Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Hikmah di balik musibah


__ADS_3

"Ziaaa... " Zain berteriak memanggil istrinya, berlari menghampiri Zia yang terguling di aspal, berjalan mendekati tubuh Zia yang berada dalam dekapan seseorang. Zain terkejut melihat Jo yang sudah menolong Zia.


"Jo! " Pekik Zain saat melihat kepala Jo berdarah.


"Cepat angkat tubuh Zia, Zain! " Ujar Jo lemah, sebelum kehilangan kesadaran nya. Orang-orang yang berada di dalam Kafe berhamburan keluar saat mendengar ada yang kecelakaan. Tak lama ambulans datang, Jo segera di larikan ke rumah sakit. Sedangkan Zia sudah lebih dulu di masukkan ke dalam mobil Zain dalam keadaan pingsan.


"Dokter! suster! tolong istri saya! " Zain berteriak memanggil petugas medis, membawa tubuh lemah Zia dalam gendongan nya. Suster datang membawa brangkas, kemudian Zain membaringkan tubuh istrinya dan langsung di bawa petugas ke ruang UGD. Sama hal nya dengan Jo,yang langsung di tangani oleh dokter.Zain mondar-mandir dengan tangan saling meremas, perasaannya jadi gelisah tak menentu.Zain tidak sabaran menunggu Dokter keluar dari ruang pemeriksaan.


Ceklek,


Zain berlari mendekati dokter saat mendengar suara pintu di buka.


"Gimana keadaan istri saya, Dok? " Tanya Zain khawatir, harap-harap cemas menunggu jawaban dokter. Dokter tersebut tersenyum, merasa bangga melihat betapa pria ini sangat mencintai istri nya.


"Istri Tuan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan!" Ujar dokter menjelaskan, membuat Zain menghela nafas lega mendengar istrinya baik-baik saja.


"Alhamdulillah, " gumam Zain mengucap syukur.


"Tapi sebaik nya istri Tuan di bawa ke dokter kandungan! " Ujar dokter sebelum Zain beranjak pergi. Kening Zain berkerut dengan mata memicing, menatap pada dokter yang menganggukkan kepala nya.


"Kemungkinan istri Tuan hamil, karena usia kandungan nya masih muda, sebaik nya langsung di tangani oleh dokter yang ahli nya. " Ucap dokter lagi, kemudian berlalu meninggalkan Zain yang masih terdiam.


"Hamil? " gumam Zain tak percaya.


"Tuan, istri anda sudah siuman! " Suara seorang perawat membuyarkan lamunan Zain, kemudian Zain langsung masuk ke dalam menemui Zia.


Zain berjalan tergesa-gesa menghampiri brangkas tempat Zia terbaring, memeriksa setiap inci tubuh istri nya, apa ada yang terluka.


"Zia ngak papa, Mas! " Ucap Zia tersenyum lembut, bahagia rasa melihat Zain begitu mencemaskan nya.


"Beneran? ngak ada yang sakit? kenapa sampai pingsan? " tanya Zain beruntun udah seperti gerbong kereta api.

__ADS_1


"Tanya nya satu-satu mas! ngak ada yang sakit kok, Zia baik-baik aja, tadi pingsan mungkin karena shock aja Mas. " Ujar Zia jujur. "Kak Jo gimana? " Tanya Zia teringat pada sosok Jo yang sudah menolong nya.


"Astaga! Mas lupa. Kamu di sini dulu ya ! Mas mau liat kondisi Jo sebentar. " Ujar Zain seraya berjalan keluar setelah mendapatkan persetujuan dari Zia, tapi baru saja Zain membuka pintu bersamaan seorang suster masuk membawa kursi roda.


"Maaf Pak, saya mau membawa ibu ke dokter kandungan!"Ucap suster memberitahu pada Zain saat berpapasan di depan pintu. Zain mengurungkan niat nya untuk menjenguk Jo, memutar badan nya dan memilih membantu Zia duduk di kursi roda. Mendorong kursi roda Zia sampai di depan ruangan dokter kandungan.


"Mas, kenapa ke dokter kandungan? " Tanya Zia mendongak menatap wajah suami nya.


"Kita periksa dulu Sayang! " Jawab Zain mengulas senyum.


