Terimakasih Telah Mengkhianatiku

Terimakasih Telah Mengkhianatiku
USG


__ADS_3

"Awwwhhh, " Zia mengaduh, merasakan sakit di perut nya.


"Kenapa Sayang? " Zain pun ikut panik saat melihat Zia bersandar pada pintu kamar mandi.


"Perut Zia keram Mas, " ucap nya lirih.


Zain langsung menggendong Zia, membaringkan di atas kasur.


Meskipun panik, otak Zain masih berjalan, dia menghubungi Jo untuk membawakan dokter kandungan ke rumah nya.


Tok tok tok,


"Tuan, Dokter nya sudah datang! " Salah satu pelayan membawa dokter masuk kamar majikan nya itu.


"Apa yang Nyonya rasakan? " tanya nya mulai memeriksa Zia.


"Perut saya bagian bawah keram Dok! " beritahu nya.


"Ini hanya keram biasa, tidak ada yang perlu di khawatirkan, untuk trimester pertama hal ini biasa terjadi Nyonya. Aktivitas ranjang nya tolong di kurangi ya Tuan, keram seperti ini biasa nya terjadi karena mendapatkan guncangan terlalu kuat." Jelas nya,


muka Zia memerah menahan malu.


"Berhubungan badan tidak di larang, tapi kapasitas nya di kurangi, 2 kali seminggu misal nya itupun durasi nya jangan terlalu lama. Takut nya dedek nya terguncang kuat, dan berakibat fatal.Untuk memastikan keadaan dedek nya, sebaik nya besok bawa nyonya untuk cek ke dokter kandungan! " saran nya, kembali menyimpan peralatan nya untuk segera pulang.


"Mas, tolong usap lagi perut Zia! " pinta nya manja, menepuk kasur di sebelah nya.


Zain pun menurut, naik ke tempat tidur dan berbaring di samping Zia, tangan nya terulur mengelus lembut perut istri nya.


"Gimana? udah mendingan? " tanya nya, gurat khawatir masih terlihat jelas di wajah Zain, meskipun sudah di periksa oleh dokter.


"Agak mendingan Mas, nanti minum obat pasti sembuh, " Zia tersenyum lembut mengusap rahang kokoh suaminya.


"Maafkan Mas Sayang, sudah menyakiti kalian! " wajah Zain murung merasa bersalah.


"Hei... Jangan menyalahkan diri sendiri Mas, ini juga salah Zia yang terlalu bersemangat saat bercinta! " ucap nya, menggeleng tidak terima Zain menyalahkan diri nya, meskipun malu dia pun mengakui terlalu agresif, memiringkan tubuh nya berhadapan dengan Zain.


"Anak kita kuat, sama seperti kamu Mas! " Zia memeluk tubuh Zain. Zain pun menarik Zia lebih dalam ke pelukan nya.


*****


Pagi hari nya.


"Ayo Sayang, " Zain Membukakan pintu mobil untuk istri nya, tangan nya terulur membantu Zia keluar dari mobil.


Kedua nya berjalan bergandengan tangan, dari kejauhan sosok yang di tunggu pun datang dengan menyeret koper besar nya.

__ADS_1


"Mi, kangen." sapa Zia mencium takzim tangan mertua nya .


Mami pun memeluk Zia, mencium kedua pipi menantu nya.


"Mami juga kangen, Kalian apa kabar? " Zain pun ikut mencium tangan Mami.


"Sehat Mi, "


"Pipi Zia makin tembem, iya kan? atau perasaan Mami aja karena lama tidak ketemu? " Mami menatap Zia yang sedikit berisi dari sebelum nya.


"Ya iya lah Mi, kan Zia lagi___, " mulut Zain langsung di bungkam Zia dengan telapak tangan nya.


"Jangan di kasih tau dulu, Zia mau kasih kejutan buat Mami! " Zain mengangguk patuh, Zia pun kembali melepas kan tangan nya.


Mami menatap bingung anak dan menantu nya, seperti menyembunyikan sesuatu, tapi entah lah dia pun tidak terlalu memikirkan.


"Zia lagi apa, Zain? " tanya nya penasaran.


"Ngak papa kok Mi, lagi hobby makan aja, iya kan sayang? " kilah nya, menatap pada Zia yang cengengesan.


