Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Hari H


__ADS_3

Setelah semua rangkaian adat sudah di laksanakan, terakhir pengajian yang dilangsungkan tadi malam, suasana yang penuh haru dan air mata. Terlebih saat Zia mengungkapkan kata cinta dan meminta restu kedua orang tua nya.


Dan kini tibalah hari bersejarah untuk Zain dan Zia, pernikahan impian seperti yang Zia ingin kan kini terealisasi dengan sempurna. Menikah dengan orang yang dicintai dan mencintai nya.


"Udah siap Zain? " Mami masuk ke kamar Zain. Terlihat Zain berdiri gagah dengan pakaian pengantin nya didepan cermin besar yang ada di dalam kamar.


"Udah Mi, ayo ! " Zain memutar badan kemudian melangkah mendekati Mami Sinta.


"Mami bahagia Zain, putra kecil Mami hari ini akan menjadi seorang suami. Jadilah suami yang bertanggung jawab pada keluarga mu, jangan menyakiti hati seorang perempuan karena kamu pun terlahir dari rahim perempuan." Nasehat Mami kemudian mencium kening Zain lembut.


" Zain sangat mencintai Zia,Mi. Zain akan selalu membahagiakan Zia.Do'a kan Zain semoga ijab qobul nya lancar. "Jawab Zain kemudian memeluk wanita yang sudah melahirkan nya.


" Selalu Nak, Mami selalu mendo'a kan yang terbaik untuk putra dan putri Mami. " Mami mengusap sudut mata nya yang berair. Mereka mulai melangkah menuruni tangga menuju ruang tamu.


"Kita berangkat sekarang, " Kakek Adhitama berjalan lebih dulu.


Keluarga Adhitama sampai di kediaman Nugraha dan tak lama acara pun segera dimulai.Akad nikahnya dilaksanakan di kediaman mempelai wanita sedangkan resepsi akan digelar di salah satu Hotel milik keluarga Aditama.


Zain duduk berhadapan dengan penghulu yang akan mengantar nya menuju sebuah kata sah.Sedangkan disampingnya duduk lah Zia yang memakai kebaya putih, lengkap dengan mahkota di atas kepala terlihat sangat cantik. Dengan sedikit gemetar karena gugup menyelimuti hati, perlahan tangan Zain terangkat menyambut uluran tangan Pak Samanta sebagai wali Zia yang akan menikahkan mereka.


"Saya nikah kan dan kawinkan engkau saudara Zain Putra Adhitama bin Alm Bayu Adhitama, dengan putri kandungku Ziandra Nugraha binti Samanta Nugraha, dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang tunai senilai 72.300 US Dollar dibayar tu...nai ! " ucap penghulu, menyentakkan tangan dan langsung disambut oleh Zain dengan lugasnya.


" Saya terima nikah dan kawinnya Ziandra Nugraha binti Samantha Nugraha dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang 72.300 US Dollar dibayar tunai . " jawaban Zain dalam satu tarikan nafas.Seketika melegakan hati Ziandra yang duduk di sampingnya .Yang sempat dilanda kegugupan yang luar biasa. Tak berbeda dengan Zia, semua orang yang ada di sana juga bernafas lega terutama kedua keluarga besar mereka.


"Bagaimana saksi? " penghulu menoleh ke kiri dan kanan nya.


"Sah, " Jawaban mereka serentak.


"Alhamdulillah, " Ucapan syukur menggema dalam ruangan dimana akad nikah sedang berlangsung.

__ADS_1


Penghulu langsung membacakan do'a untuk kedua pengantin, dengan Khidmat setiap untaian do'a di amin kan semua orang yang hadir di sana.


"Silahkan mempelai wanita mencium tangan mempelai pria sebagai bakti kepada suamimu, " suara Mc kembali terdengar memberikan arahan.


Zia dan Zain memutar badan nya sampai mereka duduk berhadapan. Tangan lembut Zia terulur mengambil tangan kanan Zain,kemudian diciumnya tangan sang suami dengan takzim.


Hati Zain berdesir ketika bibir lembut Zia menempel dipunggung tangan nya.Untuk pertama kali nya merasakan kebahagiaan membuncah seperti ini.


Kemudian dilanjutkan dengan Zain yang akan mencium kening istri nya.


Zain menyentuh ubun-ubun Zia dengan telapak tangan nya, kemudian melafazkan do'a.


Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi.


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepadaMu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.


"Kenapa nangis? " Zain menangkup wajah Zia, mengusap pelan air mata yang mengalir di pipi Zia.


"Zia bahagia Mas, ini air mata bahagia. " Zia menatap Zain dalam. "Jangan pernah mengkhianati ku Mas," Zain mencium kening, pipi dan yang terakhir bibir Zia.


"Tidak akan Sayang, " Zain menjawab penuh kesungguhan.


Semua tamu undangan tersentuh melihat adegan mesra kedua pengantin didepan mereka.


"khemm, " deheman Pak Samanta mengalihkan perhatian ke dua nya. Pipi Zia memerah menyadari semua orang terdiam memperhatikan mereka.Apalagi mengingat Zain tadi juga mencium bibir nya,meskipun sudah halal tetap saja Zia merasa malu. Ingin rasa nya Zia tenggelam ke dasar laut saking malu nya. Berbeda dengan Zain yang terlihat biasa saja.'Masa bodoh dilihat orang toh istri sendiri' pikirnya.


"Nanti dilanjut dikamar. Sekarang Zain pasangkan cincin di jari Zia. " Pak Samanta merasa sungkan melihat anak dan menantu nya yang tidak sabaran ini terlebih disitu ada penghulu dan ustadz.


"Sini Sayang, " Zia memberikan tangan kanan nya pada Zain. Setelah cincin dipasang kan di jari manis keduanya, dilanjutkan dengan menandatangani berkas pernikahan.

__ADS_1


Semua keluarga dan tamu undangan silih berganti memberikan selamat pada kedua pengantin.


"Zia, ajak Zain ke kamar! " Mama Jeni mendekat menghampiri Zia yang asik ngobrol dengan teman-temannya.


"Iya Ma, " Zia memutar pandangan nya mencari keberadaan suami nya, sampai mata nya terhenti pada Zain duduk bersama Keluarga besar nya.


"Mas, disuruh Mama istirahat. " Ucap Zia sembari duduk disamping Zain.


"Ayo ke kamar," Zain berdiri kemudian menggenggam tangan Zia hendak menuju kamar Zia. "Kami istirahat dulu semua nya, " Zain pamitan pada semua orang yang ada di sana.


"Ingat adik ipar! istirahat, " sepupu Zia meledek Zain sengaja menekan kata istirahat.


" Tahan dulu. Nanti Zia susah jalan pas resepsi, " mereka tertawa menggoda pengantin baru tersebut. Zain hanya mengacungkan jempol sebagai jawaban. Zia yang memang malu karena ulah keluarganya langsung saja menarik tangan Zain mengikuti langkah nya.


Ceklek.


Pintu kamar Zia terbuka, kamar yang indah sengaja di dekorasi untuk pengantin baru pada umum nya.Zain memeluk Zia dari belakang saat pintu sudah tertutup.


"Sayang, boleh sekarang? "


Ikutin terus kelanjutan cerita Author ya. Jangan pernah bosan readers ku.Kasih like yang banyak, komen, dan vote nya. Kasih hadiah nya juga ya.


Kata pepatah tak kenal maka nya tak sayang.


Follow akun Author biar kita saling mengenal.


Fb : Iing Nirmala


Ig :iing nirmala 5.

__ADS_1


__ADS_2