
"Zain,cepat bangun Jo udah datang." Mami berteriak masuk kamar Zain.
"Lima menit lagi Mi. Zain ngantuk banget," Zain dan teman-temannya tadi malam mengadakan acara Pesta Lajang Zain di kafe Juna sampai jam 3 subuh.
"Bangun sekarang Zain, Pak ustadz ada jadwal pengajian kalau kamu terlambat, " Mami menggoyangkan badan Zain.
Hari ini Zain ingin ke rumah ustadz Zulkifli sesuai agenda nya untuk berdiskusi tentang pernikahan besok termasuk belajar menghafal ijab qabul.
Mata Zain langsung terbuka mendengar kata ustadz yang diucap kan Mami nya.
Brakkk...
"Astagfirullah,Zainnnn..." Mami mengelus dada terkejut karena Zain menutup pintu kamar mandi dengan kuat.
*****
"Lo ngak tidur Jo?" Zain bertanya sambil berjalan keluar rumah.
"Tidur 1 jam. Demi lo gue rela kurang tidur Zain, " Zain merasa tersanjung mendengar ketulusan sahabat nya.
"Bonus lo double bulan ini, " Zain menepuk bahu Jo dua kali sebelum melanjutkan langkah keluar rumah. Jo yang baru tersadar dari shock nya,segera berlari menyusul Zain.
"Lo makin tampan pakai baju koko begini Zain, " Sengaja Zain memakai pakaian muslim karena rumah ustadz dilingkungan pesantren.
"Ngak perlu di kasih tau Jo, gue juga tau kalau gue tampan, " Sahut Zain bangga langsung masuk mobil.
'Boleh gak sih pujian nya gue tarik lagi? nyesel gue memuji pria arogan yang satu ini'Jo merutuk dalam hati.
Di kediaman Zia semua orang sibuk dengan tugas masing-masing.Ruang tamu di sulap oleh EO profesional menjadi sebuah tempat yang sangat indah untuk acara akad nikah besok.
"Ma, Zia boleh keluar rumah ngak? " Zia duduk didekat Mama nya yang sedang memperhatikan dekorasi ruang tamu.
"Ngak boleh Zia, pamali. " Mama melarang Zia dengan tegas.
__ADS_1
"Bentar aja Ma,ke Kafe depan komplek. "Zia merengek.
Zia mendapat telpon dari Samuel yang ingin bertemu, Zia pun bersedia asalkan di Kafe dekat rumahnya." Zia janji akan hati-hati, " dengan berat hati Mama Jeni pun mengizinkan.
Sesampai nya di Kafe, Zia melihat Samuel yang sudah duduk menunggu disalah satu meja.
" Udah lama Sam? "Zia menarik kursi di hadapan Samuel sebelum mendudukkan tubuh nya.
" Gak papa, gue belum lama kok, "Samuel tersenyum tipis. Wajah Cantik Zia selalu menggetarkan hati seorang Samuel sejak dulu. Meskipun Zia berpenampilan biasa saja tapi bagi Samuel tetap luar biasa.
" Lo beneran mau nikah? " meskipun sakit Samuel memilih bertanya langsung pada Zia.
"Iya Sam, " Zia menyeruput minuman nya yang baru datang. "Gue kemarin sempat nyari lo ke rumah sakit mau ngasih kabar ini, kata nya lo pindah. " Samuel pindah ke rumah sakit keluarga nya yang ada di Singapura. Tapi saat mendapat kabar Kalau Zia akan menikah besok,Samuel langsung bertolak menuju tanah air.
"Hmm.. Zia! " Samuel memegang tangan Zia. "Gue tau lo mau nikah, tapi gue ngak bisa memendam perasaan ini lagi, " Zia menatap Samuel bingung kemana arah pembicaraan nya.
Zia hanya diam sampai Samuel melanjutkan perkataannya lagi. "Gue cinta sama Lo, dari dulu sampai sekarang."Zia menarik tangan nya cepat saat mendengar pernyataan dari Samuel.
" Gue ngak becanda Zia, gue serius. Tolong beri aku kesempatan untuk bersama mu, "Suara Samuel naik satu oktaf membuat tawa Zia terhenti .
