Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Jalan-jalan


__ADS_3

Wajah Zain berbinar mendengar perkataan Zia, tanpa menunggu lama, Zain kembali mencium bibir Zia. Zia pun tak tinggal diam, dengan lihainya membalas serangan Zain, dan adegan panas selanjutnya pun terjadi lagi.


Setelah 1 jam berpacu mencari kepuasan, akhirnya Zain terkapar di samping tubuh lemas sang istri.


"Capek? " Tanya Zia lemah, melirik Zain yang masih mengatur nafas.


"Ngak Sayang!enak malah,bikin merem melek, " Jawab Zain sumringah. Setelah mengistirahatkan tubuh nya sejenak, Zain turun dari ranjang mengambil tisu,untuk membersihkan tubuh sang istri.


"Biar Zia aja Mas, bentar lagi Zia mau mandi. " Zia menolak saat Zain membersih kan tubuh polos nya karena merasa malu. Tapi bukan Zain nama nya, jika mendengarkan Zia.


"Ngak usah malu Sayang, Mas udah liat semuanya ,bahkan sudah merasakan juga, " Zia merona mendengar perkataan vulgar Zain,Zain kembali melanjutkan aktivitasnya membersihkan tubuh Zia. Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Zain kembali berbaring disamping Zia.


"Kita tidur lagi ya !sebelum masuk waktu subuh." Zain menarik tubuh Zia ke dalam pelukan nya, mencium lembut kening Zia kemudian mulai memejam kan mata.


Fajar mulai muncul seiring dengan matahari menampakkan diri, Zia mulai menggeliat meregang otot-otot nya yang terasa kaku. Zia mencoba duduk perlahan ,meski merasakan sakit di ************ nya, Zia menurun kan kaki nya, memijak lantai yang dingin.


"Ssstttt, " Zia mendesis menahan perih bercampur sakit, sekuat tenaga memaksakan kaki nya melangkah, tapi baru saja satu langkah,Zia sudah jatuh di lantai. Zain yang baru keluar kamar mandi, mata nya membulat melihat Zia duduk di lantai, Zain berlari mendekati Zia.


"Sayang, kenapa di lantai? " Tanya Zain seraya membantu Zia untuk berdiri.


"Zia mau ke kamar mandi, tapi anu nya sakit. "jawab Zia jujur. Tanpa bertanya lagi, Zain langsung membopong tubuh Zia masuk ke kamar mandi. Zain mendudukkan Zia di pinggir bathup, kemudian mulai mengisi bathup dengan air hangat. Setelah selesai, Zain kembali menggendong Zia masuk ke dalam bathup yang sudah berisi air hangat.

__ADS_1


"Maaf,membuat kamu sakit begini." Zain merasa bersalah, karena ulah nya Zia tersakiti.Zia membelai rahang tegas Zain,menatap Zain penuh cinta ,tidak lupa menyematkan senyum tulus pada Zain, "Jangan merasa bersalah Mas! Zia bahagia, kamu sudah menjadikan Zia istri seutuhnya. " Zia menghadiahi ciuman di bibir Zain.


Waktu terus berjalan, tak terasa sudah 5 hari Zain dan Zia menghabiskan waktu di pulau Male ini. Hari ini Zain berencana mengajak Zia jalan-jalan ,sebelum besok kembali ke Indonesia.


"Kamu mau jalan-jalan gak? " Zain menghampiri Zia yang sedang mengeringkan rambut,mengambil alih hair dryer di tangan Zia kemudian melanjutkan mengeringkan rambut istrinya.


"Mau Mas," Jawab Zia berbinar. "Zia bosan di kamar terus, masa liburan di kamar doang, " Gerutu nya membuat Zain terkekeh, mencubit gemas hidung Zia.


"Yang nama nya honeymoon ya banyak di kamar dong Sayang, beda kalau liburan keluarga, "Jawab Zain santai,kemudian beranjak membersihkan diri ke kamar mandi.


***


Zain membawa Zia ke pantai, karena Zia juga menyukai laut Zain berinisiatif membawa Zia menikmati snorkeling,setelah puas menikmati pemandangan bawah laut, Zain kembali membawa Zia kepermukaan. Kelelahan bermain air membuat perut Zia keroncongan.


