Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Apakah Zia selingkuh?


__ADS_3

"Mas, janji ya! " pinta nya lagi merengek, bergelanyut manja di lengan suami nya seolah enggan melepaskan.


"Iya, Sayang. Cuma dua hari, seharusnya ini pekerjaan Jo karena dia berhalangan terpaksa Mas yang ke sana. " Terang nya dengan lembut.


Memutar badan berdiri dihadapan Zia, mengusap lembut wajah cemberut istrinya.


"Mas pergi dulu, kamu hati-hati di rumah. " Ucap nya lembut, mencium kening Zia lama kemudian beralih pada perut buncit Zia.


"Hei jagoan, Pipi kerja dulu jangan nakal ya, Sayang! " seru nya lembut, kemudian melabuhkan ciuman di perut Zia.


"Kamu hati-hati ya, Mas! " imbuh nya mencium tangan sang suami.


Zia melangkah lesu masuk rumah saat mobil Zain tidak terlihat lagi.


"Baru pisah udah rindu aja," gumam nya, menghirup dalam aroma maskulin yang menguar saat pintu kamar terbuka.


*****


Setelah menghabiskan sarapan nya, Zia langsung ganti baju siap-siap untuk pergi.


"Zia mau kemana? pagi-pagi udah rapi. " Tanya mertua nya lembut, melirik pada Zia yang sangat cantik memakai gaun ibu hamil bewarna putih motif bunga.


"Zia mau ke mall Mi nyari kado buat Mas Zain, 2 hari lagi dia kan ulang tahun. " Terang Zia tersenyum pada mertua nya.


"Astaga, Mami lupa untung kamu ingatkan, Sayang. Mami boleh ikut ngak sama kamu? " Mami menepuk kening nya sendiri, bisa-bisa nya ia tidak mengingat ulang tahun anaknya.


"Boleh dong, Mi." Sahut Zia tersenyum senang. Merangkul mertua nya berjalan keluar rumah.


Setelah berkendara selama satu jam, Zia dan mertua nya sampai di sebuah Mall di kawasan Jakarta pusat.


"Mi, kita ke sana dulu ya! teman-teman Zia nunggu di sana. " Ajak nya, menunjuk ke arah coffee shop yang tidak jauh dari mereka berdiri.


Kedua nya melangkah masuk ke dalam coffee shop, di sana sudah menunggu Clara dan Jesika tanpa kehadiran Ayu tentu nya, karena Ayu sedang pulang kampung.

__ADS_1


"Halo guys, gue ngak telat lama kan? " sapa Zia, langsung duduk di kursi yang masih kosong bersama mertua nya.


"Ngak kok, kami juga baru datang. " Timpal Jesika menyeruput jus yang baru saja di antar oleh waiters.


"Eh, ada Celine juga. " Ujar nya sedikit kaget, karena di sana juga ada Celine dan juga Daren.


"Iya, kebetulan tadi ketemu sama Jesika dan Clara kita gabung aja sekalian, " terang nya menjelaskan. Melihat Celine yang kelihatan canggung Daren pun bersuara.


"Tante ikut juga? " tanya Clara beralih melirik pada Mami yang duduk di samping Zia.


"Iya, sesekali kumpul sama anak muda biar bisa awet muda! " seru nya becanda di iringi dengan tawa kecil.


"Ya udah yuk kita jalan sekarang! " seru Zia yang sudah menghabiskan minuman nya.


"Jangan lupa ya, Daren! " lanjut nya lagi mengingatkan Daren.


"Boleh nolak ngak sih? " tanya Daren memasang wajah memelas nya. Zia tersenyum kemudian menggelengkan kepala nya.


"Gue takut Zain salah paham," kilah nya lagi.


"Ya udah yuk! kami duluan ya! " pamit Zia melambaikan tangan nya pada Celine. Kemudian melangkah keluar bersama mertua dan juga kedua teman nya.


Sedangkan di kota lain, Zain masih di sibuk kan dengan pekerjaan nya. Atensi Zain teralihkan pada ponsel nya yang berbunyi.