"Ayo kita pulang! " Zia menggandeng tangan Mami, sedang kan Zain berjalan di belakang menarik koper Mami nya.


Mami tercengang saat masuk rumah, melihat tulisan besar WELCOME GRANDMA, Mami menatap Zia dan Zain yang tersenyum lebar.


"Apa maksud nya? apa jangan-jangan__" Zia mengangguk menjawab pertanyaan Mami.


"Jaga baik-baik cucu Mami, " Mengusap lembut perut Zia yang masih datar, Zia mengusap sudut mata nya yang berair, merasa terharu melihat mertua nya begitu antusias mendengar kabar kehamilan nya.


****


"Mas! " Zia mendongak menatap pada Zain,


di sela-sela kesibukan Zain menyelesaikan pekerjaan nya, Zia ingin tidur siang di peluk oleh suami nya.


"Ya Sayang, kamu mau sesuatu? " tanya Zain penuh perhatian.


"Nanti anak kita manggil nya apa ya Mas kalau udah lahir? "Zia mengetuk dagu nya seraya berfikir.


" Mmm, Ayah Bunda aja gimana, Sayang? " ujar Zain lembut,


"Jangan itu Mas, udah pasaran! yang lain aja, " Tolak Zia cepat. Zain menghela napas berat.


"Mimi Pipi aja gimana? " Tanya nya, Zia nampak menimang-nimang usulan dari Zain.


"Hmm.. Bagus juga, " Zain pun tersenyum lembut, mencium pucuk kepala istri nya.

__ADS_1


"Ya udah yuk tidur! Nanti sore kita mau ke dokter." Zia membenamkan wajah nya di dada bidang Zain, dan mulai memejam kan mata nya.


"Aku sangat mencintai mu, "


Niat hati hanya ingin menemani Zia tidur, tapi Zain malah ikut tertidur.


"Hoaaammmm, " Zain menutup mulut nya yang menguap lebar.


"Bangun Mas, Zia udah selesai! " Berjalan mendekati Zain yang masih betah berbaring.


Cup,


Sebuah kecupan mesra Zia labuhkan di bibir tebal Zain.


"Jam berapa Mimi Sayang? "Zain menarik Zia hingga terjatuh di atas tubuh nya.


" Udah jam 3 Mas,Buruan mandi! "


"Panggil Pipi biar terbiasa, " Zain menempelkan bibir kedua nya, tapi bukan sebuah kecupan, melainkan ******* lembut bibir Zia, sampai turun ke leher. Tangan nakal nya pun tak tinggal diam, merayap masuk ke dalam piyama Zia memainkan dua bongkahan padat itu.


"Akkhh.. " Suara laknat Zia pun terdengar begitu seksi di telinga Zain.


"Maaf, Pipi mandi dulu. " Zain langsung bangkit saat teringat akan ucapan dokter kemarin malam.


Dengan terpaksa Zain pun harus berendam untuk mendinginkan tubuh nya yang sudah memanas.


Setiba nya di rumah sakit tidak menunggu lama, nama Zia pun terpanggil untuk segera masuk kedalam ruangan.


Zia langsung di beri arahan untu berbaring, dokter pun mulai melakukan tugas nya.


"Nah ini janin nya ya Bu, usia nya udah 5 minggu, semua nya sehat.


Harus rutin minum susu hamil nya biar nutrisi dedek nya tercukupi, jangan banyak pikiran,dan jangan terlalu kelelahan.


Pemeriksaan nya sebaik nya jangan di lewatkan ya Bu, biar kita bisa terus memantau kondisi dedek nya. " ujar nya tersenyum ramah.


"Terima kasih saran nya Dok,Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak dan istri saya. " sahut Zain yakin,


Zain pun membawa Zia pulang setelah menyelesaikan pemeriksaan dan tidak lupa mencetak foto USG pertama Zia.


Disaat keluar dari ruangan, mereka berpapasan dengan seseorang dari masa lalu nya.


"Loh! kamu di sini? "


\*\*\*\*

__ADS_1


Maaf ya readers setia ku, Author lama update nya. Lagi bikin novel baru, mampir juga yuk.


To be continued..


__ADS_2