Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Pewaris Nugraha


__ADS_3

Meskipun hari raya qurban yang jelas jangan korban perasaan ya thor,kemarin author ngak upload bab baru karena sibuk di dapur.Mampir lagi yuk sayang aku.


***


Hari ini adalah hari pertama Zia masuk ke perusahaannya sendiri. Setelah tadi pagi dari perusahaan Zain, Zia langsung berangkat menuju perusahaannya didampingi oleh Cindy sang Bodyguard.


Mobil Zia sampai di basement perusahaan, Zia turun dari mobil setelah Cindy membukakan pintu untuknya.


"Silahkan Nona. "ucap Cindy membukakan pintu mobil.


"Panggil nama aja Cindy biar lebih akrab. " Sahut Zia mulai berjalan.


"Tidak bisa begitu Nona,saya harus menghargai Nona sama seperti saya menghargai Tuan Zain. " Sahut Cindy sopan masih mengikuti Zia dari belakang.


Saat Zia masuk perusahaan banyak karyawan yang lalu lalang menyapa nya,Zia hanya mengangguk sebagai jawaban.Sebagian besar karyawan kantor memang mengenal Zia putri dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


"Selamat datang Nona,"ucap asisten pribadi Papa nya yang kebetulan ingin menjemput Zia di lobby,berpapasan dengan Zia keluar dari lift.


"Terima kasih Pak,Papa ada di ruangannya ? " Zia bertanya pada pria paruh baya yang ada di hadapannya.


"Ada nona ,mari saya antar." Jawabnya mempersilahkan Zia berjalan lebih dulu .


"Jam 10.00 nanti kita akan rapat dengan seluruh pemegang saham dan Dewan Direksi sekaligus memperkenal kan Nona Zia Tuan. " Pak Andi membaca ulang agenda Pak Samanta yang sempat ditunda karena Zia datang terlambat.


"Baiklah,Zia siap-siap jam 10.00 kita akan mengadakan rapat kamu,ikut papa! "Pak Samanta menoleh pada Zia yang sedang membaca majalah di sofa ruangan Papanya .


"Baik Pa. "


Seluruh peserta rapat sudah hadir dalam ruangan,tinggal menunggu pimpinan rapat yaitu Pak Samanta selaku pimpinan perusahaan.


Ceklek.


Pintu terbuka dari luar,masuklah Pak Samanta dan asistennya bersama seorang gadis cantik. Mereka yang tidak mengenal Zia pun bertanya-tanya siapakah sosok gadis yang dibawa pimpinan perusahaan ini.Berbeda dengan yang sudah mengenal Zia, mereka tersenyum menunduk sopan.


"Selamat pagi semuanya,sebelum kita memulai rapat saya akan lebih dulu memperkenalkan gadis yang datang bersama saya. Dia adalah Putri Tunggal saya bernama Ziandra Nugraha, pewaris saya satu-satunya. Dia yang akan menggantikan posisi saya sebagai pimpinan perusahaan ini.Karena Ziandra masih baru,dia masih dalam pengawasan saya sampai dia benar-benar bisa menjalan kan perusahaan ini dengan baik." Pak Samanta memperkenalkan Zia.

__ADS_1


"Perkenalkan dirimu Zia. " Papa menoleh pada Zia yang langsung di iyakan.


"Selamat pagi semua nya.Tidak banyak kata lagi yang perlu saya ucapkan, seperti yang Pak Samanta katakan tadi nama saya Ziandra Nugraha kalian biasa memanggil saya Zia.Untuk semua nya, saya mohon bimbingan nya supaya saya bisa menjalankan amanah ini dengan baik,mengembang kan sayap perusahaan kita semoga ke depan nya lebih maju lagi . "Semua orang bertepuk tangan mendengar ucapan Zia.Meskipun Zia wanita tapi sikap kepimpinan nya sangat kentara, dari cara bicara nya yang tegas tapi tetap mengedepan kan kesopanan nya.


Ting.


Ponsel Zia berbunyi pertanda ada pesan masuk.


" Sayang, kita makan siang bareng ya. "Isi pesan dari Zain.


" Makan siang dimana Mas? " Zia pun membalas.