Zain mendorong kursi roda Zia masuk kedalam ruangan, seorang dokter kandungan perempuan menunggu mereka. Sengaja dokter perempuan sesuai permintaan Zain.


"Ibu berbaring dulu ya! " Ujar dokter pada Zia. Zain mengangkat tubuh Zia ke atas brangkas, dokter menyingkap baju Zia sedikit ke atas dan mengoles kan gel di perut Zia, kemudian mulai melakukan pemeriksaan dengan menggerakkan sebuah alat di atas permukaan perut Zia.


"Coba lihat di monitor nya!" ucap dokter masih terus menggerakkan alat tersebut. Zain dan Zia kompak menatap pada layar monitor. "Ini yang titik hitam ini bakal janin nya Bu, usia nya baru 2 minggu, masih kecil ya! semua nya sehat. " Ucap Dokter tersenyum menjelaskan.


"Kenapa anak saya sekecil itu Dok? " Tanya Zain bingung. Kata nya Zia hamil tapi kenapa ngak ada bayi nya pikir Zain.


"Saya hamil Dok? " Tanya Zia yang masih tidak percaya.


"Iya Bu, tapi kandungan nya masih lemah,jangan kecapean! tolong di jaga ya! di usia yang sekarang masih rentan keguguran. " Zia mengusap perut nya yang masih datar,kemudian menghambur memeluk tubuh Zain yang duduk di sebelah nya.


"Zia hamil Mas! " Ucap Zia dengan mata mulai mengembun.Bahagia rasa nya Tuhan memberi mereka kepercayaan secepat ini.


Selesai melakukan pemeriksaan dan juga menebus vitamin untuk Zia. Zain pun pergi melihat kondisi Jo di ruang perawatan.


"Gimana keadaan lo? " Tanya Zain berjalan masuk, sambil mendorong kursi roda Zia.


"Gue gak papa, ini cuma luka sedikit. Kata dokter ngak ada yang perlu di khawatirkan, besok juga udah boleh pulang. " Ujar Jo menunjuk kepala nya yang di perban.


"Syukur lah, gue berutang budi sama lo! lo udah menyelamatkan 2 nyawa berharga dalam hidup gue!" Ucap Zain berbinar bahagia.

__ADS_1


"Dua? " Jo mengulang kembali kata Zain.


"Iya, Zia sama anak gue! " pekik Zain langsung memeluk tubuh Jo."Zia hamil Jo, "Jo beralih menatap pada Zia yang menganggukkan kepala nya mengiyakan.


"Selamat bro! selamat jadi bapak-bapak! " sahut Jo menepuk-nepuk punggung Zain.


"Iya dong, Bapak-bapak kece." Ujar Zain bahagia kemudian tertawa ngakak.


Zain mengendarai mobil nya menuju rumah orang tua Zia dengan sangat pelan, saking pelan nya sudah seperti jalan kura-kura dengan alasan ingin hati-hati, hal itu sukses membuat Zia menggerutu kesal.


"Mamaaa... " Zia berteriak memanggil mama nya saat masuk rumah.Zain yang sedang menuntun Zia berjalan, memelototi Zia yang berteriak, Zia bergeming tanpa memperdulikan teguran Zain. Zia langsung duduk di samping mama nya, memeluk mama nya manja.


"Kenapa mmm? " tanya Mama mengusap sayang kepala Zia.


"Zia punya kabar bahagia! " Ucap Zia manja.


"Kabar bahagia apa? " Tanya mama penasaran.


"Mama akan punya cucu! " Ujar Zia berbinar,


"Serius? " tanya nya beralih menatap pada Zain.


"Iya Ma, " sahut Zain tersenyum menyampaikan berita bahagia untuk mereka semua, terlebih bagi Zain dan juga Zia.


Zain masuk kamar lebih dulu, meninggalkan Zia yang masih bersama mertuanya.


"Kamu selidiki tentang kecelakaan istriku tadi sore! Saya tunggu secepat nya. " Ucap Zain pada seseorang di seberang sana lewat sambungan telpon.


✨💫✨


Mampir ya Sayang, tinggal kan jejak kalian, kasih like, komen dan vote nya juga.

__ADS_1


__ADS_2