
~ Happy reading ~
"Aku akan menyelamatkan perusahaan mu, tapi dengan satu syarat! " ucap Zain memberikan sebuah penawaran. Demian memijat ruang di antara alis nya berpikir keras menimang-nimang keputusan yang akan di ambil.
"Apa syarat nya? " tanya Demian tak berdaya.
"Suruh putri anda datang kesini! " titah Zain tegas.
Zain tersenyum penuh kemenangan, Zain akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan oleh Demian.
"Untuk apa? " Zain mendelik menatap tajam pada Demian yang menurut nya banyak tanya.
Meskipun tidak mengerti, Demian tetap menyuruh Angela datang ke kantor.
"Ada apa Dad? " Angela masuk menghampiri Daddy nya.
"Zain!" pekik nya senang saat melihat Zain yang duduk di seberang Demian.
"Daddy menyuruh aku datang karena ada Zain? " imbuh nya menatap pada sang ayah.
Demian menggeleng dengan raut wajah tidak berdaya.
"Stop! jangan mendekat! " Sergah nya,
saat melihat Angela yang mulai beranjak ingin duduk di dekat Zain.
"Angela! perusahaan kita diambang kebangkrutan, Zain bersedia menyuntikkan dana tapi dengan syarat. " Ungkapnya menjelaskan apa yang terjadi.
Angela membeku mendengar penuturan ayah nya, sedetik kemudian Angela kembali tersenyum pada Zain.
"Kalau syarat nya kamu minta aku buat nikah sama kamu, dengan senang hati aku setuju! " sahut nya lembut, menatap Zain penuh harap.
"Cuih, menjijik kan! " bentak nya, menatap hina pada Angela.
Ingin rasa nya Jo tertawa melihat wajah kesal Zain karena ulah Angela.
"Jo! katakan pada mereka apa yang harus mereka lakukan! " seru Zain menoleh pada Jo yang di belakang nya.
"Dengarkan baik-baik Tuan Demian dan Nona Angela! yang pertama, kalian harus mengakui semua perbuatan kalian saat menjebak Zain malam itu.
Yang kedua, Angela harus ikut ke Indonesia untuk membersihkan nama baik Tuan Zain terutama pada istri nya. " Tutur nya dengan jelas.
Wajah Angela pucat pasi, merasa tidak percaya dengan apa yang Jo katakan, tidak mungkin Zain bisa tau kalau jebakan malam itu adalah ulah nya.
"Maksud nya apa? " lagi Angela malah bertanya pura-pura tidak mengerti.
"Jangan berkilah Nona! kami sudah mengantongi semua bukti kejahatan kalian termasuk saksi kejadian malam itu." Ungkap Jo yang ikut kesal pada Angela.
"Bagaimana? nasib perusahaan dan ayah mu ada di tangan mu, Angela. " Tantang Zain menyunggingkan senyum licik menatap Angela yang mulai gusar.
__ADS_1
"Setujui aja Angela! apa kamu mau kita di lempar ke jalanan? semua bisnis kita sudah hancur, pikir kan baik-baik! " sarannya yang di sertai dengan ancaman.
"Tapi Dad? " sanggah nya ingin menolak.
Demian mencengkram lengan Angela,
Dengan berat hati Angela mengangguk pasrah.
"Berikan surat perjanjian nya, Jo! " titah nya, Jo menyodorkan sebuah map kehadapan Demian.
"Baca lebih dahulu baru tanda tangan! "
Zain tersenyum puas melihat Demian yang membubuhkan tanda tangan tanpa berniat membaca surat perjanjian itu.
Jo mengirim video pengakuan Angela dan Demian pada Ayah Zia, setelahnya menyimpan video itu lebih dulu untuk jaga-jaga sewaktu saat di perlukan.
Baru saja Demian merasa lega, saat Zain menyerahkan cek dengan nominal besar, wajah Demian kembali pias saat banyak polisi tiba-tiba masuk dan menodongkan senjata.
"Bangsat! kau mengkhianati ku, Zain! " teriak nya murka, muka nya merah padam apalagi saat Zain menertawakan nya.
"Kau salah mencari lawan, Demian! " hardik nya menunjuk tepat di wajah Demian.
