
Zain menurun kan Zia di kamar termewah di hotel Adhitama.Zia tersenyum menatap takjub pada keindahan kamar pengantin mereka. Mengingat kata pengantin Zia mendadak jadi gelisah, tatapan nya tertuju pada tempat tidur king size yang sudah di taburi kelopak bunga mawar diatas nya.
Zain berjalan mendekati Zia yang sedang melihat sekeliling kamar. "Sayang, " Zain memeluk Zia dari belakang.
Badan Zia menegang sempurna mendapatkan sentuhan dari Zain, padahal sebelum nya mereka juga pernah diposisi seperti ini.Tapi rasa nya kali ini berbeda, Zia semakin gugup mengingat status nya yang sebagai istri. Itu arti nya Zain bisa saja meminta hak nya kapan pun dia mau.
"I-iya Mas, " Zia menjawab sedikit terbata,
Zain memutar tubuh Zia hingga berhadapan dengan nya. "Wajah kamu kenapa? " Zain menangkup wajah Zia sedikit pucat.
"Tidak apa apa Mas, " Zia meremas ke dua tangan saking gelisah nya. "Mas mau mandi sekarang? " Zia menatap Zain sedang tersenyum, membuat Zia mengernyit bingung.
"Kamu kenapa aneh begini? " Zain menatap wajah gugup Zia. "Wajah kamu pucat, tangan nya juga dingin begini, " Zain memegang kedua tangan Zia yang terasa dingin. "Kamu sakit? " Zain menatap Zia dengan wajah cemas.
"Zia ngak papa Mas, " Zia memberikan senyum manis menutupi rasa gugup yang melanda.
"Kamu takut? " Zain membawa Zia ke pelukan nya. "Mas tidak akan meminta nya kalau kamu belum siap, " Zain mencoba menebak-nebak apa yang membuat Zia jadi seperti ini.
Wajah Zia merona, mengerti kemana arah pembicaraan Zain. Zain melonggarkan pelukan nya menangkup wajah Zia dengan kedua tangan nya.
"Wajah kamu merah Sayang, kamu malu. " Zain terbahak melihat wajah Zia. "Dengar! Mas akan melakukan kalau kamu siap menyerah kan diri pada Mas tanpa ada keterpaksaan. " Zain mencoba menenangkan Zia.
"Zia hanya takut Mas bukan ngak mau, " Zia berkilah. Benar saja, Zia mengingat ucapan teman nya kalau malam pertama itu sangat sakit.
"Takut? " Zain membeo, mengulang kembali apa yang Zia katakan.
"Iya, Zia takut Mas, kata Clara malam pertama itu sakit bahkan ada yang pingsan. " Zain menepuk kening nya mendengar alasan Zia.
"Dari pada mikirin ucapan Clara, mendingan kamu mandi dulu Sayang, " Zia menangguk setuju, kemudian mulai melangkah masuk kamar mandi.Zain pun memilih mengganti pakaian nya kedalam ruang ganti yang ada di kamar hotel mereka .Tapi baru saja mulai melepas jas yang melekat di tubuh nya,suara Zia menggema.
__ADS_1
"Mas... " Zia berteriak memanggil suami nya. Tanpa menunggu lama, Zain langsung menerobos masuk ke kamar mandi yang kebetulan tidak di kunci.
"Ada apa Sayang? " tanya Zain kaget mendengar Zia berteriak.
"Tolong buka resleting gaun Zia, " Ucap Zia enteng tanpa merasa bersalah, Zain menghela nafas berat ternyata hanya masalah gaun pikir nya.
Tangan Zain mulai bergerak menurunkan resleting gaun Zia. Darah Zain berdesir melihat punggung mulus Zia tanpa ada cacat sedikit pun. Zain mengecup punggung Zia lembut, membuat Zia kontan menegang.
"Sayang.. " Zain memanggil Zia lirih, memutar badan Zia berhadapan dengan nya. Tanpa aba-aba Zain langsung mencium bibir Zia penuh na*su. Zia pun tidak tinggal diam, meskipun masih kaku sebisa nya Zia mengimbangi permainan Zain.
