
...~Happy reading~...
Semenjak Zia pulang dari rumah sakit, tidak sekalipun Zain di perbolehkan bertemu dengan istrinya.Seperti biasa sebelum ke kantor, Zain lebih dulu mampir ke rumah mertua nya, berharap bisa bertemu Zia. Tapi pagi ini lagi-lagi Zain harus kecewa.
"Pak, istri saya ada di rumah? " tanya Zain pada satpam dari luar pagar.
"Ada Tuan, Non Zia lagi di taman belakang. " Jawab nya sopan, sebenarnya satpam kasihan melihat Zain yang tidak di perbolehkan masuk setiap ia datang.
"Tuan, saya minta maaf karena ngak bisa buka pintu buat Tuan, " ucap nya tak enak hati pada menantu majikan nya itu.
Entah apa kesalahan yang di perbuat Zain sampai majikan nya begitu marah pada Zain.
"Tidak apa apa Pak, tolong berikan ini pada Zia." ucap nya tersenyum masam, seraya menggantungkan paper bag di luar pagar. Sebelum pergi, Zain mendongak menatap kamar Zia yang ada di lantai dua, dengan langkah gontai Zain kembali masuk mobil dan melaju menuju kantor Adhitama.
Setelah Zain pergi, satpam mengambil barang titipan Zain dan langsung mengantarkan pada Zia yang sedang berjemur di taman belakang.
"Nona, ini ada titipan dari Tuan Zain. " ucap nya, tangannya terulur menyerahkan paper bag pada Zia.
"Suami saya datang lagi Pak? " tanya Zia, menatap paper bag yang berisikan susu hamil.
"Iya Non, kalau begitu bapak ke depan lagi, " pamit nya mengangguk sekali kemudian melangkah pergi.
"Aku merindukan mu Mas, " Zia memeluk paper bag di tangan nya, mata Zia terpejam tanpa sadar air mata nya mengalir.
Zain berdiri tegak dengan kedua tangan berada di dalam saku celana, termenung menatap lurus pada foto besar di dalam ruangan nya.
"Aku tidak tau bagaimana aku akan hidup tanpa kamu.
Jaga buah cinta kita selama aku jauh dari kalian. " Mata Zain mulai mengembun, meskipun di luar Zain terlihat kuat, tapi di saat mengingat Zia, Zain rapuh bagai kan embun di atas daun.
Ceklek.
"Zain! " panggil nya, wanita paruh baya masuk ke dalam ruangan Zain, kemudian meletak kan kotak makanan di atas meja.
"Ya Mi, " Zain memutar badan berjalan menghampiri Mami nya.
"Makan dulu, mencari bukti juga butuh tenaga. Kamu harus tetap sehat demi Zia dan anak kalian, Zia pasti menunggu mu menjemput nya dengan membawa bukti kalau kamu tidak bersalah. " Mami menatap iba pada Zain yang terlihat kurus dengan kantong mata yang menghitam.
__ADS_1
Dengan terpaksa Zain memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
Tok tok tok.
"Zain, " Jo menyembul kan kepala nya di balik pintu. Kemudian melangkah masuk setelah melihat Zain berada di dalam.
"Eh.. Ada Tante Sinta! " imbuh nya sedikit kaget melihat Mami Zain juga ada di sana.
"Ada apa? " tanya Zain menatap pada Jo.
" Dengar kan ini. " Jo menyodorkan sebuah flashdisk ke hadapan Zain.
Zain langsung memasang flashdisk pada laptop nya. Tangan Zain terkepal saat mendengar suara Demian memerintah seseorang memasukkan obat tidur ke dalam minuman nya.
"Beri mereka hukuman yang setimpal Jo, buat perusahaan Demian bangkrut tanpa sisa, sekalian bisnis haram nya yang selama ini ia jalan kan. " ucap nya geram dengan rahang mengetat.
"O iya Jo, suruh orang buat menangkap pelayan itu, kita akan kesana besok! " imbuh nya.
