Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Masih Ulang Tahun


__ADS_3

Tamu undangan silih berganti memasuki Hotel mewah keluarga Adhitama, menghadiri pesta ulang tahun Nyonya Adhitama yang ke 49 tahun.


"Sekarang kita masuk ke acara inti kita malam ini. Tiup lilin dan pemotongan kue oleh Nyonya Sinta Alina Adhitama, kepada Nyonya Adhitama dan keluarga dipersilahkan naik ke atas panggung! " MC memberi instruksi ke empunya acara.


"Ayo Mi," Ameera dan Zain menggandeng tangan Mami Sinta naik ke atas panggung.


"Sebelum saya meniup lilin nya, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada tamu undangan yang sudah hadir merayakan ulang tahun saya.Semoga ke depan nya saya menjadi pribadi lebih baik lagi.


Untuk Alm Suami ku, satu kata yang mau aku ucapkan,meskipun kita sudah di alam berbeda aku tetap mencintaimu selamanya. Tahun ini merupakan Tahun ke 3 kamu meninggal kan kami, semoga kamu pun bahagia seperti kami disini.


Untuk seluruh keluarga besar Adhitama, terima kasih selalu mensuport ku!kalian slalu berada mendampingi meskipun di titik terendah dalam hidup ku." Ucap nya sebelum meniup lilin nya.


Suara lagu selamat ulang tahun menggema didalam ruangan,di iringi dengan suara tamu undangan yang juga ikut menyanyikan lagu tersebut.


"Make a wish dulu Mi,"Mami Sinta mengangguk,memejamkan mata kemudian menyampai kan permohonan nya dalam hati.Meniup api lilin angka 4 dan 9 yang ada di atas kue.


"Potongan kue pertama Mami berikan untuk lelaki terhebat setelah suami ku.Malaikat pelindung Mami, putra terbaik ku. " Memberikan suapan pertama untuk Zain Putra Adhitama. Kemudian dilanjut kan untuk princes Ameera Putri Adhitama, dan yang terakhir kedua mertua nya.


"Sebelum kita melanjut kan acaranya, saya selaku tuan rumah mau mengumumkan sesuatu yang penting, " Suara tegas Adhitama membuat para tamu terdiam. Bisik-bisik mulai terdengar hal apa yang akan di umum kan oleh keluarga Adhitama.


"Zain jemput tunangan mu," Zain turun dari panggung berjalan ke meja dimana Zia duduk.Semua mata mengikuti kemana Zain melangkah, sampai Zain berhenti di depan seorang gadis cantik.Zain mengulurkan tangan nya dan langsung disambut oleh Zia.


Tangan Zia melingkar indah di lengan Zain, senyum indah terukir di bibir kedua nya melangkah bersama menuju panggung dimana keluarga besar Adhitama berdiri.


Disudut lain masih di acara pesta nampak seorang perempuan kesal menahan amarah melihat pemandangan didepan nya.

__ADS_1


"Meskipun kamu memperkenalkan dia ke dunia aku tidak peduli Zain, apa pun cara nya kamu harus jadi milik ku. " Angela geram menyaksikan acara bahagia keluarga Adhitama. Ya, Angela terbang ke Indonesia menghadiri pesta ulang tahun Nyonya Adhitama menggantikan Daddy nya yang berhalangan hadir, sekaligus ingin bertemu dengan Zain.


Daren yang juga kebetulan hadir di pesta tersebut mewakili ayah nya yang tidak bisa datang. "Apa hubungan Zia dengan keluarga Adhitama? " Daren bertanya-tanya dalam hati. Selama Daren mengenal Zia, setau Daren tidak ada hubungan keluarga dengan Adhitama, kecuali__.Daren menggelengkan kan kepala menolak jika Zia apa yang ada dalam pikiran nya.