Zain melepaskan ciuman nya saat melihat Zia terengah-engah. "ssstttt, " Zia mendesis menahan sakit diperut nya yang tiba-tiba datang.
"Kamu kenapa Sayang? " Zain sangat panik melihat Zia yang kesakitan memegang perut nya.
"Perut Zia sakit Mas, " Suara Zia terdengar lirih. "Mas keluar dulu, " Sekuat tenaga Zia mendorong tubuh Zain keluar kamar mandi.
"Mas di sini aja menemani kamu, "Zain menahan tangan Zia yang mendorong nya.
Zain mondar-mandir di depan pintu kamar mandi menunggu Zia keluar. Setelah setengah jam akhirnya Zia pun keluar dengan badan terlilit handuk.
Ceklek.
"Sayang, " Zain langsung mendekati Zia yang terlihat sangat pucat, keringat dingin keluar di tubuh nya.
"Zia ngak papa Mas, ini hal yang biasa di alami perempuan, " Zia berjalan di tuntun Zain menuju tempat tidur.Belum juga sampai Zia membelokkan langkah nya menuju sofa.
"Kenapa? " Zain menatap Zia penuh tanya.
"Zia datang bulan Mas, nanti sprei nya kotor. " wajah pucat Zia tersenyum.
__ADS_1
"Apa hubungan nya datang bulan dan sprei kotor? " Zia menepuk kening nya bingung menjelas kan bagaimana pada Zain.
"Zia menstruasi Mas, setiap perempuan akan mengalami siklus ini setiap bulan. Kalau Zia duduk di kasur otomatis kasur nya akan kotor, karena sekarang Zia belum pakai pembalut. " Zain manggut-manggut mendengar penjelasan Zia meskipun dia juga tidak mengerti.
"Gak papa kotor Sayang, ayo duduk di kasur biar Mas ambil baju ganti nya. " Zain ingin membantu Zia tapi gerakan Zain terhenti saat melihat Zia menggeleng.
"Zia minta tolong, boleh? " Zain mengangguk dengan cepat, apa sih yang ngak buat Zia.
"Mas pergi ke supermarket,beli kan pembalut yang ada sayap nya!" Zain pun melangkah menuju pintu, tapi baru juga memegang handle pintu Zain kembali berbalik.
"Apa tadi yang mau di beli, Sayang? " Zia geram melihat Zain yang ternyata dibalik sikap cerdas pemimpin nya, Zain juga sangat lambat tanggap.
"Pembalut Mas, yang ada sayap nya. "Zia kesal bukan main. Selain rasa sakit yang mendera ditambah lagi Zain yang membuat emosi.
" Tanya saja sama karyawan supermarket nya Mas, "Zia memberikan solusi pada Zain supaya tidak kesulitan.
"Baik lah, Mas pergi dulu. " Zain pun berlalu keluar kamar.
Zain menuju supermarket yang tidak jauh dari hotel, Zain masuk dan langsung mencari barang yang dipesan Zia. Zain mondar-mandir kesana kemari sesekali melihat benda yang ada di hadapan nya.
"Iisss , gimana sih bentuk nya? "Zain putus asa.Hampir setengah jam Zain mencari benda yang nama nya pembalut bersayap tapi tidak ketemu.
" Maaf tuan, ada yang bisa di bantu? " salah satu karyawan supermarket menghampiri Zain. Dia merasa heran karena Zain sedari tadi masuk tapi belum juga mengambil barang satu pun.
Zain menoleh ke arah sumber suara, seperti biasa Zain selalu memasang wajah dingin dan datar ciri khas seorang Zain.
"Saya cari pembalut bersayap buat bidadari tak bersayap. "Ucapan Zain sontak membuat karyawan terbahak.
" Kenapa tertawa? "tanya Zain dingin. Menurut Zain tidak ada yang lucu kenapa orang didepan nya ini tertawa pikir nya.
__ADS_1
Mampir yuk Say. Semoga kalian suka karya author, ini pemula harap maklum kalau cerita nya jauh dari ekspetasi readers semua.