
"Kenapa tertawa? " Tanya Zain dingin. Menurutnya tidak ada yang lucu kenapa orang didepan nya ini tertawa. Memang benar Zain mencari pembalut bersayap untuk Zia sang istri. Bagi nya Zia adalah bidadari tak bersayap dalam hidup seorang Zain.
"Bapak cari apa? " Karyawan mengulang pertanyaan nya setelah menghentikan tawanya.
"Pembalut bersayap. " Zain menjawab singkat.
"Oh oke, " karyawan itu pun mencari benda yang Zain katakan.
"Ini Pak, " menyerah kan satu pcs roti tawar bersayap pada Zain.
"Saya minta pembalut bersayap,kenapa di kasih ini? " Zain menerima barang tersebut dan melihat nya secara teliti.
"Ini nama nya pembalut Pak, untuk perempuan datang bulan kan? " Karyawan menahan tawa melihat kebodohan Zain.
"Kenapa kamu tau istri saya datang bulan? " Zain menatap curiga pada karyawan yang satu ini.
'Astaga, kenapa orang kaya bisa sebodoh ini. 'monolognya dalam hati.
"Pak, pembalut ini untuk perempuan yang lagi datang bulan." Sahut karyawan geram. Zain hanya ber oh ria.
Sedangkan di dalam kamar hotel, Zia meringkuk di sofa menahan rasa sakit di perut nya. "Zain kemana sih? beli itu aja hampir setahun. " Zia menggerutu menunggu Zain datang.
Ceklek.
Pintu kamar hotel terbuka, Zain masuk menenteng kresek berlogo supermarket tempat nya belanja.
"Sayang, ini ___ " Ucapan Zain terputus melihat istrinya meringkuk kesakitan di atas sofa.
"Astaga, kenapa seperti ini. Kita ke rumah sakit ya? " Zain membantu Zia duduk.
"Ngak usah Mas, nanti juga sehat sendiri. " Zain menolak keras ajakan Zain. "Antar Zia ke kamar mandi Mas, " suara Zia melemah. Tanpa bertanya lagi Zain langsung mengangkat tubuh Zia masuk kamar mandi.
Setelah membantu Zia, Zain pun segera membersih kan diri.
__ADS_1
Zain keluar dari ruang ganti menuju tempat tidur, naik ke tempat tidur kemudian membaringkan tubuh nya disamping Zia yang terlelap.
"Rasa nya ini seperti mimpi, wajah cantik ini yang akan jadi pemandangan pertama dan terakhir ku setiap hari." Zain membelai wajah damai Zia."I love you my wife, "Kemudian mencium kening Zia, Zain pun ikut menyusul Zia ke alam mimpi dengan Zia dalam pulukan nya.
" Kita sarapan aja dulu Mi, kelamaan nunggu pengantin baru yang satu ini. "Ameera merepet dari tadi. Semua keluarga besar Adhitama dan keluarga Zia sudah di meja makan, sisa Zain dan Zia yang tidak kunjung datang.
" Sabar Ame, tunggu sebentar lagi. 10 menit lagi tidak datang baru kita sarapan aja duluan. "Mami mengusap bahu anak nya. Wajar saja Ameera merasa lapar karena jam sudah hampir jam 8 pagi.
" Maaf semua nya membuat kalian menunggu, "Zain menarik kursi tempat duduk Zia kemudian kursi untuk nya sendiri.
" Tidak masalah, kami mengerti pasti kalian capek, "Kali ini Kakek yang menjawab. " Mari makan semua nya! "Nenek pun mengambil sarapan untuk suaminya. Begitupun para istri yang lain termasuk Zia.
" Zia, ini hadiah dari Mami. "Mami menyodorkan sebuah amplop ke hadapan Zia.
" Ini apa Mi? "Zia bertanya pada sang mertua.
" Tiket bulan madu, "Zain mengambil amplop di tangan Zia dan langsung membuka nya.
" Bulan madu ke Maldives, "Zain membaca tulisan yang tertera di dua tiket di tangan nya.
" Kenapa? " Ameera yang mewakili pertanyaan semua orang di sana.
