Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Hampir Keguguran


__ADS_3

"Zia! " Pekik nya,


berlari mendekati tubuh Zia yang tergeletak di lantai.


Papa menepuk pipi Zia berusaha membangunkan, namun nihil Zia tidak merespon sedikit pun.


Tanpa pikir panjang, tangan tua itu mengangkat tubuh lemah Zia, langkah nya terhenti saat kaki nya tanpa sengaja menginjak selembar foto. mata nya memicing merasa laki-laki yang di foto itu adalah menantu nya. , Papa langsung membawa Zia menuju rumah sakit.


"Andi, kumpulkan foto yang ada di lantai ruangan Zia antar kan pada ku! " titah nya pada asisten pribadi nya lewat sambungan telpon.


"Nyonya Zia kenapa Tuan? " tanya Cindy gugup, setelah melihat Papa Zia masuk mobil, baru kali ini Cindy melihat kemarahan mertua majikan nya itu.


"Cepat kemudikan mobil nya ke rumah sakit! " titah nya tegas, Papa yang sedang panik melihat keadaan Zia bukan nya menjawab Papa Zia malah memberikan perintah.


Tanpa bertanya lagi, Cindy mulai melajukan mobil.


Sesekali Cindy melirik Zia dari kaca spion, terlihat Papa berusaha menyadarkan Zia dengan mendekatkan minyak kayu putih ke hidung Zia.


"Nyonya kenapa Ya? " tanya Cindy dalam hati.


Sesampai nya di rumah sakit, Zia langsung di bawa masuk dan di tangani okeh oleh dokter kandungan pribadi nya.


Dari kejauhan, terlihat asisten Andi berjalan menghampiri atasan nya, yang duduk gelisah menunggu dokter keluar.


"Ini foto yang anda minta, Tuan! " ucap nya, mengeluarkan amplop dari saku jas nya lalu menyerahkan pada Papa Zia, amplop yang berisi foto yang ia ambil dari ruangan Zia sesuai perintah.


Tangan nya bergerak membuka amplop dan mulai melihat semua foto itu.


Deg,


Sama hal nya dengan Zia, Papa juga terkejut melihat foto menantu nya tidur bersama wanita lain, tangan nya terkepal meremas foto itu sampai tak berbentuk.


"Zainn... " ucap nya mengeram, rahang nya mengetat saat mengetahui penyebab anak nya seperti ini adalah menantu yang sudah di anggap sebagai anak nya.


"Selidiki foto ini asli atau editan! kabari secepatnya! " titah nya, memberikan selembar foto pada Asisten nya.


"Baik Tuan, "


"Gimana keadaan Nona Zia? " tanya nya sebelum pergi.


"Dokter belum keluar, " ucap nya sedih,


"Semoga Nona dan kandungan nya baik-baik saja, " ucap nya ikut merasa sedih dengan apa yang terjadi pada atasan nya, setelah nya ia pun berlalu pergi.

__ADS_1


Papa menghela nafas panjang menenangkan kemarahan dalam diri nya. Pikiran nya menerawang jauh, kenapa hal ini kembali terjadi pada putri nya, tidak kah cukup rasa sakit yang dulu, sampai harus merasakan kembali sakit nya di khianati, bahkan lebih sakit dari sebelum nya di khianati oleh suami.


"Keluarga Bu Ziandra! " panggil Dokter keluar dari ruangan.


"Saya Papa nya Dok! Bagaimana keadaan anak dan cucu saya? " tanya nya to the point, Kentara sekali kecemasan di wajah tua yang masih terlihat tampan itu.


"Oh.. Anda Papa nya! untung Bapak cepat membawa nya kemari, terlambat sedikit saja kandungan nya tidak bisa terselamatkan. " papar Dokter seraya tersenyum sopan.


"Sebentar lagi Bu Ziandra akan sadar, tolong jangan buat dia tertekan, saat ini kandungan nya sangat lemah, selain banyak pikiran Bu Ziandra juga tertekan, mohon kerja sama yang baik demi keselamatan mereka. " Tekan nya lagi memperingatkan.


"Terima kasih Dok, " mengangguk kepala nya kemudian masuk menemui Zia.


