Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Rencana Licik


__ADS_3

Angela yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik salah satu tamu,yang duduk tidak terlalu jauh dari mejanya.Begitu marah melihat keromantisan Zain dan Zia.Apa hubungan mereka?apakah dia musuh Zain atau laki-laki yang mencintai Zia pikirnya. Tanpa membuang waktu Angela langsung menyuruh orang menyelidiki. Angela tersenyum licik, dia punya sekutu untuk merusak hubungan Zain. Angela mengikuti Daren setelah pamitan pada Nyonya Adhitama.


"Sendirian? mau ditemani? " suara seorang wanita duduk di samping Daren.


"Udah dulu minum nya, kamu udah mabuk berat Tuan! " Ucap wanita itu lagi meraih gelas yang di tangan Daren. Daren langsung menatap tajam wanita yang lancang mengusik nya.


"Apa mau mu? saya tidak ingin di ganggu! " Daren bicara sedikit keras.


"Santai, apapun masalah mu tidak akan selesai dengan minuman." Sahut Angela menatap Daren intens.Ya,Angela datang menyusul Daren ke Club.


"Kamu tidak akan tau sakit yang aku rasakan! " suara Daren terdengar pilu.


"Kamu bisa cerita pada ku,aku akan membantu sebisa mungkin. " Angela mengikuti alur cerita Daren.


"Kamu tidak mungkin bisa membantu ku, kamu punya kuasa apa? " Tanya Daren lagi frustasi . Meskipun kesadaran nya menipis, tapi Daren masih ingat kali ini tandingan nya bukan orang sembarangan.


"Meskipun aku bukan warga negara ini, tapi aku sanggup melawan keluarga Adhitama. " Angela sengaja memancing Daren dengan menyebut keluarga Adhitama.


"Aku tidak percaya sebelum ada bukti, " Daren meragukan wanita yang ada disamping nya.


"Aku akan membantu merebut kekasih mu kembali, " Angela bicara dengan gaya angkuh.


"Dari mana kamu tau? " Daren menatap nya tajam.


"Mencari tahu tentang mu bukan hal yang sulit bagi ku," 'yang lebih sulit mendapatkan cinta dari Zain' sambung nya dalam hati.


Angela menyeringai licik, apapun cara nya Zain harus menjadi milik nya.


"Mas, Zia pulang sama Mama, Papa aja," Zia menoleh pada Zain yang berjalan di samping nya.


"Mas antar aja Sayang, " Zain ngotot sedari tadi ingin mengantar Zia pulang.


"Ya udah deh! berangkat sekarang aja yuk Mas. " Zia akhirnya nya mengalah, percuma saja melawan Zain yang keras kepala.


Mobil Zain memasuki halaman rumah Zia bersamaan dengan mobil orang tua Zia.

__ADS_1


"Mampir dulu Zain! " tawar Pak Samanta melihat Zain membuka pintu mobil untuk Zia.


"Iya Pa. " Zain juga memanggil Pak Samanta dengan sebutan papa sama seperti Zia.


"Yuk Mas, masuk dulu. " Zia berjalan disusul Zain di belakang nya.


"Zia, bikinin minum dulu buat Papa sama Zain ya, Mama mau ke atas dulu," Ucap Mama Jeni sebelum berlalu masuk kamar nya.


"Diminum dulu Mas, Pa! "Zia duduk di samping Zain setelah menghidangkan minuman yang dibawa nya.


"Pa, apa ngak bisa Zia tetap di kantor Zain? " tanya Zain lagi meminta supaya Zia tidak di pindah kan.


"Ngak bisa Zain, Zia harus ke kantor Papa sebagai penerus Papa. Hanya sementara waktu, nanti kalau sudah nikah terserah Zia mau dimana. " Pak Samanta meraih gelas dan menyeruput teh nya.


"Udah lah Mas, kemarin udah clear kenapa sekarang bahas itu lagi? " Zia ikut bersuara.


