lobby yang berniat menjemput istrinya.


"Mas.. " Suara Zia mengalihkan perhatian Zain. Zain tersenyum berjalan mendekati istri nya.


"Kesini sama siapa? " Zain bertanya sebelum nya mencium kening istri nya lebih dulu.


"Kamu lupa Mas ada Cindy. " Zia menunjuk Cindy yang berdiri di belakang nya.


"Astaga, Mas lupa. " Zain menggandeng tangan istri nya melangkah masuk perusahaan.


"Cindy, kamu makan siang aja dulu. " Zia menyerahkan 2 lemar uang bewarna biru.

__ADS_1


"Saya masih ada uang Nona, " Cindy menolak halus pemberian Zia,karena selama bekerja bersama Zia Cindy selalu di kasih uang saku oleh Zia. Belum lagi gaji dari Zain yang lumayan besar untuk seorang supir.


"Terima saja, " Suara dingin Zain membuat Cindy tak lagi menolak .


"Duduk di sini Mas, " Zia mengajak Zain duduk di sofa semua makanan sudah tersaji di atas meja.


"I love you my wife, " Zain mengucap kan kata cinta pada sang istri saat Zia menyerah kan piring yang sudah berisi makanan.


Mereka pun makan dalam diam, hanya terdengar suara sendok dan piring saling beradu.


Setelah menyelesaikan makan siang nya, Zia segera kembali ke kantor nya sendiri.


"Kalau udah sampai kantor kabari Mas ya, " Zain mengantar Zia sampai mobil.


"Iya Mas, Zia berangkat ya. " Zia mengambil tangan Zain kemudian mencium nya.Seperti biasa Zain akan membalas dengan mencium kening sang istri.


Malam hari nya semua keluarga Zain berkumpul di ruang keluarga sesaat sebelum nya setelah makan malam bersama.


"Besok kami akan kembali, " Ucapan Kakek mengejutkan Zia. Kenapa cepat sekali pikirnya.


"Ngak bisa di sini aja Kek? " Tanya Zain penuh harap mereka bisa berkumpul bersama.


"Ngak bisa Zain. Kuliah Ameera juga belum selesai. " Kali ini nenek yang menjawab. "Kami akan kesini lagi kalau cicit buat kami udah ada. " Sambung nya lagi tersenyum menatap Zain dan Zia bergantian.


"Aman itu mah, nunggu Zia selesai langsung gas pol jangan kasih kendor. " Ceplos Zain semangat 45.Zia menunduk mendengar ucapan Zain yang tidak tau malu menurutnya.


"Ngak gitu juga kali Zain, kalau menantu Mami sakit kamu mau tanggung jawab? "


"Jangan sakit dong Mi, hamil aja Zain pasti tanggung jawab. "Mami menimpuk kepala Zain dengan bantal sofa.Semua orang ikut menertawakan Zain.


" Kalau hamil ya pasti kamu lah yang tanggung jawab. Kecuali Zia nyari suami baru. " mengacungkan jempol pada Maminya.


" Maksud nya apa? "Zain menatap Zia yang mengangguk semangat mendengar ucapan Mami nya.

__ADS_1


Karena novel nya romantis alur nya dibikin datar aja biar dapat kesan keluarga harmonis nya. Tapi readers ku semua tenang aja nanti bakalan ada bab yang bikin emosi naik,ikutin terus ya.Kasih like, komen, dan juga vote nya untuk tambahan semangat.


__ADS_2