
Zia memberontak dalam kungkungan Daren. Sekuat tenaga Zia berusaha melepas kan diri tapi sayang,kekuatan Daren tidak sebanding dengan dirinya.
'Mas Zain,tolong jemput Zia Mas,'Zia memanggil nama Zain dalam hatinya.
"Aku akan membuat mu hamil anak ku Zia, dengan begitu kamu sendiri yang akan meminta ku kembali pada mu. " Daren tersenyum devil menatap Zia penuh gairah.
"Jangan Daren ku mohon! bukan kah kau mencintaiku? tolong jangan sakiti aku Daren, "Suara Zia mengiba.Zia berusaha bernegosiasi dengan Daren supaya melepaskan nya.
"Ya, kamu tahu itu bahkan aku sangat mencintaimu melebihi apapun di dunia ini Zia. kamu rileks aja aku tidak akan menyakitimu Sayang. " Ucap Daren melepas paksa pakaian ditubuh Zia.
Sreeekk.. Braakk...
Baju Zia di robek paksa oleh Daren seiring dengan pintu terbuka dari luar. Ponsel Zia mati saat mereka sampai di hotel, hal itu membantu Zain mempermudah menemukan Zia.
"Brengsek," Zain berlari masuk dan.
Bugh.
Zain langsung memukul Daren membabi buta, Daren pun tak tinggal diam dia pun ikut membalas Zain. Zain yang memang jago bela diri ditambah emosi membuncah melihat pujaan hati nya dalam keadaan mengenaskan.Tanpa pikir panjang Zain menghajar Daren sampai tak berdaya.
Daren terkapar dilantai dengan wajah yang babak belur dan mulut mengeluarkan darah.
"Mas, " Panggil Zia lirih, Zain langsung memeluk tubuh Zia mencium kepala Zia berkali-kali.
"Maaf,Mas terlambat menjemput kamu Sayang, " ucap Zain merasa bersalah."Mana yang sakit Sayang? " sambungnya lagi,Zain memeriksa seluruh tubuh Zia.
"Zia takut Mas, " Adu Zia menangis dalam pelukan Zain.
"Jangan takut Sayang,Mas disini. "Zain semakin mengeratkan pelukan nya pada Zia.
Melihat keadaan Zia Zain pun ikut merasa sakit.
" Jo, kamu urus dia. Kalau bisa penjarakan, "ucap Zain pada Jo yang jadi penonton dari tadi.Jo sengaja diam memperhatikan situasi karena dia yakin Zain mampu melawan Daren.
" Baik, "Jo segera menghubungi orang suruhan nya untuk membawa Daren ke rumah sakit terdekat.
" Kita pulang sekarang Sayang, "Zain langsung mengendong Zia menuju mobil tidak lupa menutup tubuh Zia yang terbuka dengan jas Zain.
__ADS_1
Didalam perjalanan Zia hanya diam memandang lurus ke depan dengan tatapan kosong.
" Sayang, hei! " Zain memanggil Zia berkali-kali tapi tidak juga mendapatkan respon."Sayang, "panggil Zain agak keras menggenggam tangan Zia.
" Ada apa Mas? " tanya Zia lirih menoleh ke Zain.
"Kita ke Rumah Sakit dulu ya periksa keadaan kamu, " Ucap Zain mengelus tangan Zia. Zain tau Zia trauma atas perbuatan Daren padanya. Karena itu Zain ingin membawa Zia ke psikolog untuk menghilangkan trauma yang Zia alami.
"Tidak usah Mas, kita pulang aja. Mama sama Papa pasti khawatir Zia belum pulang selarut ini. " Sahut Zia lemah.
"Baiklah, kamu mau makan apa? biar Mas belikan dulu nanti makan nya di rumah. "
"Zia ngak lapar Mas, Zia mau pulang aja. Badan Zia sakit semua, " ucap Zia memejam kan mata nya. Kilasan kejadian Daren yang ingin memperkosa nya terlintas di pikiran Zia kembali. Tubuh Zia langsung gemetar dan berkeringat dingin.
"Sayang, kamu kenapa? " Zain melihat perubahan wajah Zia yang pucat pasi dengan segera meminggirkan mobil nya.
"Jangan, Aku mohon. " Zia menangis histeris.