"Mas, Zia pergi ke mall sama Mami. Mas jangan telat makan, jaga kesehatan. Zia sama baby boy sayang Pipi, love you Hubby. " Isi pesan dari sang istri. Senyum merekah tercetak jelas di wajah pewaris Adhitama group itu. Pundak nya terasa ringan saat mendapatkan kata cinta dari sang istri.


"Me too Mimi Sayang. Jangan lupa minum vitamin nya.Keluar nya jangan lama-lama nanti kecapean ! " balas Zain mengingatkan, teringat pada sang ibu kalau sudah belanja tidak cukup waktu yang singkat.


Setelah mendapatkan kado untuk suami nya, Zia segera mengajak mertua nya untuk pulang. Mami pun tidak menolak, selain melihat wajah lelah Zia Mami juga mencemaskan keadaan cucu nya.


Dua hari kemudian.


Zia sudah rapi dengan penampilan nya yang selaku tampil modis meskipun sedang hamil, berjalan anggun menghampiri seorang pria yang sudah menunggu nya di lobby hotel.

__ADS_1


"Itu kan Zia! " Seru Jo yang melihat Zia keluar dari mobil. Ya, Jo sudah kembali dari ture bulan madu nya kemarin sore, dan hari ini langsung menghadiri meeting di restoran yang ada di hotel yang sama dengan Zia saat ini.


"Daren! " pekik nya semakin terkejut, saat melihat Zia bersama seorang pria yang ternyata Daren mantan kekasih nya. Tanpa mengulur waktu Jo langsung mengikuti Zia dan Daren dari belakang.


"Zain harus tau hal ini. " Ucap nya marah, mengeluarkan ponsel dari kantong celana nya kemudian mengambil foto Daren dan Zia yang masuk ke dalam kamar hotel.


Setelah mendapatkan foto Zia dan Darren, Jo berlalu keluar dari hotel.


Baru saja Jo menyalakan mobil nya ingin segera pulang, ponselnya kembali berdering.


"Halo Zain, " sapa Jo, ternyata yang menghubungi nya adalah Zain.


"Jemput gue di bandara 1 jam dari sekarang! " titah nya dengan emosi yang menggebu-gebu.


"Lo kenapa? " tanya Jo, bukan nya menjawab Jo malah balik bertanya. Merasa heran mendengar nada bicara Zain seperti nya sedang ada masalah.


Tanpa mendapatkan penjelasan dari Zain, panggilan langsung di putuskan sepihak.


Zain meremas kuat ponsel di tangan nya, wajah nya mengeras dengan mata memerah menahan emosi, saat mendapatkan foto istrinya bersama Daren berada di hotel.


"Apa seperti ini kelakuan kamu di belakang ku, Zia? " tuding nya marah, membayangkan apa yang mereka lakukan di hotel berdua.


"Apa jangan-jangan Zia selingkuh bersama Daren selama ini. Apa mungkin anak yang di kandung Zia bukan anak ku? ah tidak, itu tidak mungkin itu anak ku. Bukan kah saat Zia di nyatakan hamil Daren masih di penjara. " Zain terus berbicara sendiri seperti orang ngak waras.


"Jika benar Zia berselingkuh, aku akan mengambil hak asuh anak ku. Aku tidak rela anak ku di asuh oleh ibu seorang ******. " imbuh nya lagi, melangkah keluar dari ruang tunggu dan langsung masuk ke dalam pesawat.


"Zain, " Panggil Jo melambaikan tangan nya saat melihat Zain keluar dari pesawat.


"Kita langsung ke hotel xxx. " Titah Zain dingin, saat sudah berada di dalam mobil.


"Itu kan hotel yang sama dimana aku bertemu Zia sama Daren tadi, apa Zain sudah tau kalau istrinya selingkuh? " gumam Jo dalam hati, tidak berani bersuara saat melihat wajah Zain yang menggelap.


****

__ADS_1


Tbc


__ADS_2