Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Obsesi Daren 2


__ADS_3

Daren membawa Zia ke salah satu kamar hotel,membaringkan tubuh Zia di atas kasur dengan sangat hati-hati.Darren tersenyum penuh kemenangan,malam ini Zia akan menjadi milik nya.Tidak ada satu orang pun yang bisa menghalangi cinta mereka termasuk keluarga Adhitama sekali pun. Darren memandangi ciptaan tuhan yang begitu indah di dihadapan nya,wajah wanita begitu cantik yang sangat dia cintai. Tangan Daren terulur menyusuri wajah Zia sampai jari telunjuk nya berhenti di bibir mungil yang menggoda itu.


"Dulu kamu ngak pernah mau dicium Sayang, aku pun tidak keberatan karena aku begitu mencintaimu. Tapi kenapa bibir ini kau berikan pada laki-laki lain, aku tidak rela Zia, " Daren mengelus lembut bibir Zia.


"Kamu begitu cantik Sayang ,wajah ini membuat ku gila,kau tau Sayang?saat kau pergi aku merasa kehilangan separuh hidup ku Zia," Daren tiba- tiba menangis. "Berulang kali aku memohon padamu meminta diberi kesempatan,tapi kau selalu saja menolak ku Zia, kenapa? apa karena kau sudah mendapatkan laki-laki yang lebih kaya,lebih tampan dariku? bahkan kau sudah mirip seperti seorang ****** Zia," Daren berteriak seperti orang gila. "Berapa harga dirimu sehingga dengan mudah nya menyerah kan segala nya pada Zain sialan itu? " pertanyaan Daren tidak mendapatkan jawaban karena Daren sedari tadi berbicara pada Zia yang sedang tidur.


Sedangkan di tempat lain tepatnya di dalam mobil Jo,semua sumpah serapah Zain persembahkan untuk Daren.Ya,Zain sudah tau kalau Daren lah yang membawa Zia pergi setelah melihat cctv di lobby perusahaan Zia .


"Lo bawa mobil lele banget sih Jo, tambah kecepatan nya Jo. " Ucap Zain emosi.


"Ini udah kecepatan maksimal Zain, bentar lagi sampai sabar dong." sahut Jo kesal,karena sedari tadi Jo menjadi korban pelampiasan kemarahan Zain.


"Sabar lo bilang? kalau Zia kenapa-kenapa gue juga harus sabar gitu maksud lo?goblok," umpat Zain memukul dashboard mobil kuat.


Jo terlonjak kaget, "Zia pasti baik baik aja, dia gadis yang cerdik pasti bisa menyelamatkan diri dari Daren sialan itu. " Jo mencoba menenangkan Zain.Padahal Jo sebenarnya juga khawatir,takutnya Daren menyakiti Zia. Jika itu terjadi entah bagaimana jadi nya nasib seorang Zain tanpa Zia.


Eeengghh..


Zia membuka mata nya menatap sekeliling ruangan,tapi Zia merasa tidak mengenali ruangan ini.


"Kamu sudah bangun Sayang? " Suara Daren mengejutkan Zia.


"Kenapa kakak ada disini?" tanya Zia bingung.


'Kenapa Kak Daren ada dikamar ini? apa yang terjadi sebenar nya?'Zia bertanya-tanya dalam hati.


Mencoba mengingat kejadian sebelum nya tapi Zia hanya mengingat kejadian terakhir saat makan bersama Daren, dan setelah nya Zia tidak mengingat apa pun lagi.


"Kita akan di sini sampai besok," jawab Daren melangkah mendekati Zia.

__ADS_1


"Kita ? " beo Zia.


"Ya kita .Aku sama kamu malam ini nginap disini," jelas Daren kemudian duduk disamping Zia.


"Kok bisa ?"tanya Zia menggeser tubuh nya menjauhi Daren.


"Tentu saja bisa.Kakak sangat mencintai mu Zia, apapun bisa kakak lakukan untuk mendapatkan mu kembali, " bisik Daren ditelinga Zia.Bisikan Daren terasa mengerikan , suasana kamar pun terasa begitu mencekam.


