
"Bayangkan aku di posisi nya Mas, apa kamu tega memukul seorang wanita hamil? " Ujar nya memelas menatap dalam mata sang suami.
"Mungkin waktu itu dia khilaf, memaafkan membuat hidup kita lebih tenang, Mas. " Tekan nya,memegang ke dua tangan Zain dan di cium nya , Zain membalas tatapan mata Zia dengan mimik wajah lesu, bibir di tarik kedalam dan alis sedikit terangkat.
" Demi kamu, "Zain menangkup pipi Zia dengan kedua tangan nya, mencium lembut kening Zia lama, Mata Zia terpejam meresapi kasih sayang yang di salurkan oleh Zain.
Celine terdiam dengan kepala tertunduk, merasa malu memperlihatkan wajah pada orang yang dengan lapang dada memaafkan perbuatannya, yang hampir membuat Zia kehilangan nyawanya.
" Zia juga meminta satu hal lagi Mas, " Zia ragu-ragu mengutarakan keinginan nya.
"Apa Sayang? " Zain menatap mata Zia yang berkedip-kedip efek rasa gugup nya.
"Mas jangan salah faham! Zia minta Mas juga mencabut laporan Mas pada Daren," Ucap Zia sedikit terbata,
mata Zain memicing menatap Zia curiga, "Biarkan mereka bahagia Mas. " Zia berusaha tenang menatap dalam mata Zain.
"Daren pasti ingin menyambut kelahiran anak nya, beri mereka kesempatan untuk memperbaiki diri, " mengelus lembut pipi suami nya, memberi pengertian secara perlahan.
"Kami mencintai mu, " membawa tangan Zain mengelus perut nya yang masih datar, sebuah senyuman terbit di bibir Zain.
****
Zia menyiapkan semua keperluan Zain di atas tempat tidur, dari pakaian sampai aksesoris yang akan Zain pakai.
"Terima kasih Sayang, " Zain mengecup pipi Zia yang sedang baru selesai memasang kan dasi nya.
"Jangan berterima kasih terus Mas, itu sudah tugas Zia. " Zia berjinjit mencium bibir Zain.
"Jangan mulai Sayang, atau kita tidak akan ke kantor, " Zia terkekeh meninggal kan Zain yang menekuk wajah nya kesal.
Zain dan Zia masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Jo. Membelah jalan menuju perusahaan Adhitama.
Karyawan menunduk hormat saat berpapasan dengan Zain. Zia tersenyum, mengingat saat pertama kali datang sebagai karyawan, dan hari ini datang kembali sebagai Nyonya muda Adhitama.
"Jangan senyum-senyum sendiri! " Zain merangkul Zia masuk ke dalam lift.
"Biarin, " Zia mendengus,
Melangkah cepat meninggalkan Zain.
Zia sengaja datang ke kantor Zain dengan alasan anak dalam kandungan nya tidak mau jauh dari Zain.
Tok tok tok.
__ADS_1
Yusuf masuk dengan membawa setumpuk kertas di tangan menghampiri bos nya.
"Ini berkas yang harus di tanda tangani, Tuan! " Yusuf meletakkan beberapa dokumen di atas meja Zain.
"Terima kasih Yusuf, kamu boleh keluar! "
Mengangguk kan kepala nya, Yusuf menunduk hormat pada Zia sebelum berlalu keluar.
"Maaf Tuan, jam 11 meeting sama investor dari Amerika! " Yusuf kembali berbalik menyampaikan agenda Zain hari ini.
"Baik lah, "
Zain masuk mobil setelah memastikan Zia sudah masuk lebih dulu.
Zia sengaja duduk di meja terpisah dari Zain karena tidak ingin menganggu meeting mereka terlebih ini investor dari luar negri.
"Baik lah, kita mulai meeting nya sekarang! " seperti biasa Jo mulai membuka meeting setelahnya di lanjutkan dengan persentasi yang juga di sampaikan oleh Jo.
" Saya setuju dengan ide cemerlang kalian ini, kita lanjut penandatanganan kontrak nya, " Jo tersenyum puas, menyodorkan berkas yang akan mereka teken.
