Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Keluarga Zain dan keluarga Zia sepakat mengadakan pernikahan Zain sesuai dengan rencana dua bulan yang lalu, karena kondisi Zia juga sudah membaik.Setelah melakukan beberapa kali pengobatan dengan psikolog, Kini Zia dinyatakan sembuh dari traumanya akibat perbuatan Daren.


Hari ini tepat dua minggu sebelum acara pernikahan Zain digelar .


Dreeett ...Drett..


Ponsel Zia berdering tanda panggilan masuk. Senyum terbit dibibir Zia saat melihat kontak 'Mas Suami call' tertera dilayar ponsel nya.


"Halo Mas, " suara lembut Zia menyapa indera pendengar Zain.


"Kamu siap-siap sekarang ya,Mas mau berangkat sekarang jemput kamu.Kita langsung ke butik Mami fitting gaun nya dulu." Zain mengabari Zia lebih dulu sebelum berangkat menuju rumah Zia.


" Iya Mas, Ameera ngak ikut? "Zia menanyakan adik ipar nya yang baru pulang dari Amerika kemarin untuk menghadiri pernikahan Zain.


"Ngak Sayang, dia pasti menganggu kita kalau ikut, " Zain memang sengaja tidak mengajak Ameera, kalau ada Ameera Zain pasti Zia abaikan. Zain tidak menyukai hal itu.


"Ih, ajak aja Mas.Zia kangen, "Ucap Zia merengek manja.


"Lain kali kalian jalan bareng, hari ini Mas mau kita menghabiskan waktu berdua Sayang.Nanti kalau udah dipingit ngak bisa ketemu la__ " ucapan Zain terputus karena Zia memutuskan panggilan nya.


Hadeehh..


Zain menghela nafas berat, pasti merajuk pikirnya.


****


Tok tok tok.


"Zia.. " Terdengar suara Mama Jeni mengiringi suara ketukan pintu.


"Ya Ma, " Sahut Zia berteriak dari dalam kamar tanpa membuka pintu.


"Udah dandan nya? turun sekarang ya Zain udah datang, nanti telat loh. "Mama Jeni segera berlalu setelah mendapatkan jawaban dari Zia.


"Ayo Mas, kita berangkat sekarang. " Zia melirik Zain yang duduk diruang tamu rumah Zia.


"Ma, kita pergi dulu. " Ucap Zia dan Zain kompak, kemudian berjalan beriringan keluar dari rumah.

__ADS_1


"Masuk Sayang, " tanpa bersuara Zia masuk mobil setelah Zain membuka kan pintu mobil di samping kursi kemudi.


Zain mengendari mobil Lamborghini kesayangan nya dengan kecepatan sedang.Setelah satu jam dalam perjalanan mobil Zain tiba di parkiran butik Mami Sinta yang sangat mewah.


"Kalian udah sampai Sayang? " Tanya Mami Sinta memeluk menantu nya.


"Iya Mi, " tangan Zia pun terangkat membalas pelukan Mami.


"Zia kenapa Zain?" Tanya Mami Sinta heran melihat sikap Zia tidak seperti biasa nya.


"Ngambek Mi, mau nya tadi ngajak Ameera, " ucap Zain jujur. Mami ber oh ria, mungkin lagi pms makanya sensitif pikirnya.


"Zia Sayang, Ame ngak bisa ikut kalau pun kamu ajak, Ame pergi sama nenek, " Mami berusaha membantu Zain membujuk Zia.


"Kemana Mi? " tanya Zia.


"Menemani nenek ke tukang urut langganan nya. Sekarang kita coba dulu gaun nya ya. " Zia mengangguk patuh berjalan disamping Mami Sinta.


"Punya Mas dicoba juga ngak Mi?" tanya Zia melirik Zain.


"Iya, tapi kamu duluan, " sahut Mami membawa Zia ke ruang ganti.


"Gimana Mas, bagus ngak? "tanya Zia berjalan mendekati Zain.


Zain terpana melihat penampilan Zia," Cantik, "ucapnya tanpa sadar .


Zia tertawa membuat Zain menatap nya bingung"Mas, Zia nanya gaun nya bagus apa ngak? " Ucap Zia mengulang pertanyaan nya.