"Pa.. ! " Panggil Zia lirih, Papa yang samar mendengar Zia langsung bangkit dari duduk nya, berjalan mendekati bed dimana Zia terbaring lemah dengan wajah pucat.


"Iya Sayang, Ada yang sakit? " Tanya nya,


tangan nya terulur mengusap air mata Zia,


Zia menggeleng dengan air mata yang enggan berhenti keluar.


"Zain Pa, " udu nya dengan suara lemah sesenggukan.


"Papa tau, jangan menangis lagi! Ada Papa disini. Kasihan bayi nya ! kalau Zia sedih dia ikut sedih. " bujuk nya dengan suara bergetar,mengelus-elus perut buncit Zia.Papa menatap iba pada anak nya, yang baru saja merasakan kebahagiaan kini harus terluka lagi.


Mama masuk langsung menangis memeluk anak nya, lalu mencium seluruh wajah Zia.


"Kamu kenapa sayang? kenapa sampai pingsan? " tangis Zia langsung pecah di pelukan hangat sang Mama, tangan nya mengusap lembut punggung Zia menenangkan.


"Tenang kan diri dulu, nanti cerita sama mama. " bujuk nya lembut.


Zia menceritakan semua nya, dari Zain yang tidak ada kabar, Jo pun juga sama, kedua nya hilang bagaikan di telan bumi.Dan puncak nya saat tadi sore saat Zia mendapatkan kiriman dari orang yang tidak di kenal berisikan foto Zain yang tidur bersama perempuan lain.


Ting,


Suara pesan masuk berasal dari ponsel Papa Zia.


"Foto nya asli, Tuan, " isi pesan yang ternyata dari Asisten nya.


Papa meremas kuat ponsel di tangan nya melampiaskan amarah pada Zain.


Sedangkan Zain dan Jo masih berusaha menyelidiki dan mencari bukti tentang penjebakan Zain tadi malam.


"Bagaimana Jo? " Tanya Zain penuh harap.

__ADS_1


"Ngak ada bukti Zain, semua CCTV sudah di sabotase oleh Demian. " sahut nya frustasi.


"Sewa hackers yang handal Jo, bagaimana pun cara nya kita harus menyelesaikan masalah ini sebelum pulang, gue ngak mau Demian menghancurkan kita dengan cara licik seperti ini. "


"Kita usahakan, semoga ada jalan keluar nya. " ucap nya menaruh harapan besar.


"Mami, " gumam nya melihat nama kontak yang menelpon nya.


"Ya Mi! " sapa Zain berusaha tenang.


"Coba telpon Cindy, tanya Zia lagi di mana! udah larut begini mereka belum pulang, Mami khawatir mereka kenapa-kenapa! "


Jantung Zain terasa berhenti berdetak kala mendengar suara panik sang Mami, pikiran yang tadi nya kacau kini semakin semeraut.


Panggilan Zain tersambung tapi belum mendapatkan jawaban, membuat Zain bertambah kalang kabut.


"Aaakhhn... " Teriak nya menggema, menjambak rambut nya kuat.


Karena tidak berhasil menghubungi Cindy, Zain pun memilih bertanya pada mertua nya.


"Halo Ma, "


"Apa Zia ada di rumah Mama? " tanya nya harap-harap cemas.


Belum sempat Mama menjawab, Papa lebih dulu mengambil alih ponsel dari tangan istri nya.


"Ada apa? " tanya Papa seperti biasa tapi jelas terasa nada dingin nan tegas itu menelusup di hati Zain.


"Zia ada di rumah Pa? " Zain kembali mengulang pertanyaan nya.


"Masih mengingat punya seorang istri? " tanya nya sinis.


Zain mengerinyit bingung tidak mengerti maksud pembicaraan papa mertua nya.


"Maksud Papa?"


Lutut nya terasa lemas mendengar kabar yang ia dengar, dengan tangan bergetar sehingga ponselnya jatuh ke lantai.


Jo yang sedari tadi mencuri pandang pada Zain yang kelihatan panik, ingin bertanya tapi urung! saat melihat Zain diam mematung, menatap lurus dengan tatapan kosong.


_ _ _


Jangan lupa like ya💞

__ADS_1


__ADS_2