"Lo gila Sam. Itu ngak mungkin, " Sentak Zia menatap Samuel tak percaya.
"kita bisa coba dulu, " Ucapan Samuel membuat Zia melongo.
"Pernikahan bukan bahan uji coba Sam,kalau ngak cocok bisa di tinggalkan. " bentak Zia emosi.
"Gue hanya menganggap lo sahabat dari dulu."
Samuel terhenyak mendengar pengakuan Zia.
"Tapi gue mencintai lo Zia, " Mata Sam memerah menahan gejolak dihatinya. "Gue ngak masalah lo ngak mencintai gue, tapi gue mohon beri gue satu kesempatan memperjuangkan kan cinta lo. "Samuel masih kekeh dengan keputusan nya.
" Lo mencintai gue bukan? "Samuel mengangguk pasti, " Lo mau liat gue bahagia kan?"Zia menghela nafas berat. "Relakan gue hidup bersama orang yang gue cintai dan mencintai gue Sam. Lo bukan tercipta untuk gue, bukan kah level tertinggi mencintai seseorang adalah melepaskan? " Zia mengatup ke dua tangan nya di hadapan Samuel, "Gue mohon biar kan gue bahagia bersama Zain, " Samuel terdiam mendengar untaian kata Zia.
__ADS_1
"Gue mau meluk lo untuk terakhir kali, boleh? " Samuel akhir nya bersuara setelah cukup lama terdiam. Zia mengangguk, membuat Samuel langsung memeluk erat tubuh Zia. "Izin kan gue tetap mencintai lo selamanya, gue janji ngak akan menganggu lo lagi. " Zia mengangguk membahas pelukan Samuel. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil foto mereka yang sedang berpelukan.
"Semoga lo mendapatkan kebahagiaan Sam, " Ucap Zia sesaat setelah melepaskan pelukan nya. "Gue pulang dulu, " Samuel mengangguk pasrah. Zia segera melangkah kan kaki nya keluar kafe.
Sedangkan di dalam mobil, Zain langsung membanting ponselnya setelah mendapat kan kiriman foto Zia yang berpelukan dengan seorang laki-laki dari nomor yang tidak di kenal.
"Lo kenapa? " Jo bingung melihat Zain yang sangat emosi.
"Ini! " Zain menyodorkan ponsel nya pada Jo yang terdapat foto Zia dan seorang laki-laki.
"Lo jangan emosi dulu Zain, bisa jadi foto itu di kirim sama orang yang ngak suka sama hubungan kalian,apalagi besok kalian menikah.Lo jangan terpengaruh, " Jo menenangkan Zain yang emosi.
"Cari tau siapa laki-laki itu Jo! gue akan buat perhitungan sama dia, " Ucap Zain dingin.
"Ok, " tidak hanya laki-laki itu saja yang akan Jo selidiki,dari mana asal foto itu pun akan Jo cari tau.
"Lo telpon Zia Jo, " tanpa membantah, Jo langsung menghubungi kontak Zia.
"Halo Kak, " suara Zia mampu mendinginkan hati Zain yang memanas. Jo sengaja mengaktifkan pengeras suara nya biar Zain bisa mendengar langsung.
"Lagi dimana? " Tanya Jo singkat.
"Di rumah Kak, baru pulang. " Jawab Zia jujur.
"Pulang dari mana? " Jo kembali bertanya ingin tahu.
"Dari Kafe depan Kak. Teman Zia baru balik dari Singapura ngajak ketemuan sekaligus ngasih kado pernikahan, " Jawab Zia setengah berbohong. Tidak mungkin menceritakan sedetail mungkin pada Jo karena Zia tidak ingin terjadi masalah. Panggilan pun terputus karena Mama Jeni memanggil Zia.
"Lo dengar kan Zain, sama gue aja Zia jujur, " Jo menyimpan ponsel nya kembali.
"Pastikan pengirim foto itu mendapatkan hukuman yang setimpal. " Ucap Zain penuh ancaman.
Mampir ke karya Author ya jangan lupa tinggalkan jejak. Kasih like, komen, dan vote nya. Hadiah juga ya readers buat mood booster Author.
__ADS_1