"Zia datang bulan, " jawab Zain lesu.
"Sejak kapan? " Sekarang Alex pun ikut bersuara.
"Tadi malam, " Tawa mereka pecah mendengar jawaban terakhir Zain. Zain merasa aneh, kenapa semua orang pada tertawa mendengar Zia yang datang bulan. Padahal Zain sendiri sampai begadang menemani Zia yang kesakitan.
"Malang nya nasib mu Zain, " Alex menepuk pundak Zain. "Malam pertama yang tertunda, " sambung nya. Alex cekikikan melihat wajah kesal Zain.
"Sialan lo," Zain memukul udara karena Alex lebih dulu berlari. "Kalau Zia udah selesai gue bakalan pamer sama lo, biar lo nelangsa dengan status jomblo karatan, " Zain kesal bukan main.
"Simpan aja tiket nya Sayang, honeymoon nya di tunda dulu gak papa. " Mami tersenyum pada Zia.
__ADS_1
"Kalian nginap disini aja dulu beberapa hari ke depan. Kami semua akan pulang nanti siang. " Setelah semua orang pergi, Zain dan Zia pun kembali ke kamar mereka.
"Yank, sini. " Zain menepuk sofa di samping nya. Zia mendekati Zain duduk di samping suami nya.
"Selesai nya berapa hari Yank? " Zain mendudukkan Zia di pangkuan nya. Memeluk dan mencium leher Zia yang sangat menggoda.
"Sekitar 7 hari Mas, " jawaban Zia mengejutkan Zain.
"Selama itu? " Zain menatap Zia tak percaya.
"Iya Mas, biasa nya juga seperti itu. " Zia merasa bersalah pada Zain, tapi mau bagaimana lagi itu bukan keinginan nya.
"Maaf, " Zia mencium lembut bibir Zain sekilas.
"Tidak apa apa Sayang, " Zain kembali memeluk Zia dari belakang. "Untuk saat ini cium sama ini aja dulu. " Zain menyentuh bongkahan padat Zia yang pas digenggaman nya. Merebahkan tubuh Zia di atas sofa kemudian Zain kembali menyatukan bibir ke dua nya.Zia pun tak tinggal diam, dia pun membalas ciuman Zain dengan lihai sehingga menciptakan sensasi aneh dalam tubuh ke dua nya.Aliran darah Zain terasa mengalir begitu kencang dengan susana semakin memanas.
"Sayang, " Suara Zain lirih memanggil Zia,
"Maaf Mas, "Zia memeluk Zain. Melihat mata sayu Zain membuat Zia jadi tidak tega.
" Mas ke kamar mandi dulu. " Zain bangkit dari tubuh Zia dan berlalu ke kamar mandi. 'Udah nikah pun masih aja pakai sabun,malang nya nasib ku. ' Zain membatin.
Malam hari nya Zain mengajak Zia jalan-jalan ke luar, percuma aja di hotel kalau gak bisa *** *** pikirnya.
"Kamu mau beli sesuatu ngak Sayang? " Zain menoleh pada Zia yang duduk di kursi sebelah nya.
"Zia mau makan di pinggir jalan Mas, boleh? "Zia merindukan makan sate padang yang tak jauh dari komplek perumahan nya.
" Di tempat lain aja Sayang, pinggir jalan belum tentu higenis. "Zain kurang setuju dengan ide Zia.
" Tempat nya bersih kok Mas, Zia sering makan sate di sana. "Zia sedikit merengek memasang wajah memelas. Dengan berat hati Zain pun melajukan mobil nya menuju tempat yang Zia katakan. Zain takut membuat Zia kecewa, saat ijab qabul terucap saat itu pula Zain berjanji pada diri nya sendiri akan selalu membahagia kan Zia sepanjang hidup. Zain tidak ingin Zia merasa menyesal hidup bersama nya.
Udah beberapa kali ditolak semoga kali ini jebol.
__ADS_1
Semoga readers ku semua udah pada cukup umur ya, maaf cerita nya sedikit melenceng. Terima kasih.