
Zain dan Zia sudah berada di bandara Male, tak berselang lama Jo pun datang menghampiri mereka.Ya, Jo ikut menjemput Zain.
"Cie... Yang udah berhasil jebol gawang, wajah nya cerah amat, secerah sinar matahari pagi. " Ujar Jo tergelak menggoda Zain.
"Iya dong, " Sahut Zain bangga. "Buruan nikah! biar tau gimana rasa nya." Zain menggeser tubuh nya mendekati Jo. "Nanti gue ajarin gaya yang bisa buat Clara ngak mau berhenti, " Jo mendengus.
"Ayo Sayang! kita berangkat sekarang. " Zain merangkul Zia berjalan mendahului Jo.
Zain menuntun Zia memasuki kabin pesawat, membantu Zia duduk kemudian memasang memasang kan sabuk pengaman untuk istrinya.
"Ngak usah berlebihan Mas!Zia bisa sendiri, " Zia risih melihat sikap berlebihan Zain pada nya, terlebih saat ini ada Jo di dekat mereka.
"Mas hanya ingin yang terbaik untuk mu, " Ujar Zain mencium pucuk kepala Zia, kemudian duduk di kursi di samping istri nya.
Setelah semua orang siap, pesawat segera take off menuju Indonesia. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam, jet pribadi Adhitama mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Zain turun menggendong Zia yang ketiduran saat di pesawat, karena malas menganggu waktu istirahat Zia, yang kelelahan akibat olahraga panas yang mereka lakukan, Zain memutuskan menggendong Zia ke mobil. Bukan nya merasa terganggu, Zia malah semakin nyenyak dalam gendongan Zain, malah sengaja membenam kan wajah nya ke dada Zain. Zain membaringkan Zia di kursi penumpang belakang, menjadikan paha nya sebagai bantal Zia.
"Sayang, bangun! udah mau sampai rumah. " Zain menepuk-nepuk lembut pipi Zia yang masih tertidur, karena Zia tidak merespon, Zain malah mencium seluruh wajah Zia berulang kali, dan hal itu mengusik tidur Zia. Saat Zia membuka mata langsung di suguhkan senyuman manis Zain.
"Mas, jangan sekarang ya! Zia masih capek. " Mendengar ucapan Zia, Zain menepuk kening nya merasa lucu sekaligus malu.
"Apa Zia mimpi? " Zain bertanya entah pada siapa.
"Astaga, kenapa yang ada dalam otak mereka berdua hanya urusan ranjang. " Jo bergumam lirih tapi masih bisa di dengar oleh supir di sebelah nya.
"Maklum Tuan! pengantin baru, lagi anget-anget nya. " Balas supir menimpali seraya terkekeh kecil.
"Bentar lagi sampai rumah, ayo bangun Sayang! " Ucap Zain lembut,membantu Zia membenarkan posisi duduk nya.
__ADS_1
"Hah? " Zia bengong mencerna perkataan Zain. Tanpa menjelaskan Zain langsung membantu Zia turun dari mobil dan manarik tangan Zia lembut masuk ke dalam rumah.
Keesokan hari nya, Zain dan Zia mulai kembali bekerja. Pagi-pagi sekali Zia sudah berkutat di dapur membuat sarapan untuk suami nya. Zain tidak lagi melarang Zia memasak, selagi itu bisa membuat Zia senang, Zain akan mengizinkan.
Setelah menata semua makanan di atas meja, Zia kembali ke kamar untuk membersihkan diri.
Ceklek.
Pintu kamar lebih dulu terbuka dari dalam, sebelum Zia berhasil sampai di depan kamar. Terlihat Zain sudah rapi dengan pakaian kantor nya, minus dasi yang belum terpasang.
"Sayang, pasangin dulu dasi nya! " Zain meletakkan sebuah dasi,yang sudah di siap kan Zia bersama dengan pakaian kerja suami nya.
"Tangan Zia masih kotor Mas, tunggu sebentar, Zia mandi dulu! "Ujar Zia memperlihatkan ke dua tangan nya sedikit kotor selesai memasak.