" Mas, Zia lapar! " Ujar Zia saat melihat Zain keluar setelah berganti pakaian.


"Kita makan siang di dekat sini aja ya! " tawar Zain dan langsung di setujui oleh Zia.


Zain membawa Zia makan siang di The Could Restoran, restoran mewah yang menghadap laut lepas, memanjakan mata setiap pengunjung dengan keindahan pantai pulau Male.


Sebelum mereka kembali ke hotel, Zia meminta Zain ke pusat perbelanjaan, ingin membeli oleh-oleh untuk keluarga nya. Zain terus menggenggam tangan Zia selama perjalanan, selain karena perhatian, Zain juga ingin orang tau kalau Zia adalah milik nya.

__ADS_1


"Untuk Mami ngak usah Sayang, Mami masih di luar negri. " Ujar Zain memberitahu Zia, yang asik memilih oleh-oleh untuk keluarga dan juga temannya.


"Ngak papa Mas!nanti kalau Mami udah pulang ,baru Zia kasih. " Sahut nya lembut dengan mengulas senyum lebar.


"Mas, Zia mau shalat di mesjid Sultan, boleh ya? " pinta Zia menatap Zain penuh harap.


"Boleh dong, habis ini kita balik dulu! kita ke sana sebelum magrib aja,shalat magrib dan isya di sana. " Jawaban Zain membuat Zia senang bukan main. Zia langsung memeluk Zain dan mencium seluruh wajah suami nya. Banyak mata yang memandang aksi romantis ke dua nya itu, tapi Zain tidak peduli, malah langsung mencium mesra bibir Zia.


Zia berdecak kagum memandang keindahan yang ada pada Mesjid Islamic Center Sultan mohammed Thakuruufanu Al-azzam yang ada di pulau Male ini,sebuah bangunan megah yang didominasi cat putih dan kubah berlapis emas. Didalamnya juga di hiasi kaligrafi yang indah.


Mereka berjalan kaki menuju hotel, sengaja demikian! karena ingin menikmati suasana malam indah di luar.


"Sini kaki nya! biar Mas yang urut, " Zain mengambil minyak di atas meja, lalu memijat pelan kaki Zia . Pijatan yang awal nya pada kaki,kini tangan nakal Zain sudah merayap semakin ke atas, mengelus lembut sesuatu yang sudah menjadi candu untuk Zain. Zia tidak menolak, bagaimana pun juga Zia juga menikmati setiap permainan Zain yang membuat nya merasa melayang.


"Sayang, Mas menginginkan mu! " Bisik Zain di telinga Zia.Melihat Zia mengangguk, Zain langsung melancarkan aksi nya membuat Zain junior. Mata Zia terpejam dengan mulut terus mengeluarkan ******* nya membuat Zain semakin semangat, Zain terus berpacu menggagahi istri nya sampai kedua nya mencapai puncak. Zia terkulai lemas karena ulah Zain yang tak cukup satu kali, berulang kali Zain melakukan nya sampai badan Zia terasa remuk redam.


"Semoga dia cepat hadir di sini! " Zain membelai dan mencium perut Zia sesaat setelah mengakhiri kegiatan panas mereka.


🌸🌸🌸


Sedikit bercerita tentang sejarah islam di Maladewa, pada awalnya Maladewa mayoritas beragama Budha, tapi pada tahun 1152 berubah kesultanan islam, seiring dengan Raja nya yang masuk islam,beserta keluarga dan diikuti oleh rakyatnya.

__ADS_1


Maladewa pernah di jajah oleh Portugis selama 15 tahun, namun mereka dapat di singkirkan oleh pasukan besar, di bawah pimpinan Sultan Mohammed Thakuruufanu Al-azzam. Karena keberhasilan beliau, ia di anggap sebagai pahlawan oleh republik Maladewa. Sehingga nama beliau di abadikan dalam sebuah bangunan mesjid, yaitu Masjid Islamic Center Sultan Mohammed Thakuruufanu Al-azzam.


Beri like, komen, dan vote nya,terimakasih untuk readers ku yang selalu setia.


__ADS_2