"Bagus Sayang, "Zain manggut-manggut. " Apalagi kamu yang pakai tambah bagus, "Zain mengacungkan jempol nya pada Zia.


" Sekarang kamu coba tuxedo nya Zain! "Mami menyerah kan pakaian pengantin pada Zain.


" Sayang, gaun kami jangan diganti dulu ya. Mas pakai ini dulu sebentar, "menunjukkan pakaian yang ada ditangan nya.


Zain berjalan dengan gagah menghampiri Zia yang duduk di sofa,dengan tuxedo bewarna biru muda melekat indah ditubuh atletis nya.


" Mi, gimana? "Zain mengajak Zia berdiri bersisian meminta penilaian pada Mami nya.

__ADS_1


" Perfect, "Puji Mami mengangkat kedua jempol nya merasa kagum melihat pemandangan didepan nya.


" Desain Mami memang tiada dua nya, "Zia memuji maha karya calon mertuanya yang sangat pas ditubuh Zia.


" Kamu terlalu memuji Zia,"Mami menyematkan senyum tipis. "Semua baju nya udah cocok berarti ya? untuk acara akad kebaya putih yang kemarin dan resepsi nya yang ini. " Mami kembali membantu Zia melepaskan gaun nya.


Zain dan Zia melanjutkan perjalanan nya menuju toko perhiasan langganan keluarga Adhitama,Zain terus menggandeng Zia dalam perjalanan menegaskan kalau Zia adalah milik nya. Terlalu berlebihan menurut Zia tapi tidak untuk Zain.


"Mbak, tolong tunjukkan cincin pernikahan, "Ucap Zia pada salah satu karyawan di sana. Beberapa cincin pernikahan diperlihatkan pada Zia.


" Mas, ini bagus ngak? "Zia melirik Zain memperlihatkan cincin di jari manis nya.


" Bagus sih, tapi terlalu simple Sayang. Mas mau untuk kamu itu yang kesan nya wah. "Protes Zain melihat cincin yang Zia tunjukkan terlihat biasa saja.


" Cincin ini keluaran terbaru Tuan, di desain khusus oleh perancang perhiasan dari swiss terbuat dari berlian asli dan berlapis emas 18 karat. "Karyawan tersebut menjelaskan spesifikasi cincin pilihan Zia. " Harganya pun tidak main-main,"sambung nya lagi.


"Baik lah, itu saja Sayang.Yang paling penting kamu suka, " Zain akhir nya ikut pilihan Zia, apalagi melihat rona bahagia di wajah Zia yang berdecak kagum melihat cincin couple mereka.


"Terima kasih Mas, love you. " Saking senang nya tanpa sadar mereka berada dimana Zia langsung mencium pipi kanan Zain, tanpa mereka tau karyawan toko pun tersenyum malu melihat hubungan manis mereka berdua.


Sedangkan Zain melongo dengan mata dan mulut membulat mendapatkan ciuman dari Zia, "Sekali lagi Sayang sebelah sini, " Zain mengetuk telunjuk nya menunjuk pipi kiri nya.


"Ngak ada bonus Mas, " ledek Zia terbahak. Zain mencebik melihat Zia menertawakan nya.


******


"Jo, gimana undangan ny? " Zain menelpon Jo di saat mereka sedang menunggu pesanan makanan di salah satu Kafe di mall.


"Aman Zain, besok udah bisa diambil. Kalau kamu mau liat contoh jadinya biar gue antar ke rumah, " Beritahu Jo dari seberang sana.


"Ok," Zain mematikan panggilan nya.


"Sayang, nanti pulang ke rumah Mami dulu ya."Ucap Zain kembali duduk di kursi depan Zia. " Jo mau menunjukkan undangan kita, "sambung Zain melihat Zia yang kebingungan.


Jo masuk ke mansion keluarga Adhitama menenteng dokumen pekerjaan dan tak lupa undangan yang akan diperlihatkan pada Zain.


" Ini undangan nya, gimana? cocok gak? "Jo meletakkan sebuah undangan di atas meja didepan Zain dan Zia. Sebuah undangan pernikahan yang didesain semewah mungkin sesuai permintaan Zain sebelum nya.

__ADS_1


Terima kasih readers ku yang setia menemani author memulai hal yang baru ini.Mampir terus ya, tinggal kan jejak kalian ya sayang.


__ADS_2