Zain duduk di sofa memainkan ponsel menunggu Zia selesai mandi dan berganti pakaian. Tidak berselang lama, Zia sudah selesai dengan setelan kantor nya, berjalan mendekati Zain, tangan Zia dengan lincah memasangkan dasi di leher sang suami.Setelah selesai, kedua nya segera turun untuk sarapan.
" Terima kasih Sayang, "Zain mengecup bibir Zia, tak peduli para pelayan yang memperhatikan mereka, Zain tetap nyosor tanpa memperdulikan protes dari Zia.
Hari ini Zia berangkat ke kantor tanpa di antar Zain, selain Zia yang berencana mau berkumpul bersama teman-teman nya, Zain juga harus keluar kota bersama Jo.
Mobil yang ditumpangi Zia melaju sesaat setelah mobil Zain dan Jo berangkat lebih dulu.
Setelah seharian berkutat dengan pekerjaan, Zia sengaja pulang lebih awal,Cindy mengemudikan mobil sesuai permintaan Nyonya muda Adhitama. Zia sampai di salah satu kafe, terlihat ke tiga teman nya sudah datang lebih dulu.
"Hai hai semua nya, " Zia sedikit berlari menghampiri meja ketiga temannya. Zia memeluk mereka bergantian.
"kok gue terus yang telat, ya? " Tanya Zia entah ditujukan pada siapa,seraya tertawa.
__ADS_1
"Emang ! dari dulu kan lo hobi nya telat terus kalau janjian, " Ujar Clara meledek Zia.
"Apalagi sekarang udah punya ayang suami, pasti makin lama nunggu ni orang. " Jesika ikut menimpali.
"Sekarang kan gue udah datang,kalian pesan sepuas nya!gue yang traktir! " Ujar Zia mendudukkan bokong nya, tidak lupa mengajak Cindy ikut serta.
"Ini oleh-oleh buat kalian! " Zia memberikan satu persatu oleh-oleh untuk teman nya. "Meskipun terlihat biasa saja, jangan di lupakan asal usul nya, gue beli nya jauh di Maldives sana. " Ucap nya sedikit menyombongkan diri.
"Sombong lo! mentang-mentang punya suami sultan, pamer bulan madu nya ke Maldives. " Clara menjitak kening Zia, membuat ketiga nya tertawa puas.
"Ya harus dong. " Sahut nya tertawa tanpa beban.
Wajah Celine menggelap melihat kebahagiaan Zia, memiliki suami yang kaya, keluarga yang sangat menyayangi nya dan teman yang selalu setia di samping nya. Berbeda dengan kehidupan nya sekarang, hamil tanpa suami, memiliki mertua sama seperti tidak ada.
"Aku akan menghancurkan kebahagiaan mu Zia! karena ulah suami mu, anak ku lahir tanpa ayah. "Ucap Celine mengelus perut buncit nya, dengan mata menyorot tajam ke arah Zia dan teman-temannya. Celine tanpa sengaja berada di kafe yang sama dengan Zia.
Berulang kali Celine datang ke kantor Zain, meminta supaya mencabut tuntutan nya pada Daren, berulang kali pula Zain menolak bertemu dengan nya, Celine hanya menerima pesan dari asisten Zain 'Hukum tetap berjalan' singkat tapi mutlak.
Karena malas melihat kebahagiaan mereka, Celine memutus kan pergi meninggalkan kafe tersebut.
" Celine! " Zia bergumam, menatap punggung seseorang yang berjalan keluar dari kafe, dari siluet nya Zia pasti tidak salah mengenali seseorang.
"Celine.. " Zia berteriak mengejar wanita hamil itu, tapi Celine lebih dulu masuk ke dalam mobil.Dengan langkah gontai,Zia kembali masuk ke dalam kafe.
🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan pernah membanding kan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain, karena Allah tidak pernah salah meletakkan sesuatu yang bukan pada tempat nya.Syukuri apa yang kita miliki saat ini.
__ADS_1