"Mohon perhatian nya, " Kakek menggeser posisi Zia berada persis disamping nya. "Kalian pasti bertanya-tanya siapa gadis yang digandeng oleh cucu saya.Disini saya akan menyampaikan sekaligus memperkenalkan gadis yang ada disamping saya ini," Kakek tersenyum menoleh pada Zia."Saya akan memperkenalkan anggota baru keluarga Adhitama.Dia adalah Ziandra Nugraha,putri tunggal dari Tuan Samanta Nugraha dan Nyonya Jeni Selena Nugraha,dia adalah cucu menantu keluarga Adhitama calon istri Zain Putra Adhitama. " Suara tepuk tangan tamu undangan menggema di ballroom hotel.Zia dan Zain saling melempar senyuman sama halnya dengan keluarga yang lain, kecuali orang-orang yang merasa tidak suka melihat kebahagiaan Zain dan Zia.


Deg!


Daren mematung mendengar apa yang disampaikan Tuan Besar Adhitama. Mengumumkan Zia sebagai cucu menantu keluarga Adhitama di depan public. Daren memandang Zia dengan nanar,senyum bahagia terukir dibibir Zia membuktikan bahwa dia sangat bahagia.'Secepat itukah Zia melupakan ku? sedang kan aku masih terpuruk karena kamu meninggalkan ku Zia.'Daren membatin. Bahkan sekarang Zia mendapatkan laki-laki yang lebih segala nya dari Daren.


"Pantas saja Zia cepat move on, ternyata Zia sudah mendapatkan penggantiku.Apalagi sekarang dia mendapatkan pria kaya," Daren tersenyum remeh. Selama mengenal Zia yang Daren tau Zia tidak pernah menilai dari materi, tapi setelah lepas dari Daren baru kelihatan belang nya.Zia tidak jauh berbeda dengan wanita yang diluar sana, sama-sama gila harta, Daren berargumen sesuka hatinya.


"Aku akan menghancurkan hubungan kalian, tunggu saja! " Tekad Daren dalam hati."Enak saja setelah mencampakkan ku kamu bisa bahagia. "Mata nya menyorot tajam pada Zia di atas panggung.


Visual Ziandra Nugraha.




Setelah pengumuman Tuan Besar tentang pertunangan Zia dan Zain, kini seluruh tamu undangan dipersilahkan mencicipi hidangan yang sudah disediakan.


"Sayang, makan yuk! " Zain menarik Zia untuk duduk di kursi.


"Mau makan apa Mas? " Zia bertanya sebelum mengambil makanan untuk Zain.

__ADS_1


"Makan kamu boleh ngak? " Zain mengedipkan mata nya menggoda Zia.


"Mesum, dulu Mas ngak seperti ini." Zia memukul pelan lengan Zain." Kemana pergi nya Zain yang dingin, arogan, ngomong nya kasar. " Zia heran melihat Zain yang sekarang sangat cerewet tidak seperti saat pertama bertemu.


"Semua yang ada padaku dulu mampu kamu hilangkan Sayang,termasuk status jomblo Mas dari dulu, " Zain terbahak mencium gemas pipi Zia.


" Ih, jangan cium disini banyak orang, ternyata selain mesum sekarang kamu juga tidak punya malu lagi Mas. " Zain masa bodoh mendengar omelan Zia.


Daren yang menyaksikan semua itu,muka nya memerah menahan emosi, tanpa pamitan sama tuan rumah Daren langsung keluar dari Hotel. Daren mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah Club malam, melakukan hal biasa untuk melupakan Zia sejenak yaitu dengan minuman.


"Seperti biasa, " bartender yang sudah mengenal Daren, tanpa bertanya lagi langsung memberikan apa yang Daren minta.


Daren terus meminum minuman ditangan nya, dadanya bergemuruh mengingat bagaimana Zia tertawa bahagia.


"Mabuk lagi, " suara seseorang membuat Daren menegakkan kepalanya melihat siapa yang bicara.


"Lo Vin? " tanya Daren karena penglihatan nya kurang jelas. Kevin pemilik club ini sekaligus sepupu jauh Daren.


"Lupakan Zia Daren, " nasehat Kevin sebelum berlalu pergi.


"Tidak semudah itu, "Daren menyugar rambut nya frustasi.


"Sendirian? mau ditemani? "


Visualnya Author minta maaf jika tidak sesuai ekspetasi kalian semua. Boleh Request biar kita ganti ya guys.

__ADS_1


Mampir yuk tinggal kan jejak, like, komen dan vote nya. Rate bintang lima jangan lupa Sayang.


__ADS_2