Zain menghela nafas berat,"Mas ngak tenang kalau kamu sendirian, Mas ngak bisa jagain kamu Sayang. "Zain merasa khawatir kalau Zia jauh dari nya.


"Kan ada Papa Mas, ngak usah terlalu khawatirkan Zia, lagian sebelum nya Zia juga biasa sendiri sebelum ada Mas juga." dengan lembut Zia menjelaskan.


"Emang Mas punya musuh? " tanya Zia bingung, karena selama ini Zia tidak pernah mengetahui Zain ada masalah sama orang lain.


"Bukan musuh seperti itu maksud nya Sayang, kamu pasti paham dunia Bisnis itu kejam, iya kan Pa? " Zain menoleh pada Pak Samanta.


" Kalau ngak pakai bodyguard saja, gimana Zain? "tanya Pak Samanta menemukan solusi penjagaan untuk Zia.


" Ih, Papa apaan sih pakai bodyguard segala udah kayak anak Presiden aja, Zia ngak mau. "Zia menolak mentah-mentah usulan Papa nya.


" Mas setuju Sayang, dengan begitu ada yang jagain kamu saat Mas dan Papa tidak ada. " Zain merasa tenang jika ada yang menjaga Zia.


" Mama juga setuju, Mama ngak mau kamu celaka Nak. Dunia Bisnis memang kejam, bahkan orang terdekat kita bisa jadi musuh. Kita hanya jaga-jaga sebelum hal terburuk terjadi. "Ucap Mama Jeni menimpali obrolan mereka.


" Nah dengarkan, Mama juga setuju, semua keluarga kita pasti setuju. Kamu ingatkan kecelakaan Papi itu bukan kecelakaan murni, mobil Papi disabotase.Sampai sekarang pelaku nya belum diketahui.Mas ngak mau kehilangan orang yang mas cintai untuk kedua kali nya. Mas mohon Sayang, nurut ya! " Pinta Zain lirih.


Zia yang mendengar pengakuan Zain jadi terenyuh, Zia hanya risih kalau kemana-mana selalu di kawal.

__ADS_1


"Baik lah," Zia pasrah.


"Mas akan carikan bodyguard perempuan sekaligus buat sopir kamu yang memiliki ilmu bela diri, biar bisa jagain kamu."


"Pakaian nya jangan seperti bodyguard pada umum nya. Suruh seperti biasa aja jangan terlalu mencolok, Mas. "


"Iya Sayang, Sekarang Mas pulang dulu.Besok Mas Jemput! " Ucap Zain lalu pamitan pada kedua calon mertua nya.


"Iya Mas,hati-hati di jalan.Sampai rumah kabari Ziaya! " pinta Zia yang di iya kan oleh Zain.


"Cium dulu Sayang," Zain menyodorkan pipi nya pada Zia.


Cup.


Dengan malu-malu Zia mengecup bibir Zain sekilas, Zain mematung menerima kecupan dari Zia, meski hanya kecupan tapi ini pertama kali kecupan mesra yang diberikan Zia untuk nya.


"Ih, kamu nakal sekarang ya," Zain yang tak mau kalah langsung mencium, ******* bibir Zia dengan lembut.Zia memukul dada Zain merasa kehabisan nafas, Zain melepas kan ciuman nya kemudian menempel kan kening nya dan Zia.


"Gimana Sayang rasa ciuman Mas,enak kan? "


Zia merona mendengar ucapan Zain yang tidak tau malu.


"Jangan dibahas itu, Zia malu Mas. " Ucap Zia memukul kuat lengan Zain.


"Ngak usah malu,harus di biasakan Sayang. kalau udah nikah biar ngak canggung. Mas pulang ya! Love you. "


"Love you too Mas. " Zia melambaikan tangan nya saat Zain mulai melajukan mobil.


Ketika mobil Zain berjalan kita pun ikut berjalan ke bab selanjutnya ya thor.


Follow akun author ya.


Instagram :iing.nirmala.5


Fb :Iing Nirmala

__ADS_1


Mampir ya, jangan lupa like, komen dan vote nya.


__ADS_2