Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Setelah 1 jam Zia pun selesai dirias oleh MUA.Zia menatap tak percaya kalau yang ada di cermin adalah dirinya.Menggunakan gaun biru muda dengan veil yang elegan, semakin terlihat sempurna di aplikasikan dengan make up pinkis minimalis dilengkapi dengan sentuhan lipstik glosy dibibir mungil Zia. Di tambah dengan mahkota menghiasi di kepala nya. Terlihat sangat cantik bak putri kerajaan.


"Anak Mama cantik banget, " sang mama memandang takjub wajah cantik putri nya.


"Ini juga karena MUA nya pintar Ma, " Zia tersenyum manis.


"Bukan karena make up nya Nona, memang wajah Nona sudah cantik dari sono nya. " MUA yang merias Zia pun ikut bersuara.


"Mbak bisa aja, " Zia tersenyum menanggapi pujian mereka untuk nya.


Zain masuk ke kamar ingin menjemput Zia, semua keluarga sudah lebih dulu ke hotel tempat resepsi di gelar.


Pandangan pertama Zain disuguhkan dengan wajah cantik sang istri.Senyum Zain mengembang sempurna memandang istrinya penuh cinta, Kaki Zain melangkah mendekati Zia yang berdiri di depan cermin.


"Kamu cantik sekali Sayang, " Zain mencium kening Zia,Tangan nya melingkar indah di pinggang istrinya.


"Kamu juga tampan, Mas. " Zia pun berinisiatif mengalungkan tangannya di leher Zain.


Zain keluar dari mobil Lexus Lx 570 keluaran terbaru, setelah nya berdiri di samping pintu mobil mengulurkan tangan nya pada Zia.


"Kita sambut pengantin istimewa kita malam ini, " Suara Mc menggema menyambut kedatangan Zain dan Zia.


Zain berjalan menggandeng mesra tangan Zia, kedua nya saling melempar senyum. Kilatan kamera menemani setiap langkah mereka menuju ballroom hotel dimana resepsi pernikahan mereka di gelar.


Tak sedikit awak media yang meliput pernikahan pebisnis muda tanah air yang satu ini.Siapa yang tidak mengenal Zain Putra Adhitama.Selain pebisnis sukses, Zain juga sering wara wiri di majalah bisnis.


"Kamu bahagia Sayang? "Zain dan Zia duduk di atas pelaminan berwarna putih yang berhiaskan dengan bunga terangkai indah di bagian belakangnya .


"Sangat bahagia. Terima kasih Mas sudah mau mencintai Zia sedalam ini, " Zia bersyukur pada Daren yang sudah mengkhianatinya. Karena sekarang Zia sudah menemukan cinta sejati nya.


Semua tamu undangan yang hadir bergantian memberikan selamat atas kebahagiaan mereka. Banyak tamu undangan yang kagum melihat pengantin yang uwu satu ini,yang satu tampan dan satu nya lagi cantik.

__ADS_1


"Zia... " Suara seseorang mengalihkan pandangan Zia dan Zain yang asyik mengobrol mengungkapkan kebahagiaan di hati mereka berdua.


"Samuel !" Zia tersenyum hangat menatap Samuel yang masih bersedia datang menghadiri pesta pernikahannya setelah kejadian kemarin .


'Ini kan laki-laki yang memeluk Zia kemarin.'Zain membatin.Masih mengingat jelas wajah laki-laki yang bersama Zia.


"Selamat ya ," Zain langsung menyerobot uluran tangan Samuel yang ditujukan untuk Zia.


"Terima kasih, " sambut Zain datar. Zia menoleh menatap suaminya bingung, sedangkan Zain yang ditatap hanya mengangkat bahunya acuh. Samuel tersenyum masam melihat betapa posesifnya Zain pada istri nya.


"Semoga kalian bahagia," Samuel menatap Zain dengan tatapan yang sulit diartikan. "Saya titip Zia.Jangan sakiti Zia cukup satu Daren yang menyakiti nya, jangan ada Daren Daren selanjut nya. " Samuel memeluk Zain sekilas. "Aku merelakan Zia untukmu untuk dibahagiakan.Kalau sampai Zia menangis terluka karena mu, aku akan merebutnya darimu. " Samuel berbisik penuh ancaman di telinga Zain,menepuk punggung Zain setelahnya melepaskan pelukan mereka.