Sekretaris perempuan menatap Zain dengan tatapan mendamba, menggerakkan tubuh nya dengan gaya menggoda.
"Ini Tuan, " Sengaja menunduk menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani oleh Zain, sehingga memperlihatkan belahan dada nya yang menyembul. Bukan nya tergoda, Zain malah menatap nya jijik.
"Sayang, makan nya mau di suapin, " Zia duduk di pangkuan Zain melingkar kan tangan nya di leher sang suami.
Zia yang sedari memperhatikan mereka, mulai bertindak di saat wanita itu sengaja menggoda suami nya.
"Manja banget sih, " Zain mencubit dagu Zia gemas.
"Maaf Mr. Ini istri saya! " Zain memperkenalkan Zia pada Klien nya.
Mereka pun bersalaman saling memperkenalkan kan diri.
"Perkenalkan saya Ziandra istri Zain! " Zia menekankan posisi nya pada wanita di hadapan nya ini. Wanita tersebut tersenyum miring menatap Zia dengan tatapan meremehkan.
Jo yang sedari tadi menjadi pengamat situasi, tak bisa lagi menahan tawa nya melihat Zia yang cemburuan.Ke empat pasang mata itu kompak menatap aneh pada Jo.
"Sayang, kamu kenapa diam aja? " Zain menatap heran pada Zia yang terus memandang keluar jendela mobil.
Zia bergeming,
"Sayang.. Hei! " Zain menarik lembut tangan Zia.
__ADS_1
"Apa sih? " melayangkan tatapan penuh permusuhan,
Zain bergidik melihat cara Zia menatap nya.
"Apa aku melakukan kesalahan? " Tanya Zain dalam hati.
Sampai di rumah pun Zia masih mendiamkan Zain, tak peduli Zain terus merengek pada nya,Zia membanting pintu kamar.
"Braaak, "
Zain yang baru sampai di depan kamar berjingkat kaget mengelus dada nya, menatap bingung pada pintu yang tidak bersalah.
"Astaga, Zia kenapa sih? apa setiap wanita hamil mengerikan seperti ini? " Tanya Zain pada diri nya sendiri.
Zain menghela nafas dalam kemudian menghembuskan kembali, menekan kesabaran nya menghadapi singa bunting itu.
Ceklek,
Zain mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan Zia, Zain menghela napas lega saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.
Zain menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuh nya, masuk ke dalam kamar mandi yang pintu nya kebetulan tidak di kunci oleh Zia.
Zain menelan ludah nya menatap tubuh polos Zia yang sedang di guyur air shower,
Hap,
Zain memeluk Zia dari belakang, memainkan lidah nya di leher jenjang Zia, tanpa di duga, Zia malah berbalik memutar badan nya, berjinjit menjangkau bibir Zain, penyatuan dibawah guyuran air terasa sangat menggairahkan. Zia begitu agresif hingga Zain kewalahan di buat nya. Kedua nya mengerang panjang saat gelombang kenikmatan itu datang.
"Terima kasih Sayang, " Zain mengecup kening Zia seraya mencabut senjata nya.
"Kamu agresif sekali ? tapi Mas suka, " Zia menunduk menyembunyikan rona merah di wajah nya, merasa malu mengingat betapa liar nya saat bercinta. Zia juga merasa kesal pada diri nya yang tidak bisa menahan diri, padahal sebelum nya ia marah pada Zain.
"Sayang, masih marah? " Zain mengangkat dagu Zia yang tertunduk,Zia menggeleng.
"Ayo mandi! " Zia menarik tangan Zain masuk ke dalam bathup.
"Cara yang menguntungkan! ternyata bercinta bisa memperbaiki mood ibu hamil,hahaha." Zain tertawa dalam hati.
"Yank...main lagi, boleh? " Zain mengarahkan tangan Zia pada senjata nya yang sudah mengeras.
\*\*\*\*
Ada nanas nya, yang masih bocil harap menyingkir.
__ADS_1
Kasih Like, komen dan vote ya Say! Terima kasih.