"Kau pikir ! aku akan diam saja saat rumah tangga ku di ganggu hama seperti kalian? kau salah besar Demian, " Terang nya menggelengkan kepala.
Angela yang menyadari semua orang terfokus pada Zain, dengan gerakan cepat langsung merebut pistol polisi di samping nya.
"You lose! " tawa Demian menggelegar menunjuk wajah Zain. Berdecak kagum melihat Angela yang bergerak begitu gesit di saat keadaan genting.
Zain berusaha tenang meskipun nyawa nya terancam.
"Kau ingin membunuh Zain? tembak sekarang! " seru Jo seperti memberi perintah, melangkah pelan mendekati Angela.
Jo sengaja mengalihkan perhatian Angela demi menyelamatkan nyawa Zain, sebelum nya sudah memberi kode pada polisi lewat mata nya.
"Jangan mendekat! " sergah nya yang menyadari pergerakan Jo.
"Sebelum kau menembak Zain, aku mau bertanya! apa kamu sanggup melenyapkan orang yang kamu cintai? "
"Kata nya cinta, cinta itu melindungi bukan malah menyakiti! " Kelakar Jo dengan senyum remeh.
"Tapi Zain tidak mencintai ku! " Jerit nya putus asa.
"Jangan lengah Angela! " Angela menulikan pendengaran saat ayah nya berteriak, kilasan saat kekasih nya berhubungan badan dengan sahabatnya melintas di kepala nya.
Tubuh Angela merosot kelantai dengan kedua tangan memegang kepala nya.
"Akhh! " pekik nya kemudian menangis meraung.
Polisi tidak menyia-nyiakan kesempatan, langsung membekuk Angela yang langsung menangis.
__ADS_1
"Zain.. " panggil nya lirih.
"Aku mencintaimu, " memberanikan mengangkat wajah basah nya menatap sendu mata Zain.
"Ikhlas kan semua yang terjadi! itu akan membuat hidup mu lebih tenang. Aku bukan jodoh mu, ada seseorang yang lebih baik untuk mu di persiapkan Tuhan. " Pinta Zain menepuk pundak Angela.
Angela tersenyum kecut, mulai melangkah mengikuti polisi yang membawa nya.
"Alhamdulillah." Zain menghela nafas lega, pikiran nya kembali plong saat merasakan masalah nya sudah selesai.
"Untung lo ngak mati! " kelakar Jo tertawa mendorong pelan bahu Zain.
"Teman laknat! bukan nya mendoakan yang terbaik malah nyumpahin gue. "
"Kalau lo mati gue udah berencana meminang Zia! " ucap nya becanda yang mendapatkan sebuah bogem mentah dari Zain, meskipun tidak terlalu kuat tapi mampu membuat Jo oleng.
****
"Langsung ke rumah Zia? " tanya Jo saat mobil mulai melaju meninggalkan area bandara.
"Iya dong! " jawab Zain senyum merekah.
"Udah gak tahan ya? " tanya nya senyum meledek yang langsung mendapatkan tatapan maut dari Zain.
"Astaga! seram amat wajah lo kalau natap nya seperti itu, mirip malaikat malik. " Zain mendengus melihat Jo tertawa terus mengejek nya.
Zain kembali fokus pada benda di tangan nya, menatap foto diri nya dan seorang wanita tersenyum bahagia dengan tangan kedua nya memamerkan selembar foto hitam putih.
"Aku merindukan mu! " gumam nya lirih memejamkan mata nya sejenak.
_ _ _
"Assalamu'alaikum Ma, Pa! " sapa Zain menunduk mencium tangan mertua nya.
"Wa'alaikumussalam, kamu apa kabar, Nak? " balas Mama bertanya dengan lembut.
"Baik Ma, " Jawab Zain singkat namun tetap dengan nada sopan.
"Gimana perempuan itu? " Papa mertua nya yang bersuara.
"Udah di penjara Pa! Demian juga." jawab nya beralih menatap lega pada papa.
"Zia mana, Ma? " Zain bertanya seraya celingukan mencari keberadaan istri nya.
Muka mama mendadak murung, kemudian menggeleng lemah.
_ _ _
Jangan lupa like ya💞
__ADS_1