"Sayang, dengar kan Mas. Kamu aman sekarang bersama Mas, ok. Coba buka mata nya liat Mas Sayang. " Ucap Zain memeluk Zia.Zia membuka mata nya nampak lah wajah tampan Zain mengulas senyum hangat padanya.
"Kamu tenang ya, bentar lagi kita sampai rumah. " Setelah melihat Zia tenang, Zain kembali menjalan kan mobil nya menuju rumah Zia.
Jam 2 dinihari mobil Zain sampai dihalaman rumah Zia. Zain turun mengendong Zia memasuki rumah.
"Zia kenapa Zain? " tanya Mama menangis melihat anak nya dalam gendongan Zain dengan mata terpejam.
"Zia tidur Ma, Zain antar Zia ke kamar nya dulu nanti Zain ceritakan kronologi nya. " Ucap Zain melanjutkan langkah nya menuju kamar Zia di ikuti oleh kedua orang tua Zia di belakang Zain.
"Biar Mama yang membersihkan tubuh Zia, Zain. " Mama Jeni membersih kan tubuh putrinya dilap menggunakan handuk kecil yang sudah dibasahi. Sedangkan Zain dan Pak Samanta memilih mengobrol diruang kerja.
"Papa ngak nyangka Daren yang kami kenal bisa sejahat itu Zain. " Sahut Pak Samanta mendengar cerita dari Zain.
"Mungkin sudah lama juga Daren merencanakan ini Pa, kebetulan kemarin Cindy pulang lebih dulu karena Ibu nya sakit.Dia memanfaatkan kesempatan itu padahal Zain hanya telat 1 jam. " Pak Samanta mengangguk menyetujui ucapan Zain.
"Lalu sekarang gimana? " tanya nya lagi.
"Jo sudah mengurus Daren Pa.Kalau bisa harus di penjarakan dengan tuduhan pelecehan dan penculikan berencana Pa. " Ucap Zain mengeluarkan pendapat nya.
__ADS_1
"Papa setuju Zain, " Jawab Pak Samanta merasa ide Zain adalah langkah terbaik saat ini.
"Zain juga ingin membawa Zia ke psikolog Pa, itupun kalau Mama dan Papa mengizinkan. " Sambung Zain lagi.
"Menurut Papa juga begitu, Zia pasti trauma. sebaik nya Zia pun di rumah aja dulu, kalau pun dia mau keluar harus kita temani. "
"Iya Pa, "
Zain kembali masuk ke kamar Zia, terlihat Mama Jeni duduk mengelus rambut anak nya.
"Ma, Zain pamit pulang dulu, " ucap Zain menyalami tangan Mama Jeni.
"Kamu hati-hati dijalan Zain. " Ucap Mama Jeni sebelum Zain berlalu.
Zain sampai di rumah nya jam 4 subuh. Bau sampai diruang tamu sebuah suara mengagetkan Zain.
"Baru pulang Zain? " tanya Mami melihat penampilan Zain yang berantakan."Kamu lembur? "sambung nya lagi.
" Ngak Mi, Zain habis dari rumah Zia. Zia diculik Mi hampir saja diperkosa mantan pacar nya.Mami belum tidur? "Ucap Zain menjelaskan.
" Astaga... Kenapa bisa menantu Mami diculik Zain? "tanya Mami syok menutup mulut nya. " Mami tadi bangun ngambil air minum,"Jawab nya menunjukkan air ditangan nya.
" Daren sengaja Mi mungkin karena masih mencintai Zia. "Sahut Zain singkat.
" Terus, keadaan Zia sekarang gimana? "Tanya Mami yang masih mencemaskan Zia.
"Zia tadi udah tidur, tapi dia trauma Mi. Zain merasa gagal menjaga Zia, "Zain mendesah pelan.
" Syukur lah, yang penting Zia selamat. Besok bawa Zia me psikolog Zain biar cepat sembuh. "
"Iya Mi. Zain pikir juga begitu," Zain mengangguk. "Zain ke kamar dulu Mi, " pamit Zain menaiki tangga menuju kamar nya.
"Saya akan menuntut nya."
Ikutin terus kelanjutan nya ya Sayangku.
Tinggalkan jejak kalian, like, komen dan vote nya ya.Kasih hadiah juga rate bintang lima ya Say.
__ADS_1