"Tidak akan, " Zain menyahut datar tanpa ekspresi apa pun.


"Bagus." Sebelum turun Samuel memandang Zia dengan tatapan hancur, tapi disudut hati nya juga ada rasa lega melepaskan Zia pada orang yang tepat. "Gue pergi, " Zia hanya mengangguk sebagai jawaban. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun,Zia juga tidak ingin membuat Zain berfikir yang bukan bukan.


'Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan mu Sam.' Zia membatin.Memandang Samuel hingga suara tamu berikutnya membuyarkan lamunannya.


"Ulat keket, " Zia bergumam memandang remeh Angela.


"Selamat menempuh hidup baru, semoga kalian berdua bahagia," Tuan Demian memasang senyum palsu,mengucap kan selamat pada kedua mempelai.


"Terima kasih, "Zain dan Zia gantian bersalaman dengan Tuan Demian.


"Aku akan pastikan kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama, " ucap Angela penuh ancaman berbisik di telinga Zia.


"Akan Kutunggu waktu itu tiba. "Zia menjawab menantang, yang membuat Angela berdecak kesal .


Angela bergeser ingin memeluk Zain, Zain yang menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya dengan cepat menjabat tangan Angela, " Terima kasih sudah datang Nona Angela. " Angela tersenyum paksa, sedangkan Zain ingin rasa nya terbahak melihat wajah kesal Angela.


Tamu undangan masih banyak yang berdatangan,padahal waktu sudah cukup malam . Tak heran sebenarnya, karena tamu yang diundang pun tak sedikit.

__ADS_1


"Capek? " tanya Zain menatap Zia duduk tidak nyaman sesekali memegang kakinya .


"Lumayan Mas, " Zia tersenyum pada pria tampan yang sudah menyandang status sebagai suami nya.


"Mau ngapain?" Zia menggeser kakinya yang dipegang oleh Zain. Zain berjongkok mengangkat kaki Zia ke paha nya.


"Buka sepatunya sayang! sini biar Mas lihat dulu, lecet ngak? " Zain membuka kedua high heels Zia. "Lecet kan, kelamaan ini makanya sampai lecet begini. " Zain mengambil ponsel nya menghubungi Cindy.


"Bawakan sepatu flatshoes untuk istriku! " perintah Zain melalui sambungan telepon, tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya Zain langsung mematikan panggilan sepihak .


"Mas selalu saja bicara seperti itu ," Zia protes dengan sikap Zain yang terlalu kaku. Zain memang begitu pada orang lain, bicara seperlunya saja.


"Tapi kalau sama kamu kan nggak begitu, Sayang ." Zain tersenyum manis mencium tangan Zia.


"Zain bawa Zia istirahat dulu !" Mami Sinta datang menghampiri anak dan menantu nya.


"Tamu nya kan masih banyak Mi , " bukan Zain yang menjawab. Zia merasa nggak enak hati pada rekan bisnis Zain yang lain kalau mereka tidak bertemu.


"Tidak apa-apa ,Sayang.Tamunya biar jadi urusan Mami, lagian mama papa kamu juga nginap disini. " Mami Sinta menjelaskan.


"Ayo Sayang,kita istirahat. " Zain tersenyum penuh arti, tanpa aba-aba langsung mengendong Zia ala bridal style.


"Turunin Mas! Zia bisa jalan sendiri. " Zia memberontak dalam gendongan Zain.Tanpa menghiraukan Zia, Zain terus berjalan menuju lantai teratas dimana kamar mereka berada.


Sebuah kamar presidensial suit yang mempunyai kualitas interior super mewah. Menggunakan cat monokrom dengan aksen gold menambah kesan romantis,sangat pas untuk mereka sebagai pengantin baru. Kamar ini merupakan kamar tipe tertinggi dikhususkan untuk keluarga Adhitama sebagai pemilik nya.


"Sayang, boleh sekarang? "


πŸŒΈπŸ’šπŸŒΈ


Kepoin karya Author yuk Say!mampir ya. Tinggalkan jejak kalian, kasih like, komen dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2