Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Honeymoon


__ADS_3

"Titip perusahaan selama gue pergi, Jo. " Ucap Zain sebelum membuka pintu mobil.


"Aman Bos, asal pulus nya banyak. " Sahut Jo melongok ke belakang, menyatukan ibu jari dan telunjuk nya yang di gesekkan tanda bahasa lain dari uang.


Zain menggandeng tangan Zia sepanjang perjalanan menuju ruang tunggu bandara, di susul oleh Jo yang berjalan di belakang membawakan barang bawaan majikan nya. Zain sengaja berangkat menggunakan jet pribadi nya demi kenyamanan mereka.


Dari kejauhan terlihat seseorang berjalan mendekati mereka bertiga, terlihat mengatakan sesuatu pada Jo.


"Zain,jet nya sudah siap. " Ujar Jo memberitahu majikan nya.


"Ayo Sayang, " Zain dan Zia berjalan bersisian dengan tangan masih setia menggandeng satu sama lain.


Zain menuntun istri nya memasuki sebuah jet pribadi keluarga Adhitama. Mata Zia menatap kagum melihat kemewahan di depan mata nya,mata nya memandang sekeliling menelisik setiap sudut yang ada dalam jet tersebut.Selain fasilitas mewah, jet ini juga di lengkapi dengan kamar tidur yang luas,dapur,dan juga ruang tamu yang dilengkapi sofa empuk. Seorang pramugari berdiri menyambut kedatangan mereka dengan senyum ramah nya.


"Capek ngak? " tanya Zain menatap wajah lesu Zia.


"Lumayan sih Mas, "Zia menyenderkan kepala nya di bahu sang suami.


" Kita istirahat di kamar aja ya! " ajakan Zain yang di setujui oleh Zia.Zia memang merasa sangat capek sebenarnya,karena tadi pagi Zia masih harus ke kantor menghadiri rapat penting di perusahaan nya. Dan sore nya bertolak menuju tempat yang di jadikan sebagai tempat honeymoon mereka.


"Kamu kaya banget sih Mas bisa punya jet semewah ini, " Ujar Zia penasaran seberapa banyak kekayaan yang dimiliki oleh keluarga suami nya.Zia membaringkan tubuh nya di ranjang yang lumayan besar.


"Ini semua juga milik kamu Sayang, apa pun yang aku miliki itu arti nya juga milik mu. " Zain ikut membaringkan tubuh nya di samping Zia. Mengubah posisi tubuh nya menghadap punggung Zia kemudian tangan nya terulur memeluk sang istri dari belakang. Mengangkat sedikit kepala yang ditopang menggunakan sebelah tangan nya, Zain mendekat membisikkan sesuatu ditelinga Zia.

__ADS_1


"Siap kan tenaga untuk pergulatan pertama kita besok sayang." Bisikan Zain membuat Zia bergidik ngeri. Tanpa menjawab Zain, Zia lebih memilih pura-pura memejamkan mata nya. Rasa takut masih saja menghantui Zia mengingat malam pertama, Ucapan Clara tentang betapa sakit nya malam pertama selalu saja terngiang di telinga Zia.


Setelah menempuh perjalanan panjang, jet yang di naiki Zain dan Zia mendarat sempurna di bandara Male, Maladewa. Ya Zain membawa Zia ke pulau Male, salah satu pulau di Maladewa atau Maldives, merupakan negara kepulauan yang terletak di Samudera Hindia.


"Sayang, kamu mau gak kita jalan-jalan nanti sore? " Ujar Zain sambil membantu Zia menyusun pakaian mereka ke dalam lemari.


"Kuat dong Mas, Zia kan udah istirahat selama perjalanan,jadi sekarang tenaga nya udah full lagi. " Sahut Zia semangat mendengar kata jalan-jalan. Memang ini pertama kali Zia ke sini itu pun bersama suami tercinta.


"Sisain tenaga nya buat melayani suami," ujar Zain membuat Zia merona, segera membuang muka enggan terlihat oleh Zain wajah malu nya.


