Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Angela seorang OCD


__ADS_3

Baca dulu baru kasih like, jangan boom like ya Say..


...Happy reading...


"Cerai kan putri ku. " teriak nya menggema di dalam ruang perawatan itu.


Mata Zia terpejam, dengan air mata yang semakin deras mengalir.


Zain menggeleng menolak keinginan mertua nya, beralih menatap pada Zia yang sudah berurai air mata.


"Sayang buka mata mu, tatap mata ku Zia! Aku mohon percaya pada ku!" ucap nya memohon, naik ke ranjang mendudukkan tubuh nya di hadapan Zia, menempelkan kening nya pada kening Zia.


"Aku sangat mencintai mu, tidak mungkin aku mengkhianatimu dengan sadar. Angela menjebak ku karena sudah sejak lama dia terobsesi pada ku, mereka sengaja menjebak ku saat kami di undang untuk merayakan keberhasilan kerja sama kami, Jo juga ikut saat itu, tapi sayang nya Jo juga di sekap di waktu yang sama. " imbuh nya menjelas kan apa ada nya, melirik pada Jo seolah meminta pertolongan.


"Itu benar Om. " Jo ikut bersuara.


Zia menatap mata suami nya mencari kebohongan, tapi nihil! yang ada kejujuran meskipun mata itu sudah menganak sungai.


"Punya bukti? " tanya papa lagi semakin menyudutkan Zain.


Zain menggeleng lemah dengan kepala tertunduk.Belum sempat mendapatkan bukti, kabar Zia semakin membuat nya tidak tenang.


Zain tidak menyangka, kalau foto itu yang menyebabkan Zia jadi begini.


Mami ikut menangis melihat rumah tangga anak nya yang di ujung tanduk.


"Jen.. Aku mohon, jangan gegabah! pikirkan nasib cucu kita, bagaimana nasib nya melihat orang tua nya berpisah bahkan saat dia belum lahir. " Mama mengangguk dalam tangis nya. Ia juga memikir kan hal yang sama, tapi jika itu menyakiti Zia,dia pun akan keberatan.


Hati Zia rasa tersayat sembilu mendengar ucapan mertuanya. Perlahan tangan nya terulur mengusap perut nya.


"Maafkan Mimi kalau kita harus berpisah. " gumam nya terisak.


"Kami berdua sudah berusaha mencari bukti, tapi semua CCTV di sabotase Pa, mereka bermain sangat pintar sehingga tidak meninggal kan jejak sedikit pun. " ucap nya kembali menjelaskan, berharap mertua nya itu bisa percaya.


Hampir saja Papa goyah, di hati kecil nya ia juga sedikit mempercayai alasan Zain, tapi karena tidak ada bukti sedikit pun, dengan cepat ia menepis pemikiran nya.


"Kemasi semua barang-batang Zia Ma, kita akan pulang hari ini. " titah nya menghampiri sang istri, kemudian melangkah keluar.


Papa kembali masuk dengan membawa kursi roda untuk putri nya.

__ADS_1


"Biar aku yang gendong Pa! " Tangan Papa terulur ingin melarang, tapi urung saat melihat Zia menggeleng menatap pada papa nya seolah mengatakan biarkan saja.


Zain mengangkat tubuh istrinya sangat hati-hati, kemudian mendudukkan dengan pelan dan mengatur posisi Zia senyaman mungkin.


"Nyaman seperti ini? " Tanya nya menatap Zia yang masih enggan bicara, Zia hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Aku sendiri yang akan mengurus perceraian kalian. " ucap nya seraya menggeser tubuh Zain dari kursi roda,


Zain kembali tersentak,ia pikir melihat mertua nya melunak semua nya sudah selesai, tapi ini? kalimat barusan kembali membuat Zain terhenyak.


"Aku tidak akan pernah menceraikan istriku, " tekan nya yang mulai hilang kendali.


"Kalau kamu tidak mau menceraikan, maka Zia yang akan menggugat mu, bukti sudah di tangan. " salak nya seraya menunjukkan foto pada Zain.