"Mau kemana Sayang? "tanya Daren dengan wajah sangar nya saat melihat Zia berdiri.


"Mau pulang ,"jawab Zia singkat.


"Tidak bisa, kamu harus disini bersama ku," sahut Daren mencekal tangan Zia.


"Ngak bisa Kak, aku harus pulang orang tua ku pasti khawatir," sahut Zia berusaha tenang padahal dalam hati nya sangat ketakutan melihat Daren yang menjelma menjadi iblis malam ini.


"Orang tua kamu atau pacar kamu itu? " tanya Daren menyunggingkan senyum smirk pada Zia.


"Malam ini kita akan mengukir kenangan indah yang tak terlupakan Sayang, " bisik Daren ditelinga Zia.


"Kakak mau apa? " tanya Zia gugup dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada karena merasa terancam.


"Mau kamu? " sahut Daren santai mendekat kan wajah nya.Zia membuang muka kesamping enggan bersitatap dengan Daren. Daren yang dulu Zia kenal bak malaikat pelindung nya,tidak disangka ternyata begini watak asli nya lebih pantas disebut iblis daripada manusia.


"Cih,jangan harap! " Sahut Zia berdecih.


"Kamu menolak ku? padahal kamu sudah memberikan tubuh mu untuk dinikmati Zain,benar bukan?"tuduhan keji Daren pada Zia.Tanpa menunggu lama Daren langsung menindih tubuh Zia.


"Brengsek kau Daren. Kau pikir aku wanita macam apa, hah? " tanya Zia merasa terhina dengan tuduhan Daren. Zia berusaha menyingkir kan tubuh Daren yang menindih nya.

__ADS_1


"Percuma buang-buang tenaga Sayang kamu tidak akan bisa lepas dariku."Ucap Daren tersenyum miring melihat Zia berusaha lari.


"Lepas Daren brengsek!" Zia memberontak di pelukan Daren.


"Dulu aku sangat menjaga tubuh ini bagaikan porselen Zia, aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri, sangat sangat mencintaimu.Tapi kenapa kamu malah meninggal kan ku hanya karena satu kesalahan, kenapa Zia? "Tanya Daren pada Zia yang masih dalam pelukan nya.


"Kenapa? " tanya Zia tetawa kecil,dengan suara bergetar menahan tangis antara takut dan juga terluka mengingat kembali rasa sakit yang Daren berikan.


"Aku juga sangat mencintaimu Daren tapi itu dulu.Hanya karena aku tidak bisa memenuhi kebutuhan biologis mu kau malah mencari wanita lain yang rela membuka ************ nya dengan alasan cinta. Bulshit, aku tidak mau terjebak dalam hubungan toxic seperti itu Daren."Sambung Zia panjang lebar dengan mata berair, air mata yang sedari tadi ditahan keluar juga.


"Aku sangat mencintai mu Zia, beri aku satu kesempatan lagi memperbaiki kesalahan ku, aku janji akan setia padamu selamanya. "Ucap Daren bersimpuh dikaki Zia. Daren merasa hati nya ikut sakit melihat air mata Zia.


"Tapi aku tidak Daren.Ini bukan lagi cinta tapi hanya obsesi mu. " Teriak Zia emosi.


"Kamu harus mencintaiku Zia! kalau pun tidak, aku akan membuat mu supaya menjadi milik ku. " Daren menyeret tubuh Zia dan kembali membanting nya di atas kasur.Tanpa aba aba Darenlangsung mencium bibir Zia dengan ganas.


Plak.


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Daren hingga meninggalkan cap jari Zia.


"Lepas Daren ku mohon! kau menyakitiku, hiks hiks." Zia menangis ketakutan.


'Apakah disini berakhirnya,Mas tolong aku.'Zia menjerit dalam hati nya.


Braakk....


Apakah Zain bisa menemukan keberadaan Zia?


Ikutin terus cerita Author ya.

__ADS_1


Dukung terus karya Author dong.Kasih like dan hadiah nya ya, jangan lupa readers semua vote dan juga rate bintang lima.


__ADS_2