Waktu terus bergulir sore menjelang. Zain dan Zia berjalan di pinggir pantai menikmati hembusan angin menunggu matahari terbenam.


"Terima kasih Mas, " Ucap Zia tiba-tiba, mendongak menatap wajah tampan suami nya.


"Untuk segala nya," Zia pun mengangkat tangan nya melingkar kan di bahu Zain. Perlahan tapi pasti bibir kedua nya telah menempel secara sempurna. Zain mengecup lembut bibir Zia yang dari dulu terasa manis.


"Apa pun akan Mas lakukan untuk membuat mu bahagia Sayang, " Ujar Zain memeluk erat tubuh istri nya.


"Kita duduk di sana yuk sambil liat sunset nya! " Zain menunjuk sebuah tempat yang pas untuk menikmati sunset di pantai ini.


Setelah puas menikmati suasana sore Zain memutuskan membawa Zia pulang ke penginapan.


"Kamu mandi duluan,Mas mau menghubungi Jo dulu. " Zain keluar kamar yang katanya menghubungi Jo tapi malah pergi ke suatu tempat tak jauh dari kamar nya. Setelah memastikan semua nya sesuai dengan yang di inginkan Zain, ia pun langsung kembali sebelum Zia curiga.

__ADS_1


Saat Zain masuk kamar bertepatan dengan Zia keluar dari kamar mandi, aroma sabun menguar di indera penciuman Zain. Kaki Zain mengayun mendekati tubuh fresh Zia yang berbalut handuk, tangan Zain terulur membelai lembut wajah cantik istri nya. Mata Zia terpejam menikmati sentuhan Zain.


"Dandan yang cantik, Mas mau mengajak kamu ke suatu tempat." Bisik Zain di telinga Zia setelah nya masuk ke kamar mandi membersihkan diri.


"Ah, sial. Kenapa aku tutup mata segala sih, pasti Mas Zain mikir nya aku berharap lebih.Bikin malu aja, " gumam Zia merutuki diri nya sendiri yang memang mudah terhanyut oleh sentuhan Zain.


Ceklek,


Zain keluar kamar mandi menggunakan handuk kecil yang menutupi inti tubuh nya, badan kekar memperlihatkan otot-otot nya terekspos sempurna.Zain masuk ke dalam walk in closet memakai pakaian nya.


Zain menghampiri Zia yang duduk di sofa yang sudah terlihat sangat cantik. Zia mendongak menatap wajah seseorang yang mengulurkan tangan pada nya. Wajah yang rupawan dengan tubuh berbalut jas rapi terlihat begitu sempurna. Dengan senyum mengembang Zia menerima uluran tangan itu. Kedua nya melangkah bersama keluar dari kamar, Zain membawa Zia ke sebuah tempat yang dipilih untuk dinner.


"Tempat nya indah sekali Mas," Zia menutup mulutnya tak percaya Zain mempersiapkan dinner yang romantis untuk nya.


"Ayo Sayang! " Zain menarik kursi untuk istrinya, kemudian barulah ia duduk di kursinya sendiri. Mereka pun menikmati dinner pertama mereka di Maladewa ini.


"Tetap lah seperti ini Mas, jangan pernah berhenti mencintaiku. Aku tidak bisa merangkai kata yang indah untuk mengungkapkan cinta untuk mu, I love you, " Tiga kata yang Zia ucapkan mampu membuat Zain begitu bahagia.


"Mee too, "Tangan Zain yang memeluk Zia dari belakang, menatap keindahan langit yang dihiasi ribuan bintang.Zain memutar tubuh Zia menghadap nya,kedua tangan Zain menangkup wajah cantik Zia.Zain mendekatkan wajah nya ke wajah Zia, lalu benda lembut dan kenyal itu menempel, ******* lembut bibir didepan nya yang sudah sangat lihai membalas ciuman dari Zain.


"Sayang! kita lanjut di kamar! " Suara Zain terdengar serak, mata sayu karena gairah menguasai diri kedua nya.


Next Say..

__ADS_1


__ADS_2