"Tapi Pa, aku mohon jangan pisahkan kami Pa, aku sangat mencintai Zia, aku ngak bisa hidup tanpa Zia dan anak ku. " tubuh Zain merosot bersimpuh di kaki mertua nya.


"Bulshit.. Berhenti mengatas namakan cinta.


Aku butuh bukti bukan hanya sekedar cerita dan air mata. "


"Akan aku buktikan kalau aku tidak bersalah! " ucap nya tegas penuh keyakinan.


"Mulai hari ini Zia akan tinggal di rumah ku, "


"Tapi Sam! "


Ibu dan anak itu kompak menolak. Papa bergeming tanpa memperdulikan wajah dua orang itu, kemudian mulai mendorong kursi roda Zia.


Zia hanya bisa menangis, bingung harus bagaimana, di satu sisi ia juga terluka karena perbuatan Zain, di sisi lain juga ikut sakit melihat Zain yang bahkan bersimpuh menangis di kaki ayah nya.


"Zia! " Zain ikut berlari mengejar Zia sampai di parkiran. Tapi sayang, saat Zain datang Zia sudah masuk mobil.


"Zia, buka pintu nya! " teriak nya dari luar memukul jendela mobil.


"Zia, jangan tinggalkan aku, Zia. " ikut berlari mengejar mobil Zia yang melaju.


"Ziaaaaa... " raung nya, dengan tubuh merosot di jalan menatap mobil yang kian menjauh berbaur dengan kendaraan lain.


"Nak! " Mami menyentuh pundak Zain yang bergetar menangis.

__ADS_1


"Zia Mi. "Ucap nya terbata, seraya mendongak menatap sang Mami.


Mami memeluk tubuh rapuh Zain, mengusap punggung anak nya supaya lebih tenang.


" Sabar, biarkan Zia menenangkan diri lebih dulu. " Kemudian membantu Zain berdiri, dengan langkah gontai Zain berjalan di bantu Mami nya menuju mobil.


Sedangkan di luar negri, Angela mengamuk membanting semua benda yang ada di hadapan nya.


" Aaaah..Zainnnn... " teriak nya, melempar vas bunga pas mengenai cermin besar di kamar nya.


"Tenang Angela, " sekuat tenaga memegangi tubuh Angela dari belakangnya.


Ckckck.. Angela .


Melihat Angela seperti itu, membuat Demian khawatir gangguan mental Angela kambuh lagi.


Angela di vonis mengidap Obsessive Compulsive Disorder (OCD) semenjak usia 20 tahun, karena terlalu sakit hati pada kekasih dan sahabat nya yang sudah selingkuh dibelakang Angela, membuat mental nya terganggu.Demian pun membawa anak nya ke psikolog terbaik di Amerika, dan usaha pun membuahkan hasil, Angela semakin hari semakin baik, meskipun belum sembuh total.Satu tahun setelah nya, Angela di pertemukan dengan Zain saat ulang tahun perusahaan Adhitama group di Jakarta, yang kebetulan Demian di undang sebagai salah satu rekan bisnis mereka.


Semenjak pertemuan pertama itu Angela selalu menganggap Zain adalah mantan kekasih nya, dan bertekad akan merebut nya kembali membalas kan sakit hati yang dulu.


Flashback


Tap tap tap.


Suara sepatu hells beradu dengan lantai mar mar, mengikuti langkah seorang perempuan yang memaksa masuk meski sudah di larang.


"Saya mau bertemu dengan Tuan Zain! " ucap nya dengan gaya sombong.


"Tuan Zain sudah kembali ke Indonesia Nona, " jawab nya, sekretaris Alex yang berada di meja menatap malas pada wanita di hadapan nya.


"kamu pasti bohong, " tuding nya menunjuk lurus di depan wajah sekretaris itu.


Tanpa bisa di cegah, Angela langsung masuk ke ruangan yang ia pikir adalah ruangan Zain.


Dan benar saja, Alex yang sedang meeting bersama klien di buat kaget saat pintu terbuka.


"Anda siapa? "


"Saya calon istri Zain. " Jawab nya tidak tau malu.

__ADS_1


Flashback off.


Tbc


__ADS_2