"Baik, "
"Maksud Mami? " tanya nya, kening Zain berkerut menatap mami nya bingung.
"Dulu, __
Mami menceritakan dimana saat Demian pernah melakukan hal yang sama pada diri nya.
Saat itu, Demian merayakan pesta ulang tahun nya yang ke 20, Bayu dan Sinta yang merupakan teman satu kampus nya juga ikut di undang. Bayu yang datang terlambat memergoki Demian yang berniat melecehkan Sinta yang sudah di cekoki obat perangsang, Demian sengaja melakukan itu, karena ia merasa iri pada Bayu, selain pintar Bayu juga mendapatkan gadis yang dari dulu Demian incar.
" Jadi, Mami sama Papi dulu nya berteman sama bandot tua itu? " Celetuk nya saat Mami selesai bercerita.
"Iya, Mami dulu kuliah di sini cuma dua tahun, karena Mami menolak di jodoh kan, Mami di asingkan keluar negri, nah di situ Mami kenal sama Papi kamu. Apa kamu tau?" Mami tersenyum mengingat masa lalu.
"Tau apa Mi? kan Mami belum kasih tau. " sahut Zain terkekeh kecil.
Ini pertama kali Zain kembali tertawa semenjak berpisah dari istri nya, meskipun itu hanya kekehan kecil, tapi mampu membuat Mami merasa senang.
"Oh iya ya, dan ternyata orang yang Mami tolak saat di jodohkan itu adalah Papi kamu, " pekik nya tertawa ngakak.
__ADS_1
"Mami lari karena menghindari Papi , tapi malah di pertemukan dengan Papi di tempat lain. Perjalan cinta kalian patut di apresiasi, di terbitkan jadi sebuah novel romantis, pasti laris Mi, " kata Zain becanda yang langsung mendapatkan lemparan bantal sofa sari sang Mami.
_ _ _
"Pa, Zia mau ke supermarket, boleh? " ucap nya takut-takut meminta izin pada sang Papa.Mendudukkan bokong nya di seberang Papa nya. Alis Papa terangkat dengan mata memicing menatap Zia penuh curiga.
"Ke supermarket? " tanya nya memastikan. Zia mengangguk.
"Oke, mari Papa antar! " Zia gelagapan, bukan seperti ini yang dia rencanakan.
"Eh, ngak usah Pa! biar di antar supir aja. " ucap nya cepat menolak usulan Papa nya. Bisa gagal pertemuan yang sudah dia rencanakan kalau papa nya ikut.
"Kamu menyembunyikan sesuatu? " tanya nya mengintimidasi.
"Jangan suudzon sama anak sendiri, emang Zia mau kemana? " ucap Mama menimpali, mendudukkan bokong di sebelah sang suami, kemudian beralih menatap pada Zia.
"Zia mau ke supermarket Ma," kata nya merengek.
"Mama yang izinin, tapi hati-hati ingat kamu lagi hamil. "
_ _ _
"Mas! " Panggil nya lirih, menatap punggung pria yang sangat ia rindukan. Meskipun Zia masih marah, tak di pungkiri rasa rindu itu lebih besar. Zain memutar badan nya saat mendengar wanita yang dia tunggu.
"Aku rindu! " memeluk erat tubuh istri nya, kemudian mencium seluruh wajah Zia, terakhir Zain menunduk mencium perut Zia yang semakin membesar.
"Pipi juga rindu kamu! " Zia terenyuh melihat tubuh kurus suami nya, tangan nya terangkat ingin mengelus kepala Zain, tapi urung ia lakukan saat mengingat Zain bersama Angela.
"Udah lama? " tanya nya singkat seraya duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Zain.
"Belum Sayang, " ucap nya tersenyum bahagia.
"Kata nya Mas mau ngasih tau hal penting, hal penting apa Mas? "
_ _ _
Kasih like nya ya💞
__ADS_1