" Dimana aja terserah kamu asal sama kamu Mas ikut aja. "Zia tersenyum membaca pesan Zain.


"Mas beli makanan diluar aja, kita makan di kantor sama Papa, mau? "


"Jangan sama Papa Sayang, Mas kangen kamu. Kita makan di restoran dekat kantor kamu aja, gimana? "Zain menyampaikan keinginan nya.


"Modus kamu Mas.Kita ketemuan langsung di restoran aja ya, menghemat waktu. " Zia keluar dari aplikasi hijau menutup percakapan mereka. Zia segera bersiap dan mengambil tas yang ada di atas meja,dan tidak lupa mengajak Cindy untuk ikut bersama.


"Baik Nona, Silakan masuk . " Cindy membuka kan pintu mobil untuk Zia.


"Cindy,ayo masuk! " Zia dan Cindy tiba di Restoran lebih dulu. Mereka masuk kedalam ruangan VIP. Sengaja Zia memilih ruangan tertutup karena permintaan Zain.


"Saya diluar saja Nona. " Sahut Cindy menolak sopan ajakan Zia. Buat apa masuk palingan nanti jadi obat nyamuk pikir nya.


"Baik lah. Kamu pesan saja saya yang bayar. " Zia masuk lebih dulu memilih menunggu Zain didalam.


Ceklek.


Pintu terbuka terlihat Zain berjalan cepat dan langsung memeluk Zia erat.


"Sayang, kangen. " Zain merengek manja memeluk Zia.


"Lebay,baru setengah hari pisah nya.Yuk duduk, "Zia udah memesan makanan favorit Zain.

__ADS_1


Keduanya makan dengan lahap,terlebih Zain yang makan disuapi oleh Zia.Setelah menyelesaikan makanan nya, mereka berdua keluar dari ruangan dengan tangan Zia melingkar dilengan Zain.


" Mas, kamu langsung ke kantor? "tanya Zia yang berjalan disamping nya.


" Mas ke kantor kamu aja boleh ngak? di ruangan kamu aja biar pekerjaan dikirim Jo lewat email aja. "


"Zia ngak konsen nanti Mas kamu pasti gangguin Zia kerja. "


"Ngak Sayang, Mas serius. " menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah nya tanda suer. "Mas juga kan mau kerja kalau ngak nanti Mami marah. " Tambah Zain lagi dengan nada manja. Zia tersenyum melihat Zain yang biasa nya tegas berbeda kalau bersama Zia,dia lebih mirip anak kucing yang manis.


"Janji ya jangan ganggu, Zia banyak pekerjaan Mas. "


"Iya Sayang ini bukti nya, "


Cup.


Zain mencium bibir Zia sekilas. "Ih malu Mas, kamu ngak liat tempat, liat tuh diliatin banyak orang. " Zia memukul kuat lengan Zain. Zain terbahak melihat wajah kesal Zia.


"Biarin, kalau perlu Mas kasih tau yang Mas cium istri sendiri bukan istri orang. " Sahut Zain tanpa memperdulikan pendapat orang lain.


"Ih, kamu nyebelin. " Zia melenggang meninggalkan Zain.


Tanpa ada yang tau sepasang mata menyaksikan kemesraan mereka sedari tadi. Tangan nya terkepal kuat dan rahang nya mengeras melihat wanita yang masih bertahta di hati nya bahagia bersama laki-laki lain.


"Aku harus bergerak cepat, aku harus merebut Zia kembali." Rahang Daren mengeras.


Daren yang kebetulan sedang makan siang di restoran yang sama,tanpa sengaja melihat Zain dan Zia keluar dari salah satu ruangan VIP restoran tersebut .


"Cindy, kamu boleh pulang.Zia pulang bersama saya ."Setelah menghubungi Cindy Zain langsung menyusul Zia yang sudah lebih dulu ke mobil.


"Baik Tuan. " Cindy menyahut.


Zain mengemudikan mobil kesayangan nya ke kantor Zia.


Mampir ya readers tolong tinggal kan jejak, like, komen dan vote nya ya. Kasih rate bintang lima juga ya.

